Yuk Belajar Maafkan Diri Sendiri

Ket: Putri Lili Marisyah (Mahasiswa IAIN Samarinda)

Maka dari itu seorang individu pasti akan memiliki masalah. Contohnya ketika kita berekspektasi tinggi terhadap sesuatu lalu tidak tercapai pastinya kita akan merasa kecewa dan marah kepada diri sendiri.

Tidak mudah memaafkan diri sendiri ketika hati terlalu sakit akibat kecewa pastinya hanya pikiran negatif yang akan terlintas. Menurut psikolog Fred Luskin, PhD rintangan terbesar untuk memaafkan diri sendiri sebenarnya adalah kecenderungan kita untuk terus berkubang dalam kesalahan.

“Kita merasa buruk bukan cuma karena kita tahu hal itu salah. Tapi kita seolah menarik perasaan buruk itu menutupi seperti selimut dan menolak untuk berhenti meratap,” kata Luskin.

Perasaan bersalah itu menimbulkan dampak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dampak dari merasa bersalah dan tidak memaafkan diri sendiri, merugikan diri sendiri selalu terpuruk Merugikan orang sekitar dikarenakan kita akan menjadi emosional.

Selain menjadi lebih emosional psikis dan fisik kita akan berdampak. Kalian tau enggak sih pentingnya memaafkan diri sendiri, berdamai dengan masalah yang kita buat sendiri, atau kesalahan masalah lalu ?

Definisi memaafkan diri sendiri itu ialah berani maju menghadapi yang terjadi di masa lalu, mengakui kesalahan, dan terus maju.

Dengan kata lain ada saatnya kita menyesal hal itu selesai yang berarti berakhir dan kita menemukan endingnya. Kita tidak tau endingnya ketika melakukan sesuatu berakhir bahagiakah atau menyedihkan.

Sebenarnya kita harus menyiapkan diri untuk setiap cerita yang kita buat tujuannya untuk meminimalisir kesedihan jika hasilnya buruk.

Menurut Enright (dalam M. McCullugh & Emmons, 2003) memaafkan adalah sikap mengatasi hal-hal yang negatif dan penghakiman terhadap orang yang bersalah dengan tidak menyangkal rasa sakit ( Azni Chaerunisa Utami, Ulfiah, Tahir: Gambaran Memaafkan (Forgiveness) pada Korban Bullying, Vol 10 No 2 Oktober 2019).

Menurut pandangan islam di dalam Al Qur’an sudah banyak menyebutkan kata “pemaaf dan memaafkan” salahnya yaitu ayat:

وَلَا يَأْتَلِ أُو۟لُوا۟ ٱلْفَضْلِ مِنكُمْ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤْتُوٓا۟ أُو۟لِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya : “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.

Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. An Nur : 22).

Manfaat memaafkan diri sendiri maupun orang lain: Membuat menjadi lebih bahagia Menjadikan kesalahan atau masalah lalu sebuah pelajaran hidup. Mampu mengurangi stres. Membuat hubungan menjadi lebih baik.

Jasmani dan rohani menjadi sehat. Semoga kita semua bisa sama-sama belajar memaafkan diri sendiri maupun orang lain. (**)

Editor: Ahmad Yani