Menerapkan Self-Love tanpa Menjadi Selfish

Rabu, 21 Oktober 2020

Istiqomah Wahyu Ningsih, Bimbingan dan Konseling Islam-IAIN Samarinda

Tema tentang self-love kerap kali kita temui beberapa waktu belakangan dan juga telah banyak tokoh-tokoh publik yang sering membahas mengenai pentingnya Self-Love.

Lalu sebenarnya apa sih, Self-Love itu atau yang dalam bahasa Indonesia nya adalah mencintai diri sendiri ? sederhananya Self-love adalah sebuah cara di mana kita dapat mencintai dan menghargai diri kita sendiri.

Istiqomah Wahyu Ningsih

Mengapa penting bagi kita untuk bisa mencintai diri sendiri ? jawabannya ya tentu saja penting sebab jika kita tidak bisa mencintai dan menghargai diri kita sendiri bagaimana bisa kita di cintai serta di hargai dengan baik oleh orang lain.

Namun, sebagian dari kita orang Indonesia kebanyakan memiliki sifat “gak enakan” yang mana sifat ini sering kali membuat kita lebih mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri kita sendiri. Meski pun terkadang ketika orang lain misalkan saja teman atau keluarga kita meminta tolong kepada kita untuk membantunya.

Tetapi, di sisi lain kita merasa tidak nyaman dengan permintaan tolong tersebut tetapi karena perasaan tidak enakan itu telah mendarah daging maka kita tidak dapat menolaknya dan akhirnya mengiyakan.

Sering sekali ketika kita ingin berusaha untuk mencintai diri kita sendiri, namun kita terkadang beranggapan apakah yang kita lakukan ini merupakan sikap yang egois. Sebab mencintai diri sendiri adalah lebih mengutamakan perasaan kita dahulu dari pada persepsi orang lain yang terkadang di nilai egois oleh sebagian orang.

Sehingga, ketika kita hendak menerapkan Self-Love maka akan terkendala oleh perasaan-perasaan tidak enakan terhadap orang lain yang kita takutkan orang lain itu nantinya akan tersinggung dengan apa yang kita lakukan.

Nah!! gimana sih, caranya supaya bisa menerapkan Self-Love tanpa menjadi Selfish. Di lansir dari kanal Youtube Satu Persen-Indonesian Life School pada salah satu tayangan video nya yang di unggah pada 14 Oktober 2020 memberikan penjelasan serta tips bagaimana agar kita tetap dapat melakukan Self-Love tanpa menjadi egois.

Hal yang penting untuk di perhatikan ketika kita ingin melakukan self-love adalah bahwa kita juga harus tetap memperhatikan orang-orang di sekitar. Kita yang artinya self-love yang akan kita lakukan itu tetap memiliki batasan yang wajar dan tanpa membuat kita menjadi egois.

Dan akhirnya malah merugikan orang lain di sekitar kita. Batasan-batasan itu harus tetap ada sebab kita hidup berdampingan dengan orang lain begitu pun ketika kita sedang melakukan self-love jangan sampai dengan dalih self-love kita jadi mengorbankan orang lain demi kepentingan kita sendiri dan itulah yang kemudian menyebabkan self-love yang kita lakukan berubah menjadi sikap yang egois.

Terkadang self-love juga sering di salah artikan, seperti ketika kita lebih memilih menunda-nunda pekerjaan dan malah bermalas-malasan dengan dalih kita sedang melakukan self-love sehingga pekerjaan kita jadi terbengkalai dan malah merugikan orang lain yang menjadi rekan kerja kita misalkan itu bukan self-love tapi itu egois karena kita telah semena-mena terhadap hak dan kepentingan orang lain.

Selain merugikan orang lain hal tersebut juga dapat merugikan diri kita sendiri sebab dengan bermalas-malasan dan tidak kunjung menyelesaikan pekerjaan kita maka diri kita sendiri yang akan di rugikan.

Niat hati ingin mencintai diri sendiri malah berujung merugikan diri sendiri oleh karena itulah self-love yang kita lakukan juga ada batasannya dengan mempertimbangkan berbagai aspek sehingga kita dapat melakukan self-love sesuai dengan porsi nya dan tidak berlebihan.

Batasan tentang self-love yang harus kita mengerti ialah bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu berdampingan dengan manusia yang lainnya.

Oleh karena itulah kita harus sadar bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu harus melalui pertimbangan-pertimbangan yang tidak merugikan bagi kita dan juga orang lain.

Begitu pula ketika kita ingin mulai belajar mencintai diri sendiri maka yang harus menjadi pertimbangan kita adalah bagaimana caranya apa yang akan kita lakukan nanti itu baik untuk diri kita sendiri dan tidak merugikan bagi orang lain.

Karena memang seperti itulah seharusnya, kita hidup dalam bermasyarakat. Suka atau tidak kita harus tetap sadar, bahwa di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri. Namun, kita juga memerlukan orang lain oleh karena itulah se-bisa mungkin kita hindari sifat egois atau mementingkan diri sendiri.

Mencintai diri sendiri memang lah penting karena dengan kita berusaha untuk dapat mencintai diri kita sendiri maka kita akan dapat lebih mengenal siapa diri kita yang sebenarnya.

Ketika kita telah dapat memahami dan mengenal diri ini dengan baik maka kita akan dapat menggali dan menemukan potensi-potensi terpendam, yang ada di dalam diri ini. Sehingga, kita dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun kita juga harus bisa mengendalikan diri kita agar tidak terlalu berlebihan dalam upaya untuk mencintai diri sendiri. Jangan sampai niat kita yang semula baik malah menjadi boomerang dan merugikan diri sendiri. Akibat dari menjadikan self-love sebagai tameng bagi kita untuk bermalas-malasan.

Terutama untuk para generasi-generasi muda zaman sekarang yang masih dalam tahap pencarian jati diri sangat penting bagi kita. Untuk dapat mengenali dan mencintai diri sendiri serta lebih fokus terhadap apa yang ingin kita capai di kemudian hari dari pada memusingkan hal-hal yang sebenarnya kurang penting untuk di pikirkan. (**)

Editor: Ahmad Yani