
Selasa 18 November 2025
SANGATTA – Dalam upaya serius menangani masalah kerusakan jalan yang kian memprihatinkan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah menggalakkan sejumlah strategi inovatif. Pendekatan yang berfokus pada tindakan pencegahan dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan sekadar melakukan perbaikan secara rutin dan berulang.
Pandi Widiarto, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, mengungkapkan bahwa salah satu strategi kunci yang sedang dipersiapkan secara matang adalah pemanfaatan teknologi jembatan timbang. Instrumen ini diharapkan mampu menjadi solusi strategis untuk mengatur dan mengendalikan volume lalu lintas, khususnya kendaraan berat yang diakui sebagai kontributor utama percepatan kerusakan jalan.
"Menyediakan strategi jembatan timbang untuk dijalan nasional untuk volume kendaraan yang berlebihan itu bisa dikendalikan," ujar Pandi.
Implementasi sistem jembatan timbang ini rencananya akan dipusatkan pada ruas jalan nasional, yang berfungsi sebagai urat nadi utama pergerakan distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan terukur terhadap beban kendaraan yang melintas, diharapkan tekanan berlebihan pada struktur perkerasan jalan dapat dikurangi secara signifikan.
Ia menyampaikan pentingnya pengendalian ini. Menurut legislator Partai Demokrat itu, dengan adanya regulasi melalui jembatan timbang, investasi publik yang ditanamkan dalam pembangunan infrastruktur jalan dapat memiliki masa pakai yang lebih panjang. Infrastruktur jalan yang dibangun dengan mengorbankan anggaran yang tidak sedikit, semestinya dapat memberikan manfaat optimal sesuai dengan rencana usia pakainya.
"jalan yang sudah dibangun untuk 10 atau 15 tahun itu tetap bisa terjaga," tambahnya.
Pernyataan tersebut merefleksikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melindungi aset infrastruktur publik dari ancaman kerusakan dini yang tidak diinginkan. Dengan mengontrol ketat beban kendaraan yang melebihi ambang batas, diharapkan daya tahan dan usia pakai jalan dapat sesuai dengan perhitungan dan perencanaan teknis yang telah ditetapkan sejak awal pembangunan.
Selain itu, kehadiran jembatan timbang juga akan menjadi instrumen pendukung yang vital dalam penegakan hukum terhadap peraturan tentang batas muatan kendaraan. Aturan ini selama ini seringkali diabaikan dan dilanggar oleh para operator angkutan barang. Langkah proaktif ini tidak hanya bertujuan untuk memperpanjang umur teknis jalan, tetapi juga secara simultan dapat meningkatkan tingkat keselamatan bagi seluruh pengguna jalan, mengurangi risiko kecelakaan yang sering diakibatkan oleh kendaraan overload.
Dengan diimplementasikannya strategi jangka panjang ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap dapat menekan laju kerusakan jalan secara signifikan. Pada akhirnya, anggaran pemeliharaan yang selama ini membebani APBD dapat dioptimalkan dan dialihkan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur baru di sektor-sektor lain yang juga membutuhkan, mendorong pemerataan pembangunan di seluruh penjuru wilayah. (adv/*)