Rabu 12 Juni 2024
Oleh: Nurlinda
Beberapa waktu yang lalu, di Samarinda, khususnya di wilayah Palaran dan Samarinda Seberang, persediaan tabung elpiji tiga kg (si melon) mengalami kelangkaan. Warga merasakan kelangkaan jnj di pasaran.
Anehnya juga beberapa agen Gas Elpiji yang bekerjasama dengan Pertamina mengaku belum dikirimin stok dari Pertamina. Bahkan ketika gas datang, hanya berselang beberapa menit, gas melon yang ada tadinya juga langsung habis.
Begitu juga yang terjadi di warung klontongan yang biasa menjual gas 3 kilogran eceran. Dimana biasanya bersusun puluhan tabung, kini sepi bahkan semuanya mengatakan kosong dan tidak mendapatkan stok.
Kapitalisme si Biang Kerok
Keadaan masyarakat Kalimantan Timur yang harus merasakan sulitnya mencari gas melon merupakan ironi. Bagaimana tidak, wilayah yang terkenal sebagai penghasil energi namun sulit bagi warganya menikmati energi (gas) ini. Dalam kenyataannya, tidak semua warga Kalimantan Timur yang mampu menggunakan gas ini.
Bukan tanpa sebab, rakyat tidak dapat merasakan haknya. Setiap hasil pengelolaan SDA, seperti minyak bumi, gas alam, termasuk LPG di dalamnya, yang seharusnya merupakan harta rakyat, menjadi hal yang dikapitalisasi. Penguasaan dan pengelolaannya kerap sekali diberikan kepada pihak swasta.
Ini nampak dari hulu pengelolaan SDA, pertamina bukanlah pemain tunggal. Pandangan kapitalisme pun telah membuat negara melalaikan fungsinya sebagai pelayan rakyat, yang berkewajiban mengatur dan memenuhi hajat rakyatnya.
Para penguasa di dalam sistem kapitalisme lebih mementingkan kepentingan korporasi. Rakyat ibarat warga kelas dua. Alhasil, kebijakannya tidak pernah berpihak pada kepentingan rakyat.
Pengelolaan Gas dalam Islam
Negara dalam Islam diwajibkan berperan sebagai pengurus kebutuhan rakyat. Rasulullah saw. bersabda, “Imam/Khalifah itu laksana penggembala dan hanya ialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mendorong para pemimpin muslim untuk menjalankan amanah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunah. Negara adalah penjamin pemenuhan kebutuhan setiap masyarakat. Dalam Islam, standar kesejahteraan adalah jika kebutuhan setiap individu sudah tercukupi, termasuk kebutuhan akan gas untuk keperluan rumah tangga.
Menjadikan gas elpiji tersedia dan mudah dijangkau oleh setiap individu rakyat menjadj tanggung jawab negara. Dan berikut beberapa cara dan tuntunan Islam dalam memenuhi tuntutan ini adalah sebagai berikut.
Pertama, Islam mengatur harta milik umum berdasarkan hadis, “Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).
Negara memiliki hak untuk melakukan pengelolaan SDA, termasuk migas, serta melarang pihak asing/swasta melakukan swastanisasi SDA. Semua SDA akan dikelola oleh negara dan hasilnya akan disimpan di baitulmal negara dan akan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.
Dengan aturan ini, negara secara tegas akan menutup pintu bagi mafia. Kedua, dalam masalah distribusi, negara wajib menjamin sistem distribusi elpiji bisa sampai ke masyarakat dengan aman, jelas, mudah, dan singkat. Negara bisa memberikan gas secara gratis, negara bisa juga menjualnya secara murah atau sesuai harga pasar.
Penerapan Islam secara menyeluruh ini akan mendorong setiap orang menjalankan kewajibannya sehingga tidak ada yang berani berbuat curang karena mereka paham bahwa kelak akan diminta pertanggungjawaban.
Apabila masih ada pihak-pihak yang nekat menjadi mafia, negara punya sistem sanksi yang tegas. Hukuman yang diberikan negara akan membuat para mafia itu takut dan insaf.
Selain itu, sistem sanksi Islam akan membuat jera agar yang lain tidak berani melakukan kecurangan. Ketiga, berkaitan dengan konsumsi, negara tidak akan membedakan harga. Siapa pun akan mendapatkan elpiji dengan harga yang sama. Tidak ada masyarakat yang ingin mendapatkan manfaat lebih karena mereka tahu bahwa kebutuhan pokoknya pasti sudah terpenuhi.
Islam yang diterapkan dalam negara akan menjaga dan mengatur semua kebutuhan masyarakat. Setiap keputusan negara yang mencerminkan kepengurusan sesuai dengan tuntunan Sang Pencipta akan mengundang keberkahan dan kebaikan untuk semua pihak. Wallahu’alam.