Sabtu, 29 Februari 2020
BALIKPAPAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, lantik 30 Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan yang berlangsung di Hotel Royal Suite Balikpapan, Sabtu (29/2/2020).

Ketua KPU Noor Thoha melantik, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ini, menyampaikan PPK yang dilantik pernah menjadi penyelenggara Pemilu, dan ada yang baru sama sekali menjadi penyelenggara pemilu.
"Inilah perlunya, regulasi dan aturan harus betul-betul di kuasai," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, hal yang penting adalah bagaimana PPK menjaga netralitas, jika netralitas tidak bisa di jaga maka Pilkada tahun ini menjadi cacat, maka teman dari media dan seluruh lapisan masyarakat untuk membantu mengawasi PPK, PPS, dan penyelenggara pemilu yang sudah terbentuk.
"Jadi masukan dari teman-teman media dan masyarakat pada umumnya betul-betul bagian dari upaya membangun netralitas penyelenggara pemilu Pilkada," katanya.
"Pada saat seleksi PPK, KPU mengumumkan ada sepuluh nama dari setiap kecamatan, namun yang terpilih cuma lima, jika salah satu dari kelima PPK ini bermasalah, maka akan di gantikan oleh PPK yang lain," tuturnya.
"Jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilantik ada 30 orang dari Enam kecamatan, yang jadi cadangan itu berjumlah 28 orang, materi pembekalan dari KPU untuk PPK adalah tugas, wewenang dan kewajiban," urainya.

"Supaya PPK tau tugas, wewenang dan kewajiban, kode etik ini banyak materinya bagaimana PPK bergaul, berbicara dan berkomunikasi dengan masyarakat," jelasnya.
Pengawasan internal akan dilakukan oleh KPU, dalam hal PPK melakukan pelanggaran, saksi apa yang diberikan oleh pihak KPU nanti kami sampaikan, ada pelanggaran proses, pelanggaran etik dan pelanggaran pidana, kalau hanya kesalahan Prosedur maka itu masuk dalam pelanggaran proses," ujarnya.
Menurutnya, petugas rawan dengan pelanggaran mengarah ke pidana. Misalnya, pengelembungan suara dan menghilangkan hak pilih masyarakat. Adapun pelanggaran etik terkait dengan berfoto dengan bergaya mengunakan tangan dengan melihatkan nomor pasangan calon.
Liputan: Yudi