Selasa, 4 OKTOBER 2022
Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Institut Literasi dan Peradaban
Dilansir dari Tribunnews.com, 27 September 2022, Partai Golkar baru saja menjadi partai dengan popularitas tertinggi di kalangan anak muda. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Komarudin menilai ini menjadi modal besar menuju Pemilu 2024. Hal ini didukung oleh survei yang dirilis oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang menyebutkan Partai Golkar menjadi partai yang paling populer bagi pemilih muda.
“Perlu saya tegaskan kembali bahwa Partai Golkar sangat terbuka dengan anak muda. Ini terlihat dari komitmen Partai Golkar yang menempatkan anak muda di berbagai posisi strategis. Baik di kepengurusan partai, pemerintahan, maupun alat kelengkapan dewan di DPR RI maupun DPRD provinsi/kabupaten/kota. Artinya, kami diberikan ruang yang lebar untuk mengemban amanah dan membawa berbagai isu serta kebutuhan yang menjadi perhatian anak muda,” urai Puteri.
Selain itu, survei CSIS juga menjelaskan sejumlah permasalahan yang jadi perhatian serius anak muda, di antaranya adalah kesejahteraan masyarakat, lapangan pekerjaan, pemberantasan korupsi, demokrasi dan kebebasan sipil, kesehatan, hingga lingkungan hidup.
Dan lagi-lagi Puteri mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan visi besar Partai Golkar untuk membawa peningkatan dan pemerataan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat. Bukan hanya untuk kelompok tertentu saja. Tapi untuk semua golongan.
Tujuannya agar kita menjadi negara yang sejahtera dan tidak terjebak sebagai negara berpendapatan menengah secara terus-menerus. Ketua Bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Partai Golkar ini berharap semakin banyak lagi anak-anak muda yang terjun ke dunia politik.
“Kabar ini tentu menjadi kado spesial dalam rangka menyambut HUT Partai Golkar ke-58 di bulan Oktober nanti. Di usia yang matang ini, Partai Golkar semakin dikenal dan dicintai anak muda. Sehingga diharapkan pemuda kita bisa semakin aktif menjalankan hak-hak politiknya. Termasuk untuk memilih dan dipilih pada Pemilu 2024 mendatang."
Sistem Kapitalistik Membajak Potensi Terbaik Pemuda
Pemuda hari ini boleh dikatakan sebagai pihak yang paling diharapkan mampu membawa perubahan. Dengan potensi kemudaannya, jiwa raga, berbagai platform pembangunan di tingkat lokal-negara, regional dan global, merasa harus mengajak, mencari dukungan dan memberdayakan pemuda.
Pemuda yang masih ambisius terhadap idealisme dirinya, bisa saja dipengaruhi oleh ideologi Islam atau kapitalisme yang saat ini diterapkan.
Dan sayangnya, saking rakusnya sistem kapitalisme yang berasas sekulerisme, memisahkan agama dari kehidupan telah menggeser jauh gambaran terbaik Islam yang mereka anut.
Mereka dipaksa tunduk dengan perputaran sistem batil ini hingga melawan fitrahnya sebagai hamba Allah. Potensi pemuda Muslim secara jumlah hari ini adalah mayoritas.
Di Indonesia saja, dari data BPS tahun 2018 jumlah pemudanya 63, 82 juta orang atau hampir seperempat dari jumlah penduduk Indonesia. Dan para pemuda ini terjebak dalam kemiskinan dan kesenjangan yang memang menjadi masalah serius sistem kapitalisme.
Kesenjangan standar hidup secara ekonomi antara negara maju dengan negara berkembang semakin lebar. 40% penduduk termiskin di dunia, hanya menyumbang 5% dari pendapatan global. Di sisi lain, 20% orang terkaya menyumbang 75% pendapatan dunia. Hal inilah yang mendorong dunia barat membuat platform program pembangunan milenium, Millenium Development Goals (MGDs) untuk menyelesaikan kemiskinan.
Dan pemuda terjebak di dalamnya. Menjadi pelaku yang harus mampu menyelesaikan persoalan global, padahal sumber persoalan bukan dari keberadaan mereka. Nyatanya MDGs telah gagal, PBB kemudian memunculkan program selanjutnya yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Inilah seruan PBB untuk mengajak dunia untuk mengakhiri kemiskinan dan memastikan 2030 semua orang menikmati perdamaian dan kemakmuran. Dunia yang baru pulih dari dampak pandemi Covid-19, memang sedang berbenah. Kapitalisme sesungguhnya semakin melemah karenanya, dan pengembannya merasa khawatir akan kemunculan kekuatan baru yang memang sudah menjadi musuh bebuyutannya yaitu Islam.
