BALIKPAPAN — Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur menggelar diskusi publik bertema Refleksi Dua Tahun Masa Bakti DPRD Kota Balikpapan Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabtu (24/10/2026).
Forum diskusi ini dihadiri unsur pimpinan DPRD Balikpapan dan pengurus AMSI Kaltim, forum refleksi ini juga diikuti oleh perwakilan jurnalis serta mahasiswa.
Pada kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai wadah evaluasi independent untuk meninjau sejauh mana efektivitas tiga fungsi utama legislatif, pembentukan peraturan daerah (perda), penganggaran, serta pengawasan berjalan selama dua tahun terakhir di Kota Balikpapan.
Ketua AMSI Kaltim, Ahmad Yani, menyampaikan, diskusi ini untuk melihat langsung dampak kebijakan dewan terhadap masyarakat luas.
Karena menurutnya evaluasi lembaga publik tidak hanya dinilai dari dinamika ruang sidang, melainkan dari kebermanfaatan nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
"Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kinerja legislatif, menilai sejauh mana fungsi pembentukan perda, penganggaran, dan pengawasan sudah berjalan. Sekaligus menjadi ruang untuk membedah berbagai isu strategis dan persoalan penting yang berkembang di tengah masyarakat selama dua tahun ini,” ujar Yani sapaan akrabnya.
Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPRD Kota Balikpapan, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono dan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, untuk kehadiran unsur pimpinan dewan ini menegaskan komitmen legislatif untuk bersikap terbuka terhadap masukan publik maupun insan pers.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyambut positif inisiatif AMSI Kaltim.
Ia menilai momentum refleksi dua tahun ini sangat pas dengan peran strategis Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur dan kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Yono menekankan kalau fungsi pengawasan media dan harmoni pembangunan daerah bukanlah hal yang saling bertolak belakang.

"Pengawasan dan harmoni bukanlah dua hal yang bertentangan. Kritik yang tajam namun berimbang justru menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan, karena tujuan kita sama, yakni kemajuan Kota Balikpapan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Yono.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono beserta pimpinan dewan lainnya turut menyimak dan mengapresiasi berbagai gagasan serta saran yang disampaikan para peserta diskusi yang telah hadir.
Dengan demikian, Budiono menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara legislatif, media siber, dan elemen masyarakat agar setiap aspirasi warga Kota Balikpapan dapat terus terserap dan ditindaklanjuti secara optimal.(Dys/*)