
Selasa 18 November 2025
SANGATTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ditempuh dengan menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas. Kebijakan ini mendapatkan penekanan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, yang melihat infrastruktur bukan hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi sebagai penggerak utama multiplier effect perekonomian lokal.
Faizal Rachman, Anggota DPRD Kutim, dalam sebuah wawancara eksklusif, menegaskan bahwa infrastruktur merupakan komponen vital dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Menurutnya, tanpa infrastruktur yang berkualitas, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menemui hambatan signifikan.
“Insfrastruktur pembangunan bagian terpenting agar peningkatan pertumbuhan ekonomi dimasyarakat itu berkembang,” ujar Faizal.
Pernyataan tersebut, meski singkat, mencerminkan filosofi pembangunan yang dianut. Faizal menjelaskan bahwa ketersediaan infrastruktur yang memadai—mulai dari jalan, jembatan, jaringan listrik, hingga akses internet—akan membuka isolasi dan memperluas akses pasar bagi masyarakat. Petani, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat mendistribusikan produk mereka dengan lebih mudah dan efisien, sehingga nilai jual dan daya saingnya meningkat.
Lebih dari itu, infrastruktur diyakini akan menarik minat investor dan merangsang munculnya usaha-usaha baru. Sebuah wilayah dengan konektivitas yang baik dan dukungan fasilitas yang memadai menjadi lebih menarik untuk penanaman modal, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian secara lebih luas.
Komitmen ini, menurut Faizal, tidak hanya sebatas wacana. Ia menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas yang mendapatkan perhatian khusus. Pemerintah daerah bersama dengan DPRD, kata dia, berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa program-program infrastruktur dapat diwujudkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Dan hal itu program prioritas yang akan segera diselesaikan,” tegas Faizal.
Penegasan ini mengindikasikan adanya percepatan yang diinginkan oleh legislatif dan eksekutif. Penyelesaian proyek-proyek infrastruktur secara tepat waktu dinilai akan memberikan dampak signifikan dan langsung terhadap percepatan pembangunan di Kutai Timur. Setiap proyek yang tuntas, seperti perbaikan jalan desa atau pembangunan irigasi, diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka tanpa penundaan yang berarti.
Di tempat terpisah, seorang pengamat ekonomi lokal, Ahmad Syafii, mendukung pandangan ini. "Pernyataan anggota dewan tersebut sangat tepat. Dalam teori ekonomi regional, infrastruktur adalah tulang punggung. Ia menurunkan biaya logistik, meningkatkan efisiensi, dan pada akhirnya meningkatkan nilai tambah dari setiap komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat Kutim. Fokus pada infrastruktur adalah langkah strategis yang berdampak jangka panjang," ujar Syafii.
Dampak strategis dari fokus ini juga diarahkan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Kutai Timur sebagai wilayah yang luas, rentan terhadap ketimpangan antara kawasan perkotaan seperti Sangatta dan wilayah pedalaman. Dengan membangun infrastruktur di daerah-daerah tertinggal, akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas pelayanan publik yang berkualitas seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi, dapat ditingkatkan.
Dengan demikian, pernyataan Faizal Rachman dan komitmen Pemerintah Daerah ini bukan sekadar agenda pembangunan fisik biasa. Ini adalah sebuah langkah terencana untuk membangun fondasi yang kokoh, di mana peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat bertumpu. Keberhasilan dalam mewujudkan komitmen ini akan menjadi penentu bagi masa depan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa tahun mendatang. (adv/*)