Selasa 28 November 2023
BALIKPAPAN - Antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), masih terjadi hingga saat ini, di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tak kunjung usai sampai hingga saat ini.
Terlebih itu, ditemukan adanya disparitas (perbedaan, red) harga yang dapat menimbulkan kelangkaan stok BBM.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengusulkan penambangan untuk pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melalui sistem investasi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sebagai informasi, tercatat ada 14 SPBU milik swasta dan Pertamina yang tersebar di kawasan Balikpapan.
Jumlah tersebut dinilai kurang, yang seharusnya lebih dari 14 SPBU, terlebih dengan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur, kemudian Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang atau kota penyangga.
"Untuk itu, kami sarankan supaya yang berinvestasi itu adalah pertamina sendiri untuk membuat spbu. Kalau (penambahan SPBU) itu dilakukan saya yakin aman (tidak ada persoalan terkait BBM)," kata Wali Kota Rahmad Mas'ud.
Kendati demikian, beliau sangat berharap agar pihak dari Pertamina bisa turun tangan mengatasi persoalan distribusi penyaluran BBM.
Mengingat regulasi tersebut bukan kewenangan dari Pemerintah Kota Balikpapan.
"Tolong koordinasikan dengan aparat penegak hukum, jika pertamina merasa dirugikan kalau memang ada indikasi kecurangan atau menimbun barang (BBM) yang bersubsidi," jelasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon I Pertamina Patra Niaga Kaltimut Ferry Fernando mengaku terbuka atas usulan pemkot Balikpapan terkait penambahan SPBU.
Ia menyampaikan, bahwa akan ada 1 SPBU baru milik swasta dekat RSUD Kanujoso Djatiwibowo atau tepatnya di Grand City Balikpapan.
Di mana saat ini, SPBU tersebut tengah memasuki tahap finishing. "Kita terbuka untuk para pengusaha di dalam atau luar Balikpapan untuk mau berinvestasi (SPBU) di Balikpapan. Supaya bisa menambah pilihan masyarakat untuk menampung kendaraan-kendaraan dalam pengisian BBM," tandasnya. (Adys/*)
