Perbanyak Bersyukur Stop Insecure

Sabtu, 17 Oktober 2020

Nama : Nadila Dahena 

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda.

Kata inscure sering sekali kita dengar dan kita lihat pada era milenial ini. dikutip dari alodokter.com insecure adalah istilah untuk menggambarkan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri.

Perasaan insecure biasanya dialami banyak orang ketika memasuki usia transisi dari masa remaja ke dewasa, di mana pada fase ini kita menjadi manusia yang berkembang secara fisik maupun mental. Ketika menginjak usia dewasa, manusia akan banyak menghadapi perubahan yang terjadi pada dirinya.

Perubahan yang menonjol ketika dewasa terjadi pada perubahan fisik. Berkaitan dengan fisik, banyak anak-anak pada masa ini lebih mudah merasa insecure dikarenakan berbagai macam faktor.

Salah satu faktor yang membuat individu mengalami insecure karena pola pikir kita sendiri. Pola pikir yang ada pada dalam diri kita mempengaruhi perasaan, bahkan bisa membuat kita tidak percaya diri dengan fisik yang kita miliki.

Hal tersebut didapatkan karena tanpa kita sadari alam bawah sadar kita menuntut kita agar mengikuti standar fisik kebanyakan orang yang dimana kita harus tampil sesuai dengan keinginan orang lain.

Sehingga membuat kita memiliki mindset kita harus tampil sempurna agar disukai banyak orang. padahal di salah satu ayat Al-Qur’an dijelaskan bahwa, “Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya ( QS. At-Tin ayat:4).”

Dilansir dari tafsirweb.com Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, beliau berpendapat bahwasannya Siapapun yang dapat mentadabburi firman Allah :

{ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ }

Arab-Latin: Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm Referensi: https://tafsirweb.com/12853-quran-surat-at-tin-ayat-4.html

Dia tidak akan berani untuk menghinakan manusia ciptaan Allah, dan ia pula tidak akan menghinakan setiap makhluk ciptaan Allah yang dipuji oleh-Nya.

Selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain juga salah satu faktor seseorang mengalami insecure. Padahal kita sebagai umat manusia sudah diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya.

Kurangnya bersyukur membuat kita lupa akan hal itu, sehingga kita bisa kehilangan jati diri sendiri. kita cenderung ingin menjadi orang lain, selalu memaksakan keadaan agar bisa sama, bahkan ada yang rela mengubah fisiknya agar lebih mirip dengan orang yang kita idolakan. Ketika kita bersyukur dan menebarkan hal-hal positif, maka inner beauty yang ada pada dalam diri kita akan lebih terlihat dari pada hanya fisik semata.

Fisik bisa menua, Bila kita bisa bersyukur di setiap keadaan kita akan lebih mudah menjalani hidup tanpa harus memikirkan hal-hal yang dianggap tidak perlu.

Akibat dari sering insecure, seseorang bisa berubah menjadi orang yang overthinking, berlarut-larut dalam kesedihan, terlalu banyak berpikir berlebihan karena memikirkan penilaian orang lain terhadap dirinya bahkan, ada yang sampai mengalami gangguan makan karena terlalu banyak overthinking, padahal orang lain hanya bisa menilai yang menjalani kehidupan ini kita sendiri.

Hal yang sering dirasakan biasanya seseorang yang mengalami gangguan kecemasan ini tidak mau bersosialisasi dengan manusia lain, lebih memilih untuk menyendiri dan memilih berdiam diri di rumah dan tidak melihat dunia luar. sehingga kita tidak bisa menikmati masa muda seperti orang dewasa pada umumnya.

Ironisnya selain dari itu ada yang sampai mengalami mentalillness atau yang sering kita dengar dengan sebutan gangguan mental. sebagian orang mungkin menganggap lontaran kata yang mereka keluarkan untuk orang lain itu hanya sekedar candaan, padahal tidak semua orang bisa menerima perkataan tersebut.

Sebab tiap orang memiliki mental yang berbeda-beda, ada yang terlihat kuat diluar padahal sebenarnya rapuh, ada yang kelihatan lemah padahal ia sekuat baja. Menjaga kesehatan mental itu perlu karena mental yang sehat membantu tubuh berfungsi dengan baik. Beberapa tips agar kita bisa mengurangi rasa insecure.

Pertama, berhenti menyalahkan diri sendiri kita harus mulai melakukan self love dan menerima diri kita sepenuhnya. Kedua, harus bisa keluar dari zona nyaman karena setiap orang pasti memiliki zona nyaman tersendiri dan kebanyakan itu dilakukan di rumah.

Ketiga, memberanikan diri untuk menyapa orang lain dan berkenalan dengan orang baru di sekolah, di kampus atau ditempat kerja dengan melakukan hal tersebut sudah membantu kita untuk meningkatkan kepercayaan diri secara perlahan.

Keempat, berusaha untuk selalu berpikir positif karena dengan berpikir positif maka kita tidak akan takut mencoba hal-hal baru dan tidak takut mengalami kegagalan. Kelima, hindari orang-orang yang toxic dan membuat kita insecure karena circle pertemanan maupun persahabatan bisa mempunyai efek yang besar terhadap kepercayaan diri kita.

Contohnya kritik yang dilontarkan untuk fisik yang kita punya dianggap sebagai hal yang biasa dan dianggap bercanda. Keenam, lakukan hal-hal positif yang membuat kita bahagia, selama itu tidak merugikan orang lain. Ketujuh, memberikan hadiah kepada diri sendiri karena berhasil atas pencapaian yang diinginkan.

Dan yang terakhir bersyukur, banyak dari kita tidak menyadari bahwasannya kita selama ini hanya mengeluh disetiap harinya dan lupa untuk bersyukur. Bersyukur disetiap keadaan merupakan hal yang mudah tapi banyak dari kita lupa akan hal itu. Padahal banyak orang diluar sana yang memiliki keterbatasan fisik tetapi tidak pantang menyerah dan selalu berbahagia serta bersyukur disetiap keadaan.

Berdamai dengan diri sendiri dan menghargai diri kita sendiri adalah kebahagian seutuhnya. Perbanyak bersyukur stop insecure, ambil sisi positifnya buang sisi negatifnya. Karena kita diciptakan sesuai dengan porsinya masing-masing dan tugas kita sebagai manusia adalah mengembangkan potensi yang kita punya.

Editor: Ahmad Yani