Kamis, 4 NOPEMBER 2021
Oleh: Diana Nofalia, S.P.
(Penggiat Literasi)
Presiden RI Joko Widodo mengatakan negara-negara G20 harus terus mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui sejumlah aksi nyata.
Hal itu disampaikan Presiden saat berpidato pada side event KTT G20 yang membahas soal UMKM dan bisnis milik perempuan, di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021).
Sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu dini hari. "(Aksi nyata) Pertama, meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan. Inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Indeks keuangan inklusif kami telah mencapai 81 persen dan kami targetkan mencapai 90 persen di tahun 2024," jelas Presiden Joko Widodo.
Untuk mencapai hal itu, kata Presiden Joko Widodo, pembiayaan yang ramah dan akses pendanaan bagi UMKM di Indonesia akan terus diperkuat. Dia menyampaikan bahwa Indonesia mengalokasikan 17,8 miliar dolar AS kredit usaha rakyat (KUR) dan lebih dari 2,4 juta pengusaha perempuan telah menerima bantuan ini.
Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan, Indonesia juga meluncurkan 1,1 miliar dolar AS bagi Program Produktif Usaha Mikro dan 63,5 persen di antaranya diterima pengusaha perempuan. //Solusi ataukah ekploitasi// Jika peningkatan peran UMKM dan perempuan mempunya tujuan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat, maka hal ini perlu kita analisa sedemikan rupa sehingga tujuan dapat tercapai tanpa menimbulkan masalah yang baru.
Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, Indonesia yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya kenapa lebih menfokuskan peningkatan UMKM dan perempuan? Apakah tidak lebih baik jika melakukan pembenahan dari segi pengelolaan sumber daya alamnya?
Disisi lain, keterlibatan perempuan yg lebih besar dalam menopang ekonomi keluarga justru bisa melahirkan masalah baru terkait tanggung jawabnya sebagai pendidik generasi. Bagaimana mungkin ketika mereka sibuk membenahi ekonomi keluarga, mereka akan tetap fokus dan maksimal dalam mendidik anak-anak mereka.
Padahal tanggung jawab sebagai pencari nafkah harusnya berada di pundak laki-laki. //Islam memuliakan dan memajukan perempuan// Islam menjaga perempuan dari segala upaya eksploitasi, baik dari segi tenaga maupun tubuhnya.
Tak ada halangan bagi perempuan untuk berkiprah di ranah publik selagi masih dalam koridor Syara'. Islam juga mendorong kemajuan perempuan tanpa membahayakan dan mengeksploitasi sisi keperempuanannya.
Perempuan boleh menuntut ilmu dan mengaplikasikan ilmunya selama itu tidak menghancurkan harkat dan martabatnya sebagai perempuan. Mereka berhak berkiprah dalam bidang apa saja, asalkan tetap bisa menjaga kehormatannya. Tapi semua itu tentunya tidak untuk melalaikan peran utamanya sebagai ibu dan pendidik bagi anak-anaknya.
Jika genjot UMKM bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan keluar dari kemiskinan, tentunya hal ini kurang tepat. Akan lebih baik pemerintah lebih fokus kepada pengelolaan SDA dan kepemilikan umum negara ini.
Sehingga tidak bergantung pada asing ataupun swasta. Selain itu juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi pribumi, khususnya bagi para laki-laki sebagai tulang-tulang punggung keluarga. Dan demikian kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat dapat dicapai. Wallahu a'lam.(**)