
Selasa 3 Juni 2025
SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Fadly Imawan, mewakili pimpinan DPRD Kaltim menghadiri peresmian Gedung Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV di Samarinda, Jumat (30/5/2025).
Acara ini juga dirangkai dengan dialog kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Fadly Imawan menyambut hangat kehadiran Menbud RI ke Kaltim.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan anugerah bagi daerah, karena menunjukkan dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pembangunan kebudayaan di wilayah Kaltim.
"Kementerian Kebudayaan RI berperan penting dalam menyusun kebijakan, memberikan koordinasi, serta bimbingan teknis kepada daerah, terutama dalam mengembangkan dan melestarikan budaya lokal,” ujar Fadly.
Ia berharap, kunjungan Menbud Fadli Zon membawa dampak positif terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Bumi Etam.
"Kaltim memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari bahasa, adat istiadat, hingga keragaman suku. Ini harus dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tapi juga internasional,” tambahnya.
Fadly menekankan pentingnya pelestarian budaya dilakukan secara kolaboratif, melibatkan berbagai pihak untuk mendukung sektor kreatif, pendanaan, dan promosi.
"Dengan kehadiran Pak Menteri, kita semakin percaya diri untuk memperkenalkan dan memperkuat budaya Kaltim,” ucapnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fadly juga mendorong generasi muda untuk terus mengekspresikan karya seni dan mencintai budaya Nusantara.
Menurutnya, kampanye cinta budaya harus digerakkan secara kreatif dan modern, agar bisa menjangkau anak-anak muda.
BACA JUGA: https://harianjurnal.com/parlementaria/8766-kasus-rdp-rshd-bk-dprd-kaltim-terima-laporan-ikadin
"Gerakan kebudayaan akan memberi ruang bagi masyarakat untuk melatih kepekaan, memahami falsafah bangsa, dan menghidupkan nilai-nilai luhur,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa keberadaan BPK sangat strategis dalam mendukung pelestarian dan revitalisasi warisan budaya. BPK berperan menginventarisasi, melestarikan, dan mempromosikan budaya lokal termasuk cagar budaya.
"BPK juga berfungsi sebagai pusat informasi dan sumber daya bagi masyarakat yang ingin belajar dan terlibat dalam pelestarian budaya,” pungkasnya. (Adv/DPRDKaltim/*)