Kamis 4 MEI 2023
Oleh: Izzah Saifanah
Dikutip dari CNBCIndonesia (23/4), laju penularan Covid kembali memuncak di sekitar libur Hari Raya Idul Fitri 2023. Pemicunya adalah Covid varian Arcturus asal India.
Kemenkes memberikan imbauan agar warga RI berhati-hati dan memperhatikan gejala Covid varian baru tersebut. Adanya varian baru Covid-19 menjadi konsekuensi logis dari mekanisme penanganan pandemik ala kapitalisme. Dalam kapitalisme, materi menjadi satu-satunya nilai yang diakui dan diutamakan.
Meskipun pemerintah pernah menyatakan penanganan ekonomi dan kesehatan harus beriringan meski pada akhirnya kepentingan materi dan ekonomi yang diutamakan. Sehingga, penanganan pandemi tidak diarahkan pada putusnya rantai penularan virus.
Hal ini tampak dari sikap WHO yang mengakui tindakan kesehatan masyarakat dan sosial (Public health ad social measures) efektif untuk pembatasan penularan dan pengurangan kematian tetapi mengabaikan tindakan penguncian itu sendiri (lockdown) akibatnya banyak bermunculan varian baru yang jauh lebih berbahaya.
Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Maka dari itu keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan rakyat dalam kepemimpinan (sistem) Islam menempati posisi yang sangat diperhatikan.
Ketika wabah terjadi, maka pemimpin akan segera mengambil tindakan lockdown wilayah yang terjangkiti wabah pertama kali agar virus tidak menyebar luas.
Tidak ada seorang pun yang dibolehkan masuk atau keluar pada wilayah yang terjangkiti wabah. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus agar tidak meluas.
Dengan begitu celah munculnya varian baru virus akan tertutup sebagaimana yang pernah diterapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab ketika wilayah Syam dilanda wabah.
Selain lock down, khalifah juga mengoptimalkan pelayanan kesehatan serta menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat, dengan begitu rakyat tidak merasa terbebani dengan kebijakan tersebut.
Hal ini tentu jauh berbeda dengan sistem kapitalisme yang justru membiarkan rakyatnya berjuang melawan pandemi serta terus bekerja di dengan ancaman virus demi terpenuhinya kebutuhan hidup.
Dalam sistem Islam, segala kebutuhan primer seperti sandang, pangan dan papan termasuk keamanan rakyat akan dipenuhi sebagai penunjang dalam menjaga keamanan, keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya baik ketika terjadi wabah maupun dalam keadaan normal.
Semua kemudahan tersebut diberikan oleh khalifah, sebagai pemegang kekuasaan-dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemimpin dalam Islam, semata-mata untuk kesejahteraan rakyat.
Maka dari itu, agar dunia terbebas dari Covid-19, kaum muslim wajib mengganti sistem kapitalisme yang rusak dengan sistem pemerintahan yang menerapkan Islam secara menyeluruh dalam sistem kehidupan.