Nestapa Palestina tanpa Perisai

Minggu 9 APRIL 2023

Oleh : Arnianti Amir, S.Pd

Dunia kembali dirundung pilu. Bagaimana tidak? Di bulan penuh berkah dan kulia ini Tanpa rasa berdosa zionis kembali menyerang membabi buta warga Palestina yang sedang beribada di Mesjid mulia itu.

Kucuran darah para syuhada tanpa henti membanjiri tanah mulia itu. Palestina dibombardir oleh Israel di malam Ramadan. Tampaknya ini merupakan tradisi Israel menyambut Ramadan. Sekali lagi dunia Islam hanya diam menonton. Apakah ada hastag #PrayForPalestine dari para pemimpin dunia Islam? Tidak ada.

Palestina berdiri dengan kakinya sendiri melawan kejamnya Israel selama puluhan tahun. Kaum muslimin hanya bisa menangis melihat saudara seaqidah berada dalam nestapa perang tak berkesudahan. Serangan demi serangan Israel terhadap Palestina terus diluncurkan.

Tak pernah berakhir dari dahulu sampai sekarang. Betapa mirisnya melihat dunia yang masih terbungkam. Begitu juga para penjunjung HAM pun ikut membisu dan terdiam.

Berpuluh-puluh tahun mereka menderita, menjerit, dan disiksa. Kekejaman Israel yang terkesan tidak pernah berhenti ini, menunjukkan bahwa kaum muslim sangat membutuhkan perlindungan yang kuat.

Berbagai kecaman dari negeri muslim lain, jelas tidak akan mampu mencegah apalagi sampai menghentikan kezaliman Israel. Berharap uluran tangan dari negara adidaya tetapi mereka selalu bermuka dua.

Apa yang mereka lakukan selama ini untuk Palestina sejatinya hanyalah pencitraan semata. Termasuk negara-negara di dunia, sudah tidak mungkin diharapkan lagi untuk membela apalagi melindungi Palestina. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sekalipun. Apalagi AS yang mendukung Israel juga menguasai PBB.

Palestina butuh pelindung. Mereka butuh tentara yang membebaskan, bukan sekedar makanan dan obat. Beginilah jika Junnah kaum muslimin hilang. Islam dihinakan. Penganutnya terhina. Penjajah menginjak harga diri umat tanpa takut apapun.

Melakukan genocida tanpa ampun. Membunuh, memperkosa tanpa rasa bersalah sedikitpun. Karena mereka menyakini tidak akan ada yang melawan mereka. Semua negeri Islam dalam kendali lewat perjanjian internasional.

Begitupula konsep nations state, membuat para pemimpin Islam lumpuh total. Tidak lain perlindungan yang dibutuhkan Palestina adalah negara Khilafah. Karena dengan negara Khilafahlah yang akan mampu secara nyata memberikan perlindungan dan menjaga keutuhan jiwa dan keamanan kaum muslim.

Bahkan, juga mampu mengusir penjajah termasuk melenyapkan Israel dari Palestina. Dalam negara Islam (Khilafah), punya aturan yang jelas dalam menjaga jiwa manusia.

Di mana, nyawa merupakan sesuatu yang sangat berharga. Sehingga, siapa pun yang melakukan pembunuhan tanpa ada sebab yang diperbolehkan untuk membunuh maka Allah telah menetapkan suatu hukum.

Seperti yang firmankan Allah SWT., dalam Al-Qur’an yang artinya: “Oleh karena itu, kami menetapkan (suatu hukum) bagi bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.” (QS. Al-Maidah: 32)

Lantas, bagaimana negara Khilafah melindungi kaum muslim? Sejarah mencatat bahwa pada masa kepemimpinan Rasulullah saw. diriwayatkan, pernah ada seorang muslimah yang pergi ke pasar Yahudi Bani Qainuqa.

Kemudian duduk di dekat pengrajin perhiasan. Lalu datang beberapa orang Yahudi, yang hendak menyingkap kerudung dengan cara mengikat ujungnya secara diam-diam tanpa diketahui oleh muslimah. Ketika ia bangkit, seketika auratnya tersingkap dan spontan berteriak. Salah satu pemuda muslim yang ada di dekatnya, melompat mendekati Yahudi kemudian membunuhnya.

Melihat kejadian itu, Yahudi yang lain tidak terima kemudian membalas, dengan cara mengikat pemuda muslim dan membunuhnya. Kejadian ini terdengar sampai ke telinga Rasulullah SAW.

Kemudian dengan segera beliau bersama pasukan muslim, menuju Bani Qainuqa dan mengepung mereka selama 15 hari. Akhirnya Bani Qainuqa yang melecehkan muslimah itu bertekuk lutut di hadapan Rasulullah saw. dan menyerah.

Hampir saja, semua kaum laki-laki Bani Qainuqa dihukum mati oleh Rasulullah. Namun, Abdullah bin Ubay (dedengkot munafik) mendesak Rasulullah untuk memaafkan mereka. Akhirnya Rasulullah SAW.

Bermurah hati dan memerintahkan Bani Qainuqa untuk pergi sejauh-jauhnya dari Madinah. Pun tercatat dalam sejarah khalifah Al Mu'tashim Billah dari Daulah Abbasyiyah.

Peristiwa Amuriyah menjadi jejak sejarah agung tentang Junnah. Pasukan daulah di kerahkan untuk membebaskan seorang perempuan dari kekejaman tentara Romawi.

Hari ini Palestina butuh sosok-sosok pemimpin seperti Al Mu'tashim Billah. Yang berani mengerahkan militernya tanpa takut gunjingan dan tekanan internasional. Wallahu'alam bi Showab