Sistem Sekuler perlahan menggerogoti Nurani Remaja

Sabtu 1 APRIL 2023

Oleh: Herliani

 (Pemerhati Kebijakan Publik)

Rentetan pembunuhan disertai mutilasi di Sleman Tanggerang hingga Bekasi, Polisi telah menangkap pelaku yang memutilasi seorang perempuan menjadi puluhan bagian di Kaliurang Yogyakarta.

sebelumnya beberapa hari lalu polisi juga menangkap pelaku pembunuhan yang memutilasi korban menjadi empat bagian. Dipenghujung tahun, polisi juga menangkap pembunuhan yang diikuti aksi mutilasi di apartemen taman Rasuna Jakarta, motif dari ketiganya beragam mulai dari masalah ekonomi hingga asmara dilansir BBCNews Indonesia.

Beralih kepada aksi 3 ABG Sukabumi yang membacok siswa SMP hingga tewas, peristiwa pembacokan ini geger karena korban merupakan target kedua kali dan pembacokannya ditanyangkan secara langsung via instagram.

Kapolres Sukabumi kota AKBP SY Zainal Abidin menyatakan, kejadian ini cukup miris, faktanya bahwa ada anak yang saat ini posisinya sebagai anak berkonflik hukum (ABH) dengan sengaja memvideokan aksinya dilansir Detiknews.

Masih dari Sukabumi, kasus Tawuran berkedok perang sarung nyaris terjadi di kecamatan Cibadak kabupaten Sukabumi sabtu dini hari (25/3/2023). kapolsek Cibadak AKP Ridwan Ishak melalui kanit Reskrim ipda Asep Suhriat, mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan dari masyarakat terkait rencana perang sarung tersebut.

Di lokasi kejadian, polisi mendapati beberapa anak membawa sarung untuk tawuran, adapun yang berhasil diamankan berjumlah tujuh orang yang mana masih dibawah umur. dilansir SUKABUMI UPDATE.com Aksi perang sarung juga terjadi di Purworejo, insiden ini terjadi pada jumat (24/3/2023)

Sekitar pukul 01.00 WIB di desa Brenggong kecamatan Purworejo kabupaten Purworejo, Atas peristiwa ini 13 orang telah ditangkap oleh pihak kepolisian, sementara puluhan lainnya berhasil kabur.

Aksi perang sarung antar geng ini sangat meresahkan warga, karena saat mereka berkumpul bisa mencapai 50 orang lebih membuat masyarakat ketakutan. AKP Bruyi menyebut, kebanyakan anggota geng ini adalah anak-anak sekolah dan sebagian sudah tidak bersekolah, rata-rata itu SMP dan SMA yