Bimbingan Pra Nikah dalam Membentuk Kesiapan Mental Calon Pengantin

Jumat, 23 Oktober 2020

ROHANSYAH

Mahasiswa IAIN Samarinda

Pernikahan merupakan sebuah ibadah yang dianjurkan oleh syari’at, pernikahan adalah kebutuhan fitrah manusia. Pernikahan bukan hanya sebatas ijab dan Kabul atau dalam Kata lain akad yang menjadikan sebuah ikatan suci. Akan tetapi dalam pernikahan ada sebuah tanggung jawab besar yang Allah SWT titipkan melalui ijab qobul.

ROHANSYAH
Mahasiswa IAIN Samarinda

Pernikahan adalah sebuah sarana atau wasilah untuk mendapatkan ridho Allah. Serta nilai ibadah didalamnya, baik itu melalui kewajiban-kewajiban atas kedua mempelai sebagai suami istri atau kewajiban-kewajiban mereka terhadap anak, dengan terlaksananya kewajiban-kewajiban tersebut.

Akan terciptanya keluarga sakinah mawaddah warahmah, yang mana hal tersebut merupakan harapan setiap pasangan suami istri.

Dalam masyarakat kita, fakta yang terjadi setelah menikah harapan-harapan yang didambakan oleh kedua pasangan sebelum menikah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Bahkan, di dalam rumah tangga tidak jarang terjadi yang namanya konflik keluarga baik dari urusan kecil, sedang, hingga urusan yang besar dan tidak jarang berujung perceraian.

Oleh karena itu pentingnya bagi seseorang yang ingin menikah untuk belajar ilmu agama yang berkaitan dengan pernikahan.

Karena menikah itu, sangat membutuhkan kepada kesiapan mental. Serta, fisik yang kuat untuk menghadapi goncangan-goncangan kehidupan baik melalui secara internal atau eksternal.

Maka perlu adanya suatu usaha untuk memberikan bimbingan agar memperoleh hubungan yang baik. Serta harapan yang di inginkan yaitu menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.

Calon kedua mempelai perlu kiranya memperhatikan hal-hal penting sebelum menikah agar menjadi sebuah keluarga SAMAWA diantaranya adalah, berniat yang baik dalam menikah.

Memahami ketentuan Allah SWT Mengetahui hak-hak nya sebagai suami dan istri Menegakkan asas kepercayaan, mencari rizki yang halal bersabar dalam menghadapi masalah dan bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah Keterbukaan dalam berusaha Saling menjaga rahasia keluarga.

Pepatah orang Denmark mengatakan, untuk rumah tangga yang bahagia suami hendaknya bersikap tuli dan istri bersikap seperti orang buta. (**)

Editor: Ahmad Yani