40 Orang Ikuti Rapid Tes di Puskesmas Telaga Sari, Balikpapan Kota

Sabtu, 11 Juli 2020

BALIKPAPAN- Penyebaran COVID-19 di Indonesia terbilang begitu cepat. Sejak kasus pertama, virus corona tidak butuh waktu lama untuk menular ke masyarakat Indonesia.

Sebagai tindak pencegahan, pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan melakukan rapit tes secara massal. Kegiatan rapid tes massal gratis untuk pekerja di bidang perhotelan, salon kecantikan, dan pariwisata, dikarenakan relaksasi, mulai diterapkan oleh pemkot dalam transisi new normal di Balikpapan, Sabtu (11/7/2020).

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, rapid test itu, untuk karyawan perhotelan, karena hotel sudah mulai buka kembali, menerima tamu dan beberapa event juga boleh dilakukan di hotel, oleh Karena itu, mereka harus melakukan rapid tes.

Ia juga mengatakan, rapid tes itu, dilakukan di 30 lebih puskesmas di Balikpapan, alat rapid tes disiapkan pemkot sebanyak 800 untuk semua puskesmas.

"Kami berharap, semoga semua alat rapid tes bisa terpakai semua," harapnya.

Kepala Puskesmas Telaga Sari dr. Rusna Azizah Aziz menambahkan, kuota di Puskesmas Telaga Sari 40 orang, untuk ketiga bidang tersebut, ada juga warga bidang kuliner yang datang langsung, karena belum melakukan rapid tes, karena informasi tidak sampai, ada warga melaksanakan rapid tes secara mandiri. 

"Terkadang banyak kuota tidak terpakai, karena peminatnya kurang, mungkin karena mereka takut," katanya.

"Rapid tes di puskesmas hanya untuk screening tidak mengeluarkan surat penyataan untuk tujuan perjalanan atau untuk masuk ke perusahaan, karena ada unit pelayanan khusus telah ditunjuk, terkait keterangan hasil rapid tes," jelasnya.

"Pihaknya hanya mengeluarkan hasil rapid tes, bil ada ditemukan reaktif langsung dihubungin, secara pribadi dan dilanjutkan pemeriksaan dari Dinas Kesehatan kota (DKK) Balikpapan," kata dia.

"Jika kouta rapid tes tidak terpakai semua, tidak akan dikembalikan, tetap disimpan di puskesmas, sehingga jika ada masyarakat ingin melakukan rapid tes akan kami layani," pungkasnya.

Liputan: Yudi

Editor: Ahmad Yani