Jumat 14 November 2025
BALIKPAPAN — Pemerataan pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi perhatian serius DPRD Kota Balikpapan.
Terkait hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, menilai bahwa wilayah Balikpapan Selatan memerlukan perhatian lebih besar dalam pelaksanaan program pembangunan, agar tidak tertinggal dari kawasan lain yang lebih berkembang di pusat kota.
Laisa Hamisah Anggota Komisi III DPRD Balikpapan. (Ady)"Kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya berpusat di tengah kota. Karena masyarakat di wilayah selatan juga berhak merasakan infrastruktur yang memadai, terutama di bidang drainase dan penerangan jalan,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Laisa menjelaskan bahwa sejumlah kawasan di Balikpapan Selatan masih menghadapi persoalan klasik, seperti genangan air dan minimnya penerangan di jalan lingkungan.
Ia menyebut, sebagian saluran air masih belum tersambung dengan baik antara bagian hulu dan hilir, sehingga aliran air kerap kali tersendat.
"Kalau drainasenya tidak tersambung dengan baik, air itu meluap dan menyebabkan genangan. Ini sering terjadi di kawasan pasar dan jalan utama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa kendala teknis juga muncul karena kondisi pemukiman warga yang padat dan banyak bangunan permanen berdiri di atas jalur saluran. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menunda penataan.
"Kami terus mendorong agar pemerintah mencari solusi tanpa merugikan masyarakat. Bisa dengan penyesuaian desain atau koordinasi bersama RT setempat,” jelasnya.
Selain itu, Laisa menyoroti pentingnya pemerataan penerangan jalan umum (PJU) sebagai sarana keselamatan warga. Ia menilai, penerangan bukan hanya soal keindahan kota, tetapi juga faktor keamanan bagi masyarakat.
"Lampu jalan itu kebutuhan dasar. Kalau jalan gelap, rawan kecelakaan dan tindak kriminal. Karena itu, kami perjuangkan agar setiap RT minimal harus punya beberapa titik lampu baru setiap tahun,” katanya.
Beberapa kawasan yang telah mendapat tambahan lampu jalan, antara lain Sepinggan Baru, Sepinggan Raya, dan Sepinggan Induk. Untuk tahun depan, pihaknya juga mengusulkan pemasangan di ruas Jalan Mukmin Faisal hingga kilometer 8, yang dikenal minim penerangan.
"Wilayah itu sering jadi tempat nongkrong anak muda malam hari. Kalau diterangi, risikonya berkurang dan warga juga bisa lebih nyaman,” ujarnya.
Komisi III DPRD Kota Balikpapan juga mendorong sinergi antara pemerintah kota dan provinsi untuk mempercepat penataan infrastruktur lintas wilayah, termasuk rencana jalan tembus di kawasan selatan.
"Kami sudah komunikasikan dengan pihak provinsi agar jalur itu segera mendapat perhatian. Minimal ada lampu sementara atau tanda jalan agar masyarakat lebih aman,” jelasnya.
Dengan begitu, Laisa berharap arah pembangunan kota ke depan bisa lebih menekankan asas pemerataan dan keberlanjutan.
"Kota Balikpapan bukan hanya pusat kota. Wilayah selatan, utara, dan timur juga bagian dari wajah kota yang harus kita rawat bersama. Kalau infrastrukturnya merata, kesejahteraan masyarakat juga akan ikut tumbuh,” tandasnya. (Adys/adv/*)