
Rabu 9 Juli 2025
SAMARINDA – Maraknya penggunaan media sosial oleh generasi muda di Kalimantan Timur menjadi sorotan serius Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.
Ia menyuarakan keprihatinannya terhadap pola konsumsi digital yang kian tidak terkontrol, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat seperti kehadiran TikTok, Instagram, dan YouTube memang menawarkan hiburan dan ruang aktualisasi diri. Namun jika tidak digunakan secara bijak, justru bisa menjadi sumber kemunduran produktivitas.
"Teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Bisa sangat bermanfaat, tapi juga bisa menyesatkan kalau tidak digunakan dengan bijak,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).
Damayanti menyoroti fenomena “scrolling tanpa tujuan” yang kini menjadi kebiasaan banyak anak muda.
Ia menyebut aktivitas tersebut berpotensi mengalihkan fokus generasi muda dari hal-hal yang membangun ke hal-hal yang bersifat konsumtif dan instan.
"Rebahan sambil scroll TikTok itu nggak salah. Tapi kalau jadi rutinitas utama, lalu berharap sukses? Itu perlu dikoreksi,” tegasnya.
Sebagai legislator yang aktif dalam isu pendidikan dan penguatan karakter, Damayanti mendorong generasi muda untuk menyeimbangkan kehidupan digital dengan budaya literasi.
Ia mengajak pelajar dan mahasiswa untuk lebih banyak membaca, menulis, dan berdiskusi guna memperluas wawasan serta kemampuan berpikir kritis.
"Kalau ingin jadi pemimpin masa depan di dunia usaha, politik, pendidikan dasarnya harus kuat. Dan itu dibentuk dari kebiasaan berpikir kritis sejak dini,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar soal kemampuan menggunakan gawai, melainkan juga mencakup etika berinteraksi di ruang digital, kemampuan menyaring informasi, serta memproduksi konten yang positif dan edukatif.
"Masa depan kalian bukan ada di ujung scroll. Mulailah dari hal kecil—baca buku, ikut forum diskusi, buat konten yang menginspirasi. Biar teknologi kerja untuk kalian, bukan sebaliknya,” tandasnya. (Adv/DPRDKaltim/*)