Potret Kelam Sistem Pendidikan Sekuler

Senin 26 Agustus 2024

Ummu Hawwa

Muslimah Koltim

Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal bunuh diri di kamar indekosnya di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (12/8).UGM membenarkan adanya perisitwa ini. "Benar. Namun mohon pemberitaannya yang kalem karena prihatin ke keluarga yang baru berduka," kata Sekretaris UGM Andi Sandi melalui pesan singkat, Selasa (13/8).

Andi Sandi mengatakan, mahasiswa tersebut berasal dari jurusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). "(Mahasiswa) FMIPA, Ilmu Komputer angkatan tahun 2021," jelasnya.

Kasus bunuh diri Mahasiswa sudah sering terdengar, setiap tahun mengalami peningkatan, dan tentu saja ini menjadi pertanyaan besar, kenapa bisa terjadi bunuh diri di kalangan mahasiswa, yang dimana Meraka merupakan penerus bangsa, ini adalah bukti dari gagalnya pendidikan di Indonesia.

Sekular biang masalah Ada banyak faktor yang mempengaruhi, menurut beberapa psikolog mahasiswa merupakan remaja yang sudah mengalami banyak perubahan baik dari perubahan fisik, emosional dan perubahan hubungan sosial.

Dan jika diperhatikan remaja sekarang itu mudah terpengaruh atau terbawa arus, akibat dari minimnya pengetahuan tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup dengan baik.

Ini adalah Fakta nyata di kalangan remaja pelajar, adanya serangan dari luar yakni kehidupan yang liberal dan hedonis yang menjadikan remaja sekarang ini meningkat rasa ingin tahu dan selalu mengikuti trend tanpa menghiraukan dampak negatif dari perilaku tersebut.

Kemudian melihat dari sisi kehidupan mahasiswa itu sendiri memang berat, di mana adanya kenaikan UKT dan biaya hidup yang meningkat yang menjadi beban bagi mahasiswa, dan tidak jarang mahasiswa mengambil jalan pintas untuk memenuhi itu dengan cara mengambil pinjaman online, Mereka menganggap itu akan menyelesaikan masalah tapi justru itu akan menambah beban bagi mahasiswa itu sendiri.

Sehingga dengan kondisi remaja yang sedang mengalami perubahan dari berbagai sisi, kemudian harus menanggung banyak beban, belum lagi mental yang sangat lemah di mana ketika menghadapi suatu masalah itu akan mudah goyah, dan akhirnya ketika mendapatkan masalah yang kapasitasnya lebih besar maka muncullah depresi yang tidak terbendung dan memilih jalan untuk mengakhiri hidupnya. Inilah bukti lemahnya sistem pendidikan hari ini di mana tidak mampu membentuk pelajar atau generasi yang kuat terhadap tantangan yang akan dihadapi kedepannya.

Dan tentu saja penyebabnya adalah karena tidak adanya pemahaman mendalam kepada generasi tentang bagaimana menjalani hidup, menurut pandangan agama. Sebab ketika generasi itu dididik berdasarkan aqidah yang benar maka mustahil untuk menciptakan generasi yang lemah dan rapuh baik fisik maupun mentalnya.

Banyaknya kasus bunuh diri pada mahasiswa dan berbagai persoalan yang menimpa mahasiswa menggambarkan kompleksnya persoalan yang dihadapi.

Dan ini adalah suatu keniscayaan di dalam sistem sekuler di mana memisahkan kehidupan dengan agama, agama tidak di anggap penting lagi dalam menjalani kehidupan, hanya hanyalah sebatas ritual, agama tidak boleh mengatur budaya, dan kehidupan bersosial sehingga inilah yang terjadi, karena tidak adanya benteng yang kuat untuk menghadapi tantangan-tantangan yang berat maka generasi itu mudah terjerumus yang berakibat fatal sampai pada bunuh diri.

Sistem Islam adalah solusi Berbicara tentang pendidikan Islam, yang menjadi fokus utama adalah membangun pondasi akidah yang kuat pada diri setiap anak muda, mereka diberikan pemahaman bahwa tujuan manusia diciptakan di bumi adalah untuk beribadah kepada Allah.

Pendidikan Islam pun mempunyai sistem yang terstruktur dan sistemis dalam rangka untuk menciptakan manusia sesuai dengan tujuannya diciptakan.

Dan terbukti di masa khilafah Islam, generasi yang diciptakan itu adalah generasi yang cemerlang yang tentunya menjadi generasi yang mampu membangun bangsa ke arah yang lebih baik.

Tidak hanya sukses di bidang sains dan pengetahuan umum tapi mereka juga menjadi ulama yang fiddin, yang tentunya menjadi teladan di tengah-tengah umat. Keseimbangan ilmu tersebut menjadi bukti bahwa sistem pendidikan Islam sukses dalam mendidik generasi, dan bahkan diakui oleh dunia.

Sehingga generasi tumbuh dengan pondasi yang kuat ditambah mental yang layaknya baja, sebab ketika dihadapkan dengan masalah kehidupan tidak langsung memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup tetapi mampu menghadapi rintangan dan tantangan.

Dan tentunya ini tidak lain adalah tugas negara yang mendukung sistem pendidikan tersebut, sebab negara lah yang mampu mengadakan sistem pendidikan dengan seperangkat alat pendidikan, sehingga ketika kita menginginkan pendidikan Islam haruslah juga menghadirkan Negara Islam yang mengatur kehidupan dengan sistem Islam.

Sebab semua itu akan berkaitan baik dari sistem pendidikan dengan sistem ekonomi, sistem pergaulan dan yang lainnya. Sehingga ketika ingin generasi yang unggul dan tangguh maka umat harus beralih ke sistem pemerintahan Islam.

Yang mampu mengkoordinir semua sistem Islam, sehingga semua berasaskan Islam, sebab hanya Islam lah yang mampu mengubah generasi yang bobrok menjadi generasi yang cemerlang.

Islam memiliki sistem Pendidikan Islam yang kuat, karena berbasis akidah Islam, dan dengan dukungan sistem lain sesuai dengan islam, sehingga akan tercipta lingkungan hidup yang mendukung yang menguatkan terwujudnya kepribadian islam.

Sehingga jalan yang tepat untuk menghentikan maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa adalah dengan mengganti sistem yang ada hari ini, menjadi sistem yang berbasis Islam di bawah arahan negara Islam. Wallahu alam bissowabÂ