Senin, 12 Oktober 2020
Oleh: Nurul Annisa-Mahasiswa BKI smt 7, IAIN Samarinda
Kegalauan merupakan hal yang wajar dan tentunya pasti dialami oleh setiap manusia. Rasa galau yang muncul bukan tanpa sebab, beberapa orang yang mengalami kegalauan biasanya dikarenakan masalah ataupun musibah yang datang padanya.

Musibah dan masalah pada seseorang yang datang tiba-tiba dan tanpa diinginkan apalagi direncanakan membuat seseorang merasa tergoncang.
Dilansir dari Kompasiana.com, galau dapat diartikan sebagai rasa gelisah yang dialami seseorang ketika kecewa dalam menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Kegalauan tersebut memunculkan perasaan campur aduk, di antaranya sedih, kecewa, marah, kesal, pasrah dan lain sebagainya.
Munculnya perasaan-perasaan tadi ketika kita galau merupakan hal yang wajar dan bukan menjadi suatu masalah. Kegalauan yang berlarut-larut dan senantiasa berlanjutlah yang menjadi masalah pada diri seseorang, bukan galaunya.
Ketika seseorang merasa kecewa, sedih kemudian galau sebenarnya itu adalah ungkapan perasaan yang wajar terjadi yang menandakan bahwa tidak ada gangguan pada kesehatan mentalnya.
Apabila yang terjadi malah sebaliknya, ini yang patut ditindaklanjuti dan diobati.
Tidak sedikit orang-orang di luar sana yang mengalami stress bahkan juga depresi yang berawal dari galau yang terus berlanjut dan tanpa ada penanganan tertentu untuk mengatasi kegalauannya tersebut.
Dimas Alwin (@mudahbergaul) seorang influencer muda yang fokus pada bidang kesehatan mental menuliskan di laman instagramnya tentang 5 kebiasaan yang dapat menyebabkan stres, salah satu di antaranya adalah memendam masalah.
Ketika seseorang mendapati masalah kemudian berlarut-larut pada kegalauan tersebut lalu memendamnya sendiri, hal itu dapat membuat kita semakin merasa down dan semakin terpuruk.
Merasa down seolah tak ada lagi harapan karena kegalauan yang melanda wajar saja terjadi, akan tetapi yang paling terpenting adalah bagaimana kita bisa bangkit dari kegalauan dan keterpurukan yang kita alami.
Memendam masalah dan kegalauan sendiri bukan hal yang baik. Memang ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk menyendiri ketika sedang galau, namun bukan berarti terus-terusan dalam kesendirian dan tidak mencari solusi.
Dimas Alwin juga menuliskan di laman instagramnya tentang beberapa tips untuk menghilangkan at least mengurangi rasa sedih dan galau yang sedang kita alami, di antaranya adalah tenangin diri sendiri di kamar tanpa melakukan apapun sambil mengatur nafas, cerita atau curhat dengan orang terdekat, beribadah, dan mindfulness meditation.
Curhat atau cerita dengan orang terdekat adalah hal yang nampaknya begitu sepele, namun kita sering kali tidak menyadari bahwa curhat dapat memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kita.
Curhat juga merupakan salah satu cara untuk meluapkan emosi dan penting banget buat kesehatan mental kita.
Ada dua alasan yang menjadikan curhat itu menjadi penting yaitu, curhat bisa membantu mengurangi beban masalah dan bisa membantu kita untuk mencari solusi atas kegalauan.
Akan tetapi dengan satu syarat, yaitu curhat ke orang yang tepat. Orang yang bisa mendengarkan cerita kita tanpa menghakimi, orang yang bisa membantu mencarikan solusi atas masalah atau kegalauan kita.
Apabila kita merasa bahwa setelah kita curhat malah jadi menambah beban, mungkin kita curhat ke orang yang salah.
Setelah kegalauan kita mulai teratasi, saatnya kita untuk membuat target pencapaian dengan mengoptimalkan segala potensi yang kita punya.
Sebagai pelajar dan mahasiswa target pencapaian kita adalah mengejar dan meraih prestasi. Dikutip dari tipspengembangandiri.com, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka mengoptimalkan potensi untuk meraih prestasi, di antaranya adalah memiliki motivasi yang kuat dalam rangka membangkitkan semangat untuk mencapai target terbaik.
Membaca atau mendengarkan kisah-kisah inspiratif dari tokoh dan orang-orang yang berprestasi dapat membangkitkan motivasi dan semangat kita.
Selanjutnya, membuat daftar pencapain. Setelah kita membuat target atau tujuan spesifik, kemudian buatlah daftar atas hal-hal yang berhasil kita capai.
Hal ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas diri sendiri dan mengingatkan kita bahwa kita telah berhasil melakukan sesuatu. Dengan demikian kita akan dikuatkan dalam menghadapi tantangan dan rintangan pada tujuan-tujuan selanjutnya.
Hal terakhir yang harus kita perhatikan adalah memperluas wawasan. Agar potensi yang kita miliki menjadi lebih optimal, maka kita harus terus belajar dan memperluas wawasan.
Jangan merasa puas dan menjadi terbaik dalam suatu hal, kita harus bersikap rendah hati agar bisa menjadi orang yang berprestasi. Memperluas wawasan kita dengan segala macam informasi bermanfaat yang ada di sekitar kita.
Diera digital seperti sekarang ini, kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi.
Manfaatkan kemudahan tersebut dan jangan ragu untuk mengoptimalkan potensi yang kita punya untuk meraih tujuan dan prestasi.
Semangatt!!
Editor: Ahmad Yani