Laisa Hamisah Ajak Generasi Muda Balikpapan Wujudkan Semangat Pahlawan Lewat Aksi Nyata

Jumat 14 November 2025

BALIKPAPAN — Momentum Hari Pahlawan tahun ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk menyalakan kembali semangat juang para pendahulu dalam bentuk karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, menilai bahwa makna kepahlawanan harus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diperingati setiap 10 November saja.

Laisa Hamisah Anggota Komisi III DPRD Balikpapan. (Ady)

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki peran besar dalam menentukan arah kemajuan bangsa. Namun, tantangan yang dihadapi berbeda dengan masa perjuangan fisik dulu.

"Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan bambu runcing, sekarang generasi muda harus berjuang dengan ilmu, kreativitas, dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” ujar Laisa, Selasa (11/11/2025).

Ia menegaskan, semangat kepahlawanan bisa diwujudkan melalui banyak hal sederhana, seperti menjaga persatuan, menghindari perpecahan, serta aktif berperan dalam kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

"Kepahlawanan hari ini adalah ketika kita bisa membawa manfaat bagi sekitar, membantu sesama, dan menebar semangat kebaikan,” tambahnya.

Dalam hal ini, Laisa menyebut nilai perjuangan tidak boleh hilang di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Justru nilai-nilai itu perlu menjadi pondasi moral bagi anak muda agar tidak mudah tergerus budaya instan.

"Kita harus rawat jiwa gotong royong dan nasionalisme di era digital ini. Jangan sampai generasi kita kehilangan semangat berjuang dan rasa cinta tanah air,” jelasnya.

Laisa juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di sekolah dan keluarga sebagai cara menanamkan nilai kepahlawanan sejak dini.

Karena menurutnya, membangun generasi yang tangguh bukan hanya soal kecerdasan akademik saja, tetapi juga kekuatan moral dan empati sosial.

"Anak-anak kita harus dibiasakan memiliki rasa tanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan. Itu bagian dari perjuangan juga,” tegasnya.

Selain itu, Laisa mengaitkan nilai perjuangan dengan makna spiritual yang menekankan keikhlasan dalam berbuat baik.

Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan positif yang dilakukan dengan niat tulus juga merupakan bentuk jihad dan pengabdian.

"Berjuang itu bukan hanya di medan perang, tapi juga dalam pengabdian bekerja sungguh-sungguh dan memberi manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Dengan demikian, Laisa mengajak seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk bisa menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat rasa syukur dan semangat persatuan.

"Mari kita teruskan perjuangan para pahlawan dengan cara kita masing-masing, yakni lewat pendidikan, pengabdian, dan kontribusi bagi kota serta bangsa,” pungkasnya. (Adys/adv/*)