
Senin 24 November 2025
SANGATTA – Lembaga legislatif menyoroti perkembangan sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Desakan untuk melakukan penyempurnaan dan peningkatan strategi pengembangan sektor potensial ini secara khusus disampaikan oleh Komisi B DPRD Kutim, yang memiliki tugas di bidang perekonomian. Desakan untuk adanya lompatan dalam kebijakan ini disampaikan secara langsung oleh Yusri Yusuf, salah seorang anggota Komisi B, dalam sebuah wawancara terbatas di Sangatta.

Yusri mengungkapkan bahwa DPRD, melalui fungsi pengawasannya, telah memberikan instruksi dan penekanan khusus kepada dinas teknis terkait untuk lebih fokus pada pengembangan Ekraf. Instruksi ini menunjukkan adanya perhatian politik yang tinggi dari dewan terhadap masa depan sektor ekonomi yang berbasis pada kreativitas dan intelektual ini.
"Ekraf itu kami tekankan ke dinas untuk pengembangan Ekraf, tapi mereka masih punya program yang betul-betul sesuai dengan kerja mereka," ujarnya.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa meskipun telah ada instruksi, program yang dijalankan oleh dinas terkait dinilai masih berjalan dalam koridor 'business as usual' – terbatas pada program-program rutin yang telah ada sebelumnya dan belum menunjukkan terobosan yang signifikan. Lebih lanjut, Yusri dengan tegas menyampaikan tuntutan inti dari dewan.
"Kita minta supaya Ekraf itu ditingkatkan," tegasnya.
Permintaan peningkatan ini mengandung makna yang luas, mulai dari penambahan alokasi anggaran, inovasi dalam program, hingga efektivitas implementasi di lapangan. Namun, upaya peningkatan yang diharapkan tersebut dinilai belum sepenuhnya didukung oleh strategi yang efektif, terukur, dan inovatif dari pihak eksekutif.
Menurut penilaian Yusri, pendekatan dan metodologi yang dilakukan oleh dinas terkait saat ini belum menunjukkan perubahan atau kemajuan yang berarti jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Strategi yang ada dianggap belum mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekosistem Ekraf secara keseluruhan.
"Untuk strateginya ya saat ini belum terlalu signifikan lah, maksudnya apa yang ada sih sesuai aja, karena pengembangan Ekraf masih seperti yang sebelum-sebelumnya," jelasnya.
Ungkapan "masih seperti yang sebelum-sebelumnya" merupakan sebuah kritik konstruktif yang menunjuk pada kondisi stagnasi dalam pendekatan pengembangan. Hal ini mengindikasikan bahwa diperlukan revitalisasi strategi untuk menjawab tantangan zaman dan memanfaatkan peluang baru di sektor ekonomi kreatif.
Aktivitas yang dijalankan oleh dinas, seperti yang dipaparkan oleh Yusri, masih bersifat umum dan reaktif, serta belum menyentuh aspek pengembangan yang lebih strategis dan transformatif. Program-program yang ada tampak masih berfokus pada dukungan dasar.
"Melayani UMKM, membantu-bantuan produksi mereka, mungkin seperti itu," tambah Yusuf.
Aktivitas seperti 'melayani' dan 'membantu-bantuan produksi' memang diperlukan, namun dinilai belum cukup untuk menciptakan lompatan nilai (quantum leap) dalam pengembangan Ekraf. Pendekatan yang lebih visioner, seperti pembangunan ekosistem, fasilitasi akses pasar yang lebih luas, penguatan merek, integrasi dengan teknologi digital, dan pengembangan sumber daya manusia kreatif yang unggul, tampaknya masih perlu ditingkatkan.
Pernyataan-pernyataan dari anggota dewan ini secara keseluruhan menyiratkan adanya kebutuhan yang sangat mendesak untuk inovasi, terobosan kebijakan, dan penyusunan roadmap yang jelas dalam pengembangan Ekraf di Kutim. Dorongan dari DPRD ini diharapkan dapat memacu percepatan dan peningkatan kualitas pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, yang pada akhirnya akan berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kutai Timur secara berkelanjutan.
Analisis terhadap situasi ini menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara harapan legislatif untuk sebuah terobosan dengan realitas implementasi strategi yang masih berjalan dalam pola konvensional. Tantangan utama yang teridentifikasi adalah perlunya transisi dari pendekatan yang bersifat pelayanan dasar menuju pendekatan pengembangan ekosistem yang komprehensif dan berorientasi pada pertumbuhan yang eksponensial. Hal ini memerlukan tidak hanya komitmen politik yang kuat, tetapi juga kapasitas kelembagaan, perencanaan strategis yang matang, serta kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif. Ke depan, evaluasi mendalam terhadap strategi yang ada dan perumusan langkah-langkah inovatif yang konkret menjadi sebuah keharusan untuk melepas belenggu stagnasi dan mengakselerasi kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pembangunan Kutai Timur. (adv/*)