Sabtu 21 September 2024
Penulis : Kasmiah
(Pemerhati Sosial Masyarakat)
Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas mengatakan bahwa rapat ini merupakan rencana persiapan uji coba pembelian tabung melon dengan menggunakan kartu pembelian. Rencana persiapan uji coba rencananya dua RT akan di uji coba sebagai bahan evaluasi.
Rencana ini di mulai sejak mei lalu dan harus di verifikasi berlapis agar dapat di pastikan warga tersebut benar benar layak mendapat kartu.
Dan rencananya dua RT akan di uji coba sebagai bahan evaluasi. Rencana ini di mulai sejak mei lalu dan harus diverifikasi berlapis agar dapat di pastikan warga tersebut benar benar layak mendapat kartu.
Pemkot mengupayakan penyaluran khusus bagi warga miskin melalui kartu pembelian gas LPG 3 kg, rencananya uji coba akan dilaksanakan kamis 19/09 mendatang menyasar 2 RT dengan target 75 k.
Pendataan warga miskin telah final di lokasi pilot project, kelurahan Bukit pinang kecamatan samarinda Ulu sebanyak 498 KK.
Pemkot juga kembali mengingatkan, program ini tujuannya selain penyaluran tabung gas subsidi tepat sasaran bagi warga miskin, keinginan pemerintah adalah memberikan kenyamanan bagi warga miskin untuk tidak lagi mengantri, karna kepastian tabung gasnya telah aman disediakan di pangkalan resmi.
Setelah ditemui kepala Bidang ( kabid) perdagangan Dinas koperasi, usaha kecil menengah, perindustrian dan perdagangan (Diskukmpendag)Kabupaten penajam paser utara ( PPU)Marlina juga menjelaskan terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg.
"Sebenarnya kelangkaan itu tidak ada, namun terkadang masyarakat masih bnyak yang mengakomodir ke pengecer yang seharusnya langsung ke pangkalan," Cara mengatasinya kami akan melakukan operasi pasar di beberapa wilayah yang ada di Ppu.
Mengapa hal ini terjadi? Seharusnya ada penanganan yang tepat dan cepat agar tidak terulang kembali permasalahan yang terjadi kurangnya persediaan gas.
Pada saat kelangkaan ini terjadi ada yang memanfaatkan peluang ini dengan menjual harga yang tinggi karna ingin meraup untung yang lebih banyak, hal seperti ini adalah hasil dari sistem kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan karena tidak adanya pengaturan dalam mengatasi kebutuhan pokok masyarakat.
Uji coba yang akan di lakukan untuk masyarakat miskin belum bisa menyelesaikan masalah karena gas adalah kebutuhan masyarakat baik yang miskin maupun yang ekonominya menengah keatas, tapi nyatanya kelangkaan itu terus terjadi.
Para penguasa tidak memberikan solusi yang tuntas untuk masalah, yang ada hanya masalah yang tidak pernah dapat terselesaikan. Padahal Kalimantan termasuk daerah yang kaya gas tetapi rakyatnya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan gas karena SDAE yang ada justru di kuasai para pemilik modal para kapital yang diijinkan oleh penguasa untuk masuk secara bebas mengambil SDAE yang kita miliki.
Dalam islam semua diatur dan di jalankan dengan baik sesuai aturan dari Allah SWT. Subsidi dalam islam itu merupakan tanggung jawab pemerintah dengan tidak membeda bedakan antara yang miskin dan yang meynenfah keatas dan tidak pula membedakan baik muslim.maupun non muslim semua berhak menikmati kekayaan SDAE yang ada.
Negara mengelolah SDAE sesuai aturan yang ada yaitu gas alam, sumber daya alam, minyak bumi itu menjadi milik rakyat, dan apabila di kelola berdasarkan islam, rakyat hanya dibebani biaya operasional saja. Negara tidak boleh mengambil keuntungan dari rakyat. Wallahua'lam.