Mereka sadar, alternatif solusi terbaik yang pasti akan tegak, akan menghancurkan mereka hingga ke dasar bumi. Kerakusan mereka atas nama perdamaian yang sejatinya penjajahan akan berakhir.
Itulah alasannya, kenapa potensi pemuda terbaik, yang sejatinya sangat mampu mempercepat tegaknya kembali Islam dibelokkan oleh kafir penjajah pengemban kapitalisme sejati, dengan memblow up narasi War on Terorism (WoT) yang berisi perlawanan terhadap radikalisme dan ekstrimisme. Tak ada yang bisa menghindar, karena itu, fokus pemuda menjadi terpecah. Di sisi lain, mereka harus belajar agama mereka secara Kaffah, di sisi lain, tuntutan beban ekonomi juga harus diselesaikan. Terbitkah kebijakan baru PBB yaitu UNDP 2014-2017.
Inilah program yang memberikan arah baru pada pemberdayaan pemuda. Dimana program ini mengharuskan para pemuda terlibat aktif.
Muncullah respon pemuda di forum global, regional dan nasional sebagai langkah strategis dalam pemrograman pemuda dalam semua konteks pembangunan, yaitu Youth Global Programme for Sustainable Development and Peace ( Youth-GPS 2016-2020).
Jelaslah, pemuda dijadikan penambal borok kapitalisme akut, mereka dengan sengaja dijadikan bumper penahan ambruknya kapitalisme yang renta. Dan Indonesia, seperti biasa dengan segera meratifikasi kebijakan global ini dengan menerbitkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN).
Dimana teknis pelaksanaanya diampu berbagai kementerian dan lembaga. Wajar jika dari seorang Puteri sang aktifis parpol muda mengatakan hal di atas, sebab Youth 20 yang diratifikasi Indonesia memang memiliki empat prioritas bahasan.
Pertama ketenagakerjaan pemuda, kedua transformasi digital, ketiga planet yang berkelanjutan dan layak huni keempat keberagaman dan inklusi.
Dengan ke-empat program di atas, sangat jelas bahwa potensi pemuda dibuat bergeser bahkan tak akan beralih pada potensi terbaiknya sebagai sosok bertakwa dan beriman yang secara konsisten menggunakan keilmuannya berikut keimanannya untuk kontribusi terbaik untuk agamanya.
Mereka tak lagi peka, Islam selalu dinistakan. Mereka juga tak paham, bahwa semakin dalam mereka terseret arus demokrasi kapitalisme membuat mereka kian membuang agama.
Mereka juga tak paham, meski Indonesia sudah memperingati hari kemerdekaannya yang ke-77 tetap saja tak ada perubahan. Rakyat tetap sengsara, pemerintahnya malah menganggap rakyat adalah beban APBN.
Di dalam gedung parlemen sendiri beberapa waktu telah terjadi satu keironian terbesar, yaitu perayaan ulangtahun ketua DPR, Puan Maharani, padahal di luar masyarakat demo penurunan harga BBM.
Benarkah kelak, jika para pemuda ini menjalankan hak berpolitik ( demokrasi) mereka akan terwujud kesejahteraan rakyat?
Islam adalah Tujuan Tertinggi Pemberdayaan Pemuda
Sudah seharusnya, pemuda disadarkan bahwa kapitalisme bukan tujuan amal. Justru kita akan terjebak pada kekafiran tersebab penolakan demi penolakan terhadap syariat Allah.
Sehingga harus ada upaya mengembalikan arah berpikir pemuda yang kritis dan mendorong pemuda sebagai agent of change dengan menjernihkan pemikirannya dari yang pragmatis, berpikir bahwa perubahan itu datang dari parlemen, menggantinya dengan akidah Islam yang kokoh.
Sehingga benar-benar menjadi solusi bagi kerusakan dunia hari ini. Tujuannya agar menjadi negara yang sejahtera dan tidak terjebak sebagai negara berpendapatan menengah secara terus-menerus, ya hanya dengan satu cara, yaitu mencabut demokrasi kapitalis dan menerapkan Islam Kaffah.
Proses perubahan ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah di sepanjang hidupnya, tak lepas dari Alquran dan As Sunnah.
Membina para sahabat dengan akidah dan hujjah Tsaqofah Islam yang beragam. Kemudian berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat guna mencerdaskan umat, dan di tahap inilah kekuatan pemuda dimunculkan, sebab akan menimbulkan perdebatan dan pertentangan hingga Islam harus dimenangkan oleh para pemuda.
Oleh karena itu, para pemuda Muslim tak hanya berani terbuka terhadap politik Islam, namun juga berani menolak sistem demokrasi.
Inilah arah pemberdayaan pemuda yang benar, sebab ketika sistemnya shahih maka apapun kebutuhan rakyat akan terpenuhi dan dalam jaminan negara. Wallahu a’ lam bisj shawab.