Selasa, 17 Nopember 2020
BALIKPAPAN-Mewabahnya pengusaha kuliner di Balikpapan sempat mengalami kemerosotan dalam pendapatan ditengah pandemi COVID 19 melanda bangsa ini, khususnya Balikpapan.
Sebagian besar, melakukan pemutusan kerja terhadap karyawan. Ada juga juga menghentikan usahanya, karena lesunya penjualan.

Salah satu pengusaha kuliner Nono sudah puluhan tahun menggeluti usaha jualan nasi goreng, meskipun dirinya belum bisa memiliki lahan usaha sendiri.
Ia mensyukuri dan "Alhamdulillah ditengah pandemi ini masih bisa meneruskan sewa kontrak usaha," kata Nono.
Dirinya, mengakui, selama pandemi sempat mengalami kemerosotan dalam hal pendapatan, hal ini tergantung strategi kita aja bagaimana merubah jumlah bahan-bahan saja dari yang mestinya stok banyak dikurangi.
"Dan memang pendapatan tidak bisa ditargetkan seperti hasil sebelumnya," ucapnya.
Meskipun pemerintah menerapkan 3M bagi berjualan sudah tidak lagi kebingungan karena aturan protokol kesehatan yang disampaikan oleh gugus tugas tetap dijalankan.
Sempat diakui Nono bahwa, usahanya didatangi oleh petugas COVID 19. "Tapi syukur Alhamdulillah tidak ada masalah karena kami sudah menyiapkan air dan sabun untuk cuci tangan kemudian kami selalu menyampaikan kepada para pembeli untuk memakai masker," tuturnya.
"Jika makan di warung kami, bahkan tempat yang kami sediakan sudah diberi jarak dan tanda silang artinya duduk bersama tapi berjarak jarakan," ungkapnya. (SR)
Editor: Ahmad Yani
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibuwajibpakaimasker #ingatpesanibuwajibjagajarak #ingatpesanibuwajibcucitangan #wajibpakaimasker #wajibjagajarak #wajibjagajarakhindarikerumunan #wajibcucitangan #wajibcucitangandengansabun

