Selamatkan Palestina Dengan Jihad

Jumat 14 Juni 2024

Ummu Hawwa

Muslimah Koltim

Koalisi masyarakat melakukan unjuk rasa di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jumat (31/5/2024). Berdasarkan pantauan Kompas.com sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan anak muda telah berkumpul di lokasi sambil membawa isi tuntutan mereka yang ditulis tangan.

Suara dan dukungan mereka terhadap Palestina ini ada yang ditulis dalam bahasa Inggris. Misalnya, “LPDP boycott Ivy League,"“The United States Govt is complicit responsible for genocide," “stop bombing civilian you moron!." (Kompas.com)

Beberapa koalisi masyarakat yang tergabung dalam unjuk rasa hari ini antara lain, KontraS, Greenpeace, dan YLBHI. Tidak hanya di Jakarta saja, aksi juga berlangsung di berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta, Makassar dan Kendari serta masih banyak wilayah-wilayah lain yang juga turut melakukan aksi menuntut pemerintah mengirimkan tentara ke Palestina guna menolong saudara-saudara kita disana, serta menyerukan pemboikotan terhadap barang-barang yang terafiliasi dengan negara penjajah Laknatullah.

Aksi ini kembali terjadi setelah penyerang tentara zion*s Laknatullah ke wilayah Rafah dimana di sana terdapat kemah-kemah pengungsi yang menjadi tempat terakhir pelarian pengungsi seperti para wanita, Lansia dan anak-anak, yang dimana seharusnya tidak menjadi sasaran dalam perang, namun para penjajah menyerang secara brutal tanpa menghiraukan warga sipil, anak-anak, wanita dan Lansia.

Inilah yang memicu kembali aksi turun kejalan untuk menyelesaikan genosida yang terjadi di sana serta menyerukan agar segera mengirimkan tentara untuk membela saudara-saudara kita di Palestina.

Butuh persatuan Kewajiban persatuan itu menjadi kunci untuk menyelamatkan saudara-saudara kita di Palestina untuk menghentikan mesin dan tank-tank para penjajah untuk membunuh anak-anak wanita dan warga sipil lainnya di Palestina.

Semua ini harus dihentikan dengan mengirim tentara-tentara muslim ke Gaza untuk membela dan membebaskan Palestina dari segala bentuk penjajahan. Dan ini menjadi poin dalam Pancasila itu sendiri yang di mana pada poin ketiga yakni persatuan kemudian didalam undang-undang dasar pun terdapat perintah untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan di atas bumi, maka seharusnya Indonesia sendiri bisa melakukan persatuan dan menghapus penjajahan yang terjadi di Palestina.

Sehingga memang wajib untuk rakyat Indonesia membela bahkan melawan penjajahan ini, yang lebih penting adalah negara yang punya peran dan wewenang untuk melakukan pembelaan secara riil bukan hanya domestik tapi juga perlawanan yang nyata untuk mengusir para penjajah yang berada di Palestina.

Serta membangun kesadaran di tengah umat agar terus bersatu bukan hanya persatuan individu tetapi juga persatuan kelompok persatuan negara-negara muslim serta persatuan seluruh umat Islam untuk sadar bahwa kita memiliki aqidah yang sama punya tujuan yang sama dipersaudarakan dengan akidah yang satu sehingga memang sudah selayaknya untuk saling menolong saling merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami penindasan bahkan penjajahan, dan upaya penyadaran umat harus terus berjalan, dan dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif di seluruh dunia.

Menolong Palestina harus dengan Jihad Semua mata tertuju pada Rafah, doa di panjatkan untuk Rafah, berbagai bantuan domestik ditujukan untuk Rafah, tapi mengapa penderitaan saudara kita di sana tidak bisa berakhir?

jawabnya adalah karena metode untuk mengusir penjajah yang belum dilakukan oleh umat saat ini di mana metode yang bisa menyelamatkan saudara kita di sana hanyalah dengan jihad.

Umat islam harus memiliki pemahanan yang shahih agar dapat terus bergerak dan berdakwah bersama-sama dengan tujuan yang sama.

Jihad merupakan ajaran Islam di mana jihad berperang melawan kafir dalam menegakkan agama Allah SWT.

Ketika saudara-saudara kita diperangi dibantai dan dibunuh maka sesungguhnya kita wajib untuk membela, menyelamatkan, serta mengusir penjajah. Allah SWT berfirman: "Perangilah mereka dimana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian" (QS Al-Baqarah ayat 191).

Sehingga sudah sangat jelas bahwa penguasa muslim di Arab dan dunia islam seharusnya mengirimkan tentara mereka untuk berjihad bersama para Mujahidin yang berada di Palestina demi mengusir kaum zionis dari wilayah Palestina, sehingga ketika mereka tidak bergerak maka umat lah yang harus mendorong untuk kemudian bersatu dan mendesak negeri-negeri muslim untuk bersatu dan tidak boleh berdiam diri dan berpangku tangan atas Palestina.

Layaknya panglima Salahuddin Al Ayyubi ketika membebaskan kembali Baitul maqdis dari tentara salib, yang mengarahkan seluruh tentara Islam untuk merebut kembali kota suci yang berada di Palestina.

Seperti juga halnya Khalifah Umar bin Khattab ketika mengirimkan tentara ke Syam untuk membebaskan Baitul maqdis dari penguasa Romawi yang di mana melalui perang yang berbulan-bulan yang berakhir pasukan Romawi menyerahkan kunci Baitul maqdis kepada Khalifah Umar.

Dan seperti kondisi Palestina hari ini seharusnya menyadarkan umat bahwa umat ini haruslah bersatu, harus memiliki pelindung dan pemimpin yang satu sehingga berjuang pun harus dalam satu komando seorang Khalifah.

Sebab khalifalah yang akan menyerukan jihad sekaligus memimpin langsung pasukan kaum Muslim di seluruh dunia untuk membebaskan tanah Palestina dan menyelamatkan umat Islam di Palestina, dan umat Islam yang lain yang mengalami penindasan.

Namun hari ini umat Islam belum mengambil metode atau cara yang telah dicontohkan oleh rasulullah di mana berperang di jalan Allah dengan jihad fisabilillah dalam naungan daulah khilafah sebab jihad hanya bisa terjadi atau bisa dilaksanakan hanya dengan komando dari seorang khalifah tanpa seorang khalifah yang satu umat memang sulit untuk bersatu melawan penjajah zionis Laknatullah. Sehingga persatuan umat Islam menjadi kunci untuk menyelamatkan saudara kita yang berada di Palestina. Wallahu 'alam bissowab.