Minggu 9 APRIL 2023
Oleh Faizah Rukmini.,S.Pd
(Pemerhati Perempuan, Generasi dan Keluarga)
Banjir terjadi dimana - mana diperkotaan maupun di pelosok pedesaan, baik yang sedang dalam masa pembangunan maupun wilayah tertinggal.
Walaupun air banjir surut, Kekhwatiran akan banjir dirasakan oleh sebagian besar masyarakat, utamanya yang terdampak, di sekitar perumahan, di daerah pertanian maupun perkebunan.
Kondisi ini tentu akan berdampak pada aktifitas dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Banjir terjadi dibeberapa daerah ini disebabkan oleh berbagai kondisi curah hujan yang tinggi.
Namun dalam perkembangan tips tahunnya banjir semakin meresahkan masyarakat, pasalnya daerah yang jarang terjadi banjir kini menjadi langganan banjir, .bahkan dengan curah hujan yang rendah sekalipun banjir bisa terjadi.
Di Penajam Paser Utara peristiwa banjir sering kali terjadi hampir di tiap tahunnya. Memang benar wilayah banjir sebagian besar berupa daerah rawa namun kuantitas air yang semakin tinggi menjadikan banjir semakin dalam dan meluas.
Selain maraknya pembangunan gedung dan pergantian fungsi lahan serapan air menjadi lahan sawit yang mengurangi day serap tanah ketika hujan.
Di wilayah IKN Sepaku peristiwa banjir menjadi langganan bagi masyarakat sekitar. Pemerintah telah melakukan berbagi upaya untuk pencegahan banjir, hingga Menyusun rencana mitigasi bencana, tentunya ini tidak akan memberikan pengaruh signifikan, perlu ada analisa mendalam terkait akar persoalan banjir secara mendasar.
Jika ditelaah maka penyebab utama terjadinya banjir adalah akibat penerapan ideologi sekulerisme kapitalisme yang serakah, kebijakan yang neoliberalistik meniscayakan ekploitasi SDAE secara besar-besaran, penguasaan lahan oleh segelintir pengusaha kapitalis, pembangunan yang berorientasi kepentingan investasi asing berbalut kesejahteraan masyarakat yang sejatinya adalah menjajah negeri muslim yang kaya akan SDAE.
Rakyatlah yang merasakan dampak negatifnya dan membayar setiap kerusakan alam yang terjadi. Bagaimana sikap kita sebagai muslim?
Dengan mencermati berbagai fakta banjir, kerusakan lingkungan, salah tata kelola lahan seorang muslim sejatinya harus mengambil solusi Islam secara Kaffah. Islam sebagai sebuah ideologi mampu memberikan solusi tuntas atas setiap masalah termasuk persoalan banjir.
Apabila banjir menimpa kaum muslimin maka hendaknya bermuhasabah, apakah itu adalah ujian dari Allah agar kaum muslimin bersabar dan berupaya melewati ujian dengan tetap berpegang teguh kepada syari'at Allah, namun apabila itu adalah musibah yang diakibatkan akibat perbuatan manusia yang serakah Maka harus ada perubahan kearah yang lebih baik yakni Islam.
Islam akan menjamin kelestarian alam dengan menempatkan segala fungsi lahan sesuai pada tempatnya, tidak ada kapitalisasi lahan sebagaiman sistem ini menguasai lahan demi pembangunan, industri , infrastruktur yang justru lebih banyak memberi peluang kemudharatan dan demi kepentingan asing penjajah. Wallahu Alam Bishowab