Inovasi Terbatas, Ekonomi Kreatif Daerah Belum Tergarap Optimal di Era Digital

Selasa 25 November 2025

SANGATTA – Potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah di Indonesia dinilai masih terkonsentrasi pada pengembangan sektor-sektor konvensional. Hal ini menandakan adanya kesenjangan dalam adopsi tren ekonomi digital yang tengah masif dikembangkan di tingkat nasional. Fokus utama pengembangan lebih banyak terpusat pada pemberdayaan wirausaha lokal di bidang-bidang tradisional seperti kuliner, industri rumahan skala kecil, dan kerajinan tangan yang dianggap sebagai potensi unggulan masyarakat setempat.

Yusri Yusuf anggota DPRD Kutim

Yusri Yusuf, selaku Anggota DPRD Kutim, memberikan konfirmasi mengenai kondisi riil di lapangan. "Kalau ekonomi kreatif kita masih konvensional pengembangan wirausaha untuk mereka berdayalah baik itu makanan industri kecil-kecil dan kreatifitas mereka begitu," ujarnya.

Pendekatan pengembangan yang masih bertumpu pada model konvensional ini sebenarnya memiliki landasan yang rasional. Sebagian besar pelaku ekonomi kreatif di daerah memang secara nyata bergerak di sektor riil yang langsung bersinggungan dengan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Industri makanan dan minuman, disertai dengan beraneka ragam kerajinan tangan khas daerah, telah menjadi tulang punggung perekonomian kreatif lokal yang ketahanannya tidak diragukan lagi.

Meskipun demikian, tantangan utama yang harus dihadapi ke depan adalah bagaimana strategi untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produk konvensional tersebut tanpa harus mengikis karakteristik lokal yang justru menjadi daya tarik dan pembeda utamanya. Aspek-aspek seperti inovasi dalam desain kemasan, penyusunan strategi pemasaran yang lebih modern, dan perluasan jaringan distribusi menjadi faktor-faktor krusial yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah daerah, berkolaborasi dengan stakeholder terkait, terus melakukan upaya sistematis untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk-produk ekonomi kreatif lokal. Beragam bentuk pelatihan dan program pendampingan secara konsisten diberikan kepada para pelaku usaha. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi kewirausahaan mereka, meskipun langkah-langkah yang diambil saat ini masih berada dalam koridor pengembangan yang bersifat konvensional.sss

Harapan ke depan adalah terwujudnya integrasi yang sinergis antara kekuatan ekonomi kreatif konvensional yang telah mapan dengan peluang dan dinamika yang ditawarkan oleh lanskap ekonomi digital. Dengan terciptanya integrasi ini, produk-produk lokal yang selama ini hanya dapat diakses dan dinikmati oleh segmen pasar yang terbatas, memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas dan beragam. Ekspansi pasar ini diharapkan dapat tercapai tanpa mengorbankan identitas, kekhasan, dan nilai-nilai lokal yang menjadi fondasi dan nilai jual utama dari setiap produk yang dihasilkan. (adv/*)