Kejahatan "Anak" Makin Menjadi Akibat Pornografi

Sabtu 21 September 2024

Ummu Hawwa

Muslimah KoltimĀ 

Jakarta, CNN Indonesia -- Empat remaja di bawah umur di Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, memperkosa dan membunuh seorang siswi SMP berinisial AA (13).

Kapolrestabes Palembang Kombes Haryo Sugihhartono menyebut jasad korban ditinggalkan keempat pelaku di sebuah kuburan Cina, pada Minggu (1/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Potret generasi makin suram adalah realita hari ini.

Hal ini tampak dari perilaku pelaku yang kecanduan pornografi dan bangga dengan kejahatan yang dilakukannya, bahkan Mereka sudah merencanakan pemerkosaan tersebut, fatalnya karena sampai mengakibatkan melayangnya nyawa korban.

Fenomena ini juga menggambarkan anak-anak kehilangan masa kecil yang bahagia, bermain dan belajar dengan tenang, sesuai dengan fitrah anak dalam kebaikan.

Alih-alih bermain layaknya anak kecil justru malah melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, sebab usia sedini itu melakukan hubungan kayaknya orang dewasa, bahkan melakukan pemaksaan, dan dilakukan ramai-ramai.

Sistem yang Liberal Hal ini tentu juga berkaitan dengan media yang semakin liberal, dimana adegan dewasa di pertontonkan secara bebas di sosial media, bahkan ada juga yang berbayar dan tidak jarang remaja hari ini rela membeli film atau video yang punya unsur pornografi. tidak hanya itu, tayangan di TV nasional pun sekarang sudah sangat fulgar, dimana seharusnya adegan tersebut tidak seharusnya lolos dalam pengawasan.

Sementara itu tidak ada keseriusan dari negara menutup konten-konten pornografi, bahkan malah di tumbuh suburkan tidak jarang kita melihat di beranda sosial media muncul iklan-iklan yang berbau pornografi serta banyaknya aplikasi-aplikasi yang banyak menayangkan adegan dewasa, dimana itu semua sangat gampang di akses oleh siapapun, bahkan anak yang di bawah umur sekalipun Padahal bahaya dari pornografi begitu nyata, berkaca dari kasus di atas, dimana mereka melakukan tindakan keji itu setelah mereka menonton film porno, yang bikin miris adalah pelaku yang masih di bawah umur.

Kejahatan hari ini makin merajalela dan pelakunya pun bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak yang seharusnya tidak punya pemikiran untuk melakukan hal seperti keji itu.

Dampak dari diterapkan sistem liberal ini tentu akan sangat merugikan bangsa, sebab, generasi yang seharusnya menjadi pemimpin di masa depan justru telah di rusak moralnya.

Gagalnya sistem pendidikan juga tampak dari kasus ini, dimana pendidikan hari ini hanya mengutamakan angka, tanpa mendidik dan mengawasi tingkah laku dari remaja itu sendiri, sehingga generasi sekarang akhlaknya sangat bobrok.

Belum lagi sanksi yang diberikan tidak bersifat jera, sehingga pelaku akan selalu bermunculan dengan berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai orang tua sekalipun.

Inilah bukti rusaknya sistem yang diterapkan, dimana generasi di serang dari berbagai sisi mulai dari sisi pendidikan yang minim pendidikan mengenai akhlak, masyarakat yang begitu bebas, tontonan yang semakin fulgar, sampai negara yang tidak memiliki kepedulian yang serius terhadap nasib generasi kedepan.

Islam sebagai solusi Islam mewajibkan negara mencegah terjadinya kerusakan generasi melalui penerapan berbagai aspek kehidupan sesuai aturan Islam di antaranya pendidikan Islam, media islami, hingga sistem sanksi yang menjerakan.

Negara memiliki peran besar dalam hal ini, sebagai salah satu pilar tegaknya aturan Allah. Islam sendiri melarang keras mendekati zina apalagi melakukan zina. Dalilnya dalam Surah Al-Isra ayat 32, Allah SWT Melarang untuk mendekati zina bukan tanpa alasan sebab perbuatan tersebut adalah perbuatan buruk dan banyak menimbulkan mudharat.

Kemudian dalam ayat tersebut sangat tegas bahwa adanya larangan mendekati zina, sehingga apapun yang mengundang perbuatan zina adalah haram baik dalam pornografi maupun pornoaksi.

Adapun dampak dari mendekati zina diantaranya adalah merusak kehormatan umat Islam, merusak moral dan mental generasi dimasa depan, bahkan sampai pada kehancuran generasi.

Sehingga memang harus di cegah dan Islam datang untuk dijadikan aturan hidup, dan masalah pornografi ini bisa di tuntaskan tatkala Islam di jadikan rujukan dalam mengatur kehidupan umat manusia.

Darurat pornografi merupakan masalah besar yang harus segera diberantas sebab telah memakan banyak korban dan menjadikan tatanan kehidupan rusak, maka solusi yang tepat adalah Islam, sebab Islam tidak hanya membentuk individu yang bertakwa tetapi juga menjadikan masyarakat yang sehat, yang terjaga dalam berbagai tindakan yang merusak moral dan mental masyarakat.

Yang tak kalah penting adalah adanya pemerintahan sebagai pelindung, dan mampu memberantas situs-situs pornografi, dan memblok media-media yang menyebarkan apapun yang berbau pornografi yang mampu merangsang naluri seksual seseorang, dan sudah selayaknya pemerintah menjadi pengatur bagi rakyatnya, dengan menjalankan aturan-aturan yang berasal dari pencipta yakni Allah SWT.

Dan tentunya ketika aturan pencipta yang di jalankan maka kemungkinan untuk terjadinya kasus seperti pemerkosaan dan pembunuhan akan sangat minim, sebab sanksi yang di berikan kepada para pelaku bersifat jera, sehingga orang-orang akan takut untuk melakukan tindakan kriminal, seperti banyaknya yang terjadi sekarang ini.

Maka dari itu solusi tuntas dari kasus pornografi dan kasus lainnya yang berujung pada kematian hanyalah dengan menerapkan aturan Islam secara Kaffah, yang sudah terbukti mampu menciptakan masyarakat yang Islami, bukan hanya Individu saja tapi juga masyarakat bahkan sampai pada negara yang Islami di bawah naungan daulah Islamiyah. Wallahu 'alam bissowab.