Minggu, 12 PEBRUARI 2023
Oleh : Agus Fitriani,S.P
Saat ini kita berada pada bulan Rajab 1444 Hijriah. Rajab adalah bulan yang memiliki keutamaan dan keistimewaan sehingga menjadi bulan yang dinanti umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan dan meraih pahala.
Rajab pun menyimpan peristiwa sejarah yang sangat penting bagi umat Islam yang setiap muslim bisa mengambil pelajaran darinya. Salah satunya adalah peristiwa Isra Mikraj yang terjadi pada tahun ke-10 kenabian.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Masjidilharam di Makkah ke Masjidilaqsa di Al-Quds, Palestina.
Sedangkan Mikraj adalah naiknya Rasulullah saw. menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak bisa dijangkau oleh semua makhluk, malaikat, jin, dan manusia.
Perjalanan itu berlangsung hanya semalam. Masyarakat sangat antusias dalam memperingati Isra Mikraj ini, tradisi yang digelar pun beragam seperti makan bersama warga sekitar RT/RW, pawai obor, atraksi tari-tarian, khataman Al Qur’an, pengajian, di sosmed pun diramaikan dengan bermacam-macam caption Isra Mikraj termasuk dijadikan sebagai sarana untuk mengarus deraskan Moderasi beragama yang semakin massif.
Berbicara tentang moderasi beragama, saat ini arus derasnya semakin menghanyutkan identitas muslim ke arah liberal yang sesuai arahan Barat.
Kita bisa melihat hal ini pada bulan Januari yang lalu tepat pada peringatan hari Kerukunan Nasional, terlihat jelas semakin tampak upaya tersebut di UINSI Samarinda turut andil dan berhasil meraih Juara Harapan II dalam Lomba Fashion Show Kebaya Nasional Lintas Agama dalam rangka Hari Kerukunan Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Perlita (Perempuan Lintas Agama), Kementerian Agama Prov. Kalimantan Timur, Forum Kerukunan Ummat Beragama Prov. Kalimantan Timur, dan HKN Kaltim di Aula Siskohat Lt. Mm2 Kanwil Kemenag Prov. Kaltim. Rabu (11/1/2023).
Kemudian di Balikpapan sebanyak kurang lebih lima ribu warga Balikpapan mengikuti kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-77 pada hari Sabtu 14 Januari 2023 di Lapangan Merdeka Balikpapan.
Kegiatan Jalan Sehat Kerukunan juga dirangkai dengan Deklarasi Damai Umat Beragama yang dipimpin oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. beberapa saat sebelum pelepasan peserta jalan sehat.
Deklarasi berisi komitmen bersama untuk merawat kebhinekaan, mengukuhkan moderasi beragama, menghindari segala bentuk ujaran kebencian, serta tidak menggunan rumah ibadah untuk kegiatan poliktik praktis.
Di Penajam Paser Utara (PPU), menutup rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-77 Tahun 2023, Kantor Kementerian Agama Penajam Paser Utara gelar Jalan Sehat Kerukunan, Sabtu (14/1/2023). Rangkaian kegiatan dalam rangka HAB ke-77.
Diantaranya telah melaksanakan pekan olahraga, donor darah serta kegiatan sosial lainnya dan ditutup kegiatan jalan sehat Kerukunan yang bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama PPU yang mana dilaksanakannya serentak diseluruh Indonesia.
Bontang pun turut berpartisipasi dengan berbagai penghargaan yang diberikan pada upacara peringatan HAB ke-77 tersebut. Upacara terasa unik karena peserta upacara yang hadir menggunakan pakaian adat nusantara, diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Bontang.
Demikian juga jajaran pegawai dan organisasi masyarakat Sangatta, Paser, Berau yang mengadakan apel baju adat.
Moment Isra Mikraj kali ini harus kita maknai dengan ketaatan total pada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Bukan dengan menerapkan moderasi beragama yang menjauhkan umat dari Islam dan menentang syariat Islam.
Moderasi Beragama berkedok Islam Moderat
Cendekiawan Muslim Ustazd Ismail Yusanto mengatakan saat ini memang tengah berjalan sebuah proyek besar yang disebut moderasi agama. Sasaran utamanya Islam dan umat Islam.
“Proyek ini bertujuan untuk menancapkan paham tertentu yang disebut Islam moderat dan menjadikan kaum muslim menjadi muslim moderat. Program ini menyasar para guru agama, mahasiswa, kaum milenial hingga kalangan pesantren,” ungkapnya.
Beliau juga mengatakan bahwa Islam moderat adalah pemahaman Islam yang disesuaikan dengan pemikiran, pemahaman, dan peradaban Barat.
Dengan demikian, katanya, muslim moderat adalah sosok muslim yang menerima, mengadopsi, menyebarkan dan menjalankan pemahaman Islam ala Barat.
Ditambahkan oleh Beliau “teringat pada QS An-Nisa’ ayat 89, Allah mengingatkan perilaku kaum kafir yang akan terus berusaha membuat kita menjadi kafir sehingga kita sama dengan mereka,” Sejatinya, Islam moderat adalah konsep berislam ala Barat.
Seorang muslim moderat harus memiliki beberapa karakteristik.
Di antaranya, mendukung dan menyebarkan demokrasi, memperjuangkan HAM dan kesetaraan gender, mengakui pluralisme, menerima sumber hukum non sektarian, serta melawan terorisme.
Jika karakteristik di atas menempel pada seorang muslim, bisa dibayangkan, mereka akan menjadi pembela pemikiran Barat. Mereka akan terjauhkan dari Islam yang benar, bahkan tidak akan menyadari jika aktivitas itu justru berseberangan dengan perintah Al-Qur’an untuk berislam secara kaffah.
Sungguh, kunci kebangkitan umat terletak pada perubahan pemikiran. Jika umat Islam sudah teracuni dengan pemikiran moderat, mereka akan membawa umat pada kebangkitan yang tidak kaffah.
Sudah seharusnya umat segera sadar bahwa mereka tengah dibayang-bayangi Islam moderat yang berbahaya bagi umat.
Perkuat Diri dengan Kepribadian Islam
Untuk menghadang moderasi beragama ini setiap muslim harus memperkuat syakhsiyyah (kepribadian) Islamnya.
Cara berpikir dan berperilaku setiap muslim harus berdasarkan ajaran Islam. Caranya, dengan sungguh-sungguh mengkaji Islam. Harus ditumbuhkan di tengah masyarakat semangat mengkaji Islam.
Kemudian mengamalkannya sehingga di tengah masyarakat akan makin marak pengamalan Islam, baik dalam hal ibadah, pakaian, pergaulan, pendidikan, ekonomi, politik, maupun hal yang lain. Dengan begitu kebaikan atau kerahmatan Islam bisa dilihat dan dirasakan secara langsung.
Selain itu, harus dibangun jamaah dan jaringan di antara orang atau kelompok yang sudah tersadarkan dengan Islam Kaffah. Hal ini akan menjadi benteng pencegah sekaligus pelindung dari kerusakan program-program Kapital Barat.
Saling mendukung dan menolong sehingga umat ini bagaikan bangunan kokoh yang tak mudah digusur oleh gerakan yang ingin menghancurkan Islam.
Gerakan amar makruf nahi mungkar harus terus digencarkan sehingga program liberalis ini tidak berjalan mulus, tidak boleh dibiarkan kemungkaran sekecil apa pun terjadi begitu saja tanpa hambatan.
Inilah pentingnya perjuangan hingga terwujud sistem yang islami dengan pemimpin yang tauhidi.
Dengan itu kejahatan dalam berbagai bentuknya tidak akan ada lagi. Walllahu’alam