Akhiri Penjajahan Palestina Dengan Solusi yang Hakiki

Rabu 12 Juni 2024

Oleh: Hasriyana, S.Pd

(Pemerhati Sosial Asal Konawe)

Berbulan-bulan lamanya Palestina terus mengalami genosida oleh zionis Israel tanpa rasa kemanusiaan. Bahkan seluruh wilayah palestina tidak terkecuali Rafah sudah hampir rata semua dengan tanah.

Hasriyana, S.Pd

Namun, anehnya para penguasa muslim yang bahkan dekat dengan wilayah Palestina juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu saudara muslim di sana. Lalu mengapa para penguasa muslim diam seribu bahasa melihat pembantaian muslim Palestina padahal jelas di depan mata? Miris.

Hal ini justru memicu masyarakat umum untuk terus berunjuk rasa untuk menghentikan genosida tersebut. Sebagaimana yang dikutip dari Kompas, 31-05-2024, Koalisi masyarakat melakukan unjuk rasa di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jumat (31/5/2024).

Berdasarkan pantauan Kompas.com sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan anak muda telah berkumpul di lokasi sambil membawa isi tuntutan mereka yang ditulis tangan. Suara dan dukungan mereka terhadap Palestina ini ada yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Misalnya, “LPDP boycott Ivy League,"“The United States Govt is complicit responsible for genocide," “stop bombing civilian you moron!."

Beberapa koalisi masyarakat yang tergabung dalam unjuk rasa hari itu antara lain, KontraS, Greenpeace, dan YLBHI. Poster-poster bertuliskan “All eyes on Rafah” ditempel di beton pembatas jalan yang sudah dipasangi kawat berduri.

Begitu pun dengan foto poster Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan mata tertutup. “From the river to the sea. Palestine will be free,” kata massa menyampaikan suara mereka.

Selain menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Palestina. Massa juga menyerukan agar Amerika Serikat berhenti memasok senjata ke Israel. Dengan maraknya berbagai aksi demontrasi yang terjadi di berbagai negara seharusnya dimanfaatkan untuk menyadarkan masyarakat bahwa solusi yang ditawarkan saat ini entah dengan solusi dua negara ataupun solusi lain yang diberikan PBB ternyata bukan solusi yang tepat, bahkan bukan pula solusi yang hakiki.

Karena faktanya zionis Israellah yang merebut tanah kaum muslim Palestina. Pun, dengan diamnya penguasa muslim saat ini di tengah genosida di depan mata menunjukkan bahwa tidak adanya persatuan kaum muslim di tengah umat.

Sehingga umat muslim akan selalu jadi mangsa negara-negara kafir penjajah ketika mereka tidak bersatu. Hal ini merupakan strategi para penjajah membagi wilayah-wilayah kaum muslim agar mereka mudah dijajah di negara mereka sendiri.

Bahkan bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh saudara muslim yang lain tidaklah cukup, karena sebenarnya muslim Palestina juga membutuhkan bantuan militer negeri muslim lain untuk membantu mereka melawan zionis Israel.

Bagaimana pun banyaknya bantuan yang dikirimkan, jika mereka masih dibantai maka itupun bukan solusi. Dari itu kita tidak bisa banyak berharap dengan solusi yang ditawarkan oleh PBB, karena faktanya genosida masih terus berlanjut sampai hari ini.

Bahkan momen inilah yang seharusnya digunakan kaum muslim untuk terus menyuarakan bahwa solusi yang hakiki untuk persoalan Palestina adalah dengan jihad fisabilillah dengan tegaknya kepemimpinan kaum muslim.

Dalam kepemimpinan Islam juga akan tercipta kesadaran politik kaum muslim dengan bersatunya kaum muslim di bawah satu bendera kepemimpinan.

Bahkan Rasulullah Saw telah menggambarkan dalam hadisnya berkaitan persatuan tersebut. Kaum muslim itu ibarat satu tubuh, jika ada tubuh satu yang sakit maka yang lainnya pun akan merasakannya.

Di dalam Al-Qur'an surah Ali ‘Imran ayat 103 Allah Swt. juga menggambarkan persatuan, “Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allâh kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allâh mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allâh menyelamatkan kamu dari sana.

Demikianlah, Allâh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” Olehnya itu kita tidak bisa berharap pada sistem hari ini yang solusinya semua berasal dari manusia dengan keterbatasannya, kekurangan dan jauh dari penyelesaian masalah, sehingga kita hanya bisa berharap pada sistem Islam yang berasal dari pencipta, yaitu Allah SWT.

Karena sungguh Allah yang menciptakan hamba, maka Dia pula yang mengetahui mana yang terbaik untuk hambanya. Wallahu a’lam.