
Senin 24 November 2025
SANGATTA – Proyek pembangunan infrastruktur di Dermaga Kenyamukan, yang telah ditetapkan sebagai destinasi andalan baru di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendapatkan perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sorotan ini terutama tertuju pada aspek kualitas dan daya tahan infrastruktur untuk memastikan kesiapan daerah dalam menyambut operasional pelabuhan secara penuh di masa depan.

Anggota Komisi B DPRD Kutim, Faisal Rachman, menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan ini merupakan sebuah langkah strategis yang fundamental bagi kemajuan wilayah. Ia menekankan bahwa fondasi yang kokoh harus dipersiapkan dari sekarang.
“Ya, pelabuhan infrastruktur kenyamukan itu kan dibangun karena yang paling terpenting adalah itu untuk mempersiapkan kita ketika pelabuhan itu kan sudah mulai berjalan,” ujar Faisal.
Keberadaan infrastruktur dermaga yang memadai diharapkan dapat menjadi katalisator utama dalam membuka aksesibilitas menuju kawasan Kenyamukan dan sekitarnya. Peningkatan konektivitas ini diakui sebagai sebuah kemajuan yang signifikan, namun bukan merupakan sebuah titik akhir. Faisal menegaskan bahwa ini adalah sebuah proses dinamis yang memerlukan evaluasi dan pembenahan secara terus-menerus.
“jadi akses ke kenyamukan itu menjadi lebih baik dan ini harus terus disempurnakan.”
Faisal menyampaikan harapan dan imbauannya agar aspek kualitas tidak terabaikan atau dikorbankan dalam setiap tahap pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, orientasi proyek tidak boleh hanya terpaku pada target penyelesaian fisik semata, tetapi harus menjadikan mutu dan keawetan infrastruktur sebagai prioritas tertinggi. Hal ini dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa investasi publik yang dikeluarkan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek jangka pendek.
“makanya harapan kita pembangunan yang dilakukan itu betul-betul harus memikirkan kualitasnya.”
Penekanan pada kualitas dan standar konstruksi yang tinggi, tutupnya, pada akhirnya bertujuan agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan dan masa pakai yang memadai, sehingga dapat menahan tantangan waktu dan penggunaan. Dengan pendekatan ini, Dermaga Kenyamukan diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik atau destinasi wisata semata, tetapi juga benar-benar berfungsi sebagai aset strategis yang fungsional, produktif, dan berkelanjutan untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian Kutim dalam jangka panjang.
“sehingga daya tahan dari bangunan itu bisa tahan lama.”
Dengan demikian, pesan yang disampaikan oleh DPRD Kutim melalui Faisal Rachman sangatlah jelas: pembangunan infrastruktur, terutama yang bersifat strategis seperti Dermaga Kenyamukan, harus dilandasi oleh prinsip keberlanjutan dan kualitas. Komitmen terhadap mutu pembangunan akan menentukan sejauh mana infrastruktur ini dapat menjadi penopang perekonomian daerah dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat Kutim di masa yang akan datang. Pengawasan yang ketat dan konsisten dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD, mutlak diperlukan untuk memastikan agar setiap tahapan pembangunan sesuai dengan spesifikasi dan standar teknis yang telah ditetapkan, sehingga terwujud Dermaga Kenyamukan yang tidak hanya megah, tetapi juga andal dan bermanfaat untuk generasi mendatang. (adv/*)