900 Siswa Ikuti, Sosialisasi Pilkada Balikpapan 2020, di SMA Negeri 2 Balikpapan

Senin, 2 Maret 2020

BALIKPAPAN-Sosialisasi pilkada (pemilihan kepala daerah) Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan 2020, kembali dilanjutkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, melalui goes to school di SMA Negeri 2 Balikpapan, Senin (2/3/2020).

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha bertindak sebagai pembina upacara, dalam upacara bendera di SMA Negeri 2 Balikpapan, merasa bersyukur melaksanakan sosialisasi pilkada di SMA Negeri 2 Balikpapan.

"Jumlah Murid SMA Negeri 2 mencapai, 900 siswa, sekira 60 persen berusia 17 tahun. Potensi ini, untuk membangun kesadaran mereka untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada Walikota dan Wakil Walikota 2020," kata Noor Thoha. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, berharap kepada pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya dan bagaimana mereka tumbuh dan besar di dalam masyarakat untuk menjadi penyelenggara pemilu, dan menjadi penggerak demokrasi, pelopor dan mejadi pemilih intelektual, harapannya bisa menularkan kemasyarakatan.

"Memilih itu harus betul-betul berdasarkan hati nurani bukan karena ada duitnya, calon yang baik itu bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, taat beribadah, orangnya santun dan visi misinya memberikan gambaran bawah pemimpin ini harus cerdas dan mempunyai program yang jelas," ungkapnya.

"Pengetahuan disampaikan KPU untuk murid SMA Negri 2 adalah tentang pemilih itu apa, Demokrasi itu apa dan utuk bisa menjadi pemilih itu syaratnya apa, KPU berfikir anak-anak yang mempunyai idealisme yang tinggi. Justru anak-anak ini kita bentengi supaya tidak ditembus yang namanya money politik," urainya.

Senada disampaikan Wakil Kepala sekolah SMA Negri 2 Balikpapan Sumarno, sosialisasi yang di lakukan KPU sangat bermanfaat bagi murid SMA Negeri 2 tentang Demokrasi. 

"Pemilih pemula di SMA Negri 2 memiliki kurang lebih 300 murid, dalam pemilihan ketua OSIS SMA Negri 2 selalu di ajarkan tentang demokrasi. Dalam sosialisasi ini terdapat, kejujuran bakal alat-alat yang dipake untuk pemilihan OSIS, kami pinjam dari KPU seperti kotak suara dan sistemnya sama seperti pemilu," ujarnya.

Liputan: Yudi