Jumat 14 Juni 2024
UJOH BILANG - Sejumlah kampung di Mahakam Ulu (Mahulu) harus rela merogoh kocek dalam-dalam untuk kebutuhan listrik.
Mereka harus membeli bahan bakar solar untuk menyalakan mesin genset demi menerangi rumah mereka saat malam hari. Sebab, listrik PLN belum masuk ke desa yang rata-rata penduduknya berada di bantaran Sungai Mahakam.
Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh mengatakan Pemkab Mahulu berupaya agar listrik dapat menjangkau seluruh daerah. Bahkan Ia katakan Pemkab juga terus melakukan kegiatan pembangunan untuk sarana kelistrikan, maka itu perlu dilakukan kolaborasi dan koordinasi.
"Sudah bagus, kita bangga mereka sudah punya perencanaan roadmap tentang pembangunan kelistrikan di Mahulu, tinggal kolaborasi dan koordinasi yang bagus saja," katanya.
Hal ini perlu kolaborasi yang baik dengan GM PLN Unit Induk Kaltim karena di Pemkab juga melakukan kegiatan pembangunan untuk kelistrikan supaya tidak overlap atau tumpang tindih. Ia sangat berharap pada tahun 2024 ini kebutuhan listrik di Kabupaten Mahulu telah terpenuhi.
“Penekanan untuk pembangunan listrik di Mahulu, agar 2024 di Mahulu benar-benar listriknya sudah menyala semua, 100 persen,” harap Boni.
Besar harapannya kedepannya Mahulu dapat seperti daerah lain mendapat layanan PLN yang maksimal, “Listrik bisa optimal di Mahulu. Sesuai kebutuhan masyarakatnya dalam waktu yang tidak panjang. Jika tahun 2024 semua sudah bisa 100 persen, kita sangat senang,” ucapnya.
Meski begitu, Ia menyadari pembangunan listrik di Mahulu butuh waktu dan proses yang panjang.
Atas hal itu Ia meminta masyarakat dapat bersabar, khususnya bagi yang belum terlayani aliran listrik dan yang sudah terlayani dapat memelihara aset yang sudah ada itu supaya bisa bermanfaat dan bisa dipakai dalam waktu yang panjang.
Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun juga menambahkan beberapa kampung di Mahulu sampai saat ini hanya bisa menikmati listrik selama enam jam. Bahkan ada yang belum teraliri sama sekali, sehingga mereka terpaksa menggunakan genset sendiri.
Melihat keadaan seperti ini, Pemkab Mahulu terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakatnya.
"Ya memang tetap kita tingkatkan begitu ya, terutama daerah yang belum teraliri listriknya," katanya, Jumat (14/6/2024).
Salah satu daerah yang belum teraliri listrik adalah kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu.
Untuk pemenuhan listrik di daerah ini, Kabupaten Mahulu mendapat bantuan dari provinsi untuk biaya pemasangan jaringan bagi masyarakat. Pemkab Mahulu terus berupaya untuk meningkatkan jangkauan pelayanan PLN di Mahulu.
"Artinya tetap berjalan terus begitu kan penambahan jaringan, kita ngak bisa semuanya langsung semua kampung dapat semua," ujarnya.
Salah satu faktor penghambat peningkatan layanan PLN di Mahulu adalah jarak antar kampung yang saling berjauhan. Untuk mencukupi kebutuhan listrik di seluruh daerah tersebut dibutuhkan anggaran yang cukup besar, bahkan miliaran.
Bahkan akibat kontur jalan yang belum terlalu baik tersebut, anggaran miliaran rupiah hanya untuk menjangkau beberapa kampung saja.
"Bahkan jalan kita juga belum kalau kita mau pasang tiang segala macam kan ini masih bergerak disitu, masih di turunkan ada yang di gunung segala macam," tandasnya. (Adv/KominfoMahulu/*)