Selasa, 15 NOPEMBER 2022
Oleh : Ummu Hazik
Pemuda, Kira-kira apa yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar kata pemuda. Mungkin seorang anak yang menuju dewasa dan masih mencari jati diri, yang katanya mereka masih memiliki emosi yang labil, dll. Melihat pemuda zaman sekarang tentu sangat jauh berbeda yah dengan pemuda zaman Rasulullah dulu.
Di zaman sekarang banyak pemuda yang lalai dengan dirinya, mereka hanya mementingkan pandangan orang semata, mereka tidak mengerti tujuan hidup di dunia itu untuk apa dan bagaimana mereka (pemuda) menghadapi kehidupan di dunia.
Mereka mengisi waktu mereka hanya dengan kesibukan dunia saja, bahkan pemuda sekarang banyak sekali yang mengisi waktunya dengan bermaksiat.
Khamr di mana-mana, dengan gampang mereka mendapatkan minuman haram tersebut bahkan di fasilitasi. Seks bebas di mana-mana, bahkan laki-laki dan perempuan dengan bebas memamerkan kemesraan mereka di depan umum tanpa rasa malu sedikitpun, sangat miris yah.
Mereka jauh dari agama, untuk ke mesjid saja mereka malas, banyak alasan. Pemahaman agama mereka hanya sebatas di sekolah atau di pesantren, dan di mesjid, tetapi di luar wilayah itu hanya berapa persen yg mau menjalankan aturan agama tersebut dalam kehidupannya.
Zaman sekarang banyak orantua yang khawatir dengan kehidupan anak laki-laki mereka, karena banyak kasus mengenai pemuda yang bermasalah di tengah masyarakat, seperti makin maraknya tawuran yang melibatkan pemuda.
Bahkan dari mereka membawa senjata tajam dan tidak segan-segan menyakiti lawannya sampai dengan membunuh, dan mirisnya ketika di tanya alasan mengapa mereka membunuh, hanya hal sepele yang mereka ungkapkan, contohnya cuma ngikutin temennya.
Contoh lain sikap pemuda yang meresahkan masyarakat yaitu semakin banyaknya gengster, para anggota gengster itu tersebut mayoritas pemuda. Mereka berani mencuri dan membunuh orang-orang di jalan.
Banyak orangtua yang memasukan anak-anak mereka ke pesantren, harapannya agar anak nya menjadi pemuda yang baik. Tetapi banyak ketika keluar dari pesantren, para pemuda itu terbawa arus pergaulan yang negatif.
Di zaman Rasulullah dulu banyak pemuda yang berprestasi, mereka tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk urusan dunia saja, mereka banyak berperan aktif dalam membangun peradaban.
Contohnya, umar bin Abi Waqqash, dia adalah seorang pemuda yang syahid saat perang badar kubra berkecamuk, amr bin salamah yang memiliki hafalan di atas rata-rata, sehingga dia mampu menjadi imam sholat saat usianya masih berumur 7tahun.
Dalam islam pemuda bisa menimba ilmu, mengalihkan kekuatan dan tenaga yang berlebih untuk menuntut ilmu, berdakwah dan berjihad di jalan Allah 'Azza WA Jalla.
Selama masa remaja pemuda islam tidak akan merasa resah dan terguncang, juga tidak terjadi penentangan terhadap keluarga. Pada masa remaja pemuda islam justru semakin taat kepada Allah dan RasulNya, kepada kedua orang tua dan kepada gurunya.
Mereka juga semakin sadar dan fokus beribadah. Tentu hal ini tidak lepas dari peran Negara, negara harus memfasilitasi para pemuda agar bisa belajar dengan tenang, antara lain pendidikan gratis, tidak semahal dalam sistem kapitalis sekarang ini.
Selain pendidikan gratis, negara juga melindungi pemikiran para pemuda dari pemikiran-pemikiran barat yang akan meracuni pemikiran para pemuda tersebut. Wallahualam bissawab.