Sabtu, 7 Nopember 2020
BALIKPAPAN-Setiap rumah ibadah di kota Balikpapan didorong untuk selalu disiplin, dalam menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan, setiap rumah ibadah diimbau untuk memperkuat melalui pembentukan tim satgas COVID-19 masing-masing.

Hal itu terungkap dalam, seminar dan sosialisasi tatanan rumah ibadah dalam era adaptasi kebiasaan baru, berlangsung di Aula Kantor Wali Kota, Sabtu (7/11/2020).
Kegiatan itu, dihadiri Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Balikpapan, Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan dan tim Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan.
"Setiap tempat harus memiliki tim satgas minimal tiga orang. Tim ini yang bertugas memantau penerapan protokol kesehatan di tempat masing-masing. Jika ada yang sakit, tim satgas inilah yang menghubungi kami, dalam melanjutkan pengecekan," tutur Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty.
Dengan pembentukan tim satgas COVID-19 masing-masing, maka setiap rumah ibadah, dapat secara mandiri melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap potensi penularan COVID-19.
"Nantinya tim Satgas COVID-19 Kota Balikpapan, akan mengecek dan menilai tempat-tempat ibadah difase adaptasi baru, tentang protokol kesehatan dan akan diberikan sertifikasi oleh forum kota sehat," urai Ibu Dio, sapaan akrab Andi Sri Juliarty.
Senada disampaikan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Balikpapan mengatakan, bukan sesuatu yang mudah dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru. Khusus dalam penyelenggaraan ibadah, beberapa kegiatan harus dibatasi dalam jumlah umat yang mengikuti.
"Karena itu, kami mohon pengertian rumah ibadah tetap menjalankan protokol kesehatan, jaga jaraknya harus tetap dilaksanakan," ungkap Rizal Effendi.

"Kota Balikpapan juga masih punya tugas untuk menekan angka kasus terkonfirmasi positif dan angka kematian, agar kita bisa ke zona kuning dan hijau. Sehingga, anak-anak kita bisa bersekolah kembali," harapnya.
Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan melaporkan, Sabtu (7/11/2020) terdapat penambahan 28 kasus terkonfirmasi positif, 35 selesai isolasi, dan 1 kasus meninggal dunia.
Terkonfirmasi positif berasal dari riwayat suspek 9 kasus, riwayat tanpa gejala 12 kasus, riwayat tracing 6 kasus, dan 1 dari skrining rapid test di puskesmas. Sedangkan selesai isolasi, 3 dari menjalani perawatan di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri. (**)
Editor: Ahmad Yani
#BalikpapanTidakMenyerah #BalikpapanBangkit #JagaJarak #PakaiMasker #CuciTanganPakaiSabun #HindariKerumunan #satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibuwajibpakaimasker #ingatpesanibuwajibjagajarak #ingatpesanibuwajibcucitangan #wajibpakaimasker #wajibjagajarak #wajibjagajarakhindarikerumunan #wajibcucitangan #wajibcucitangandengansabun #WeLoveBalikpapan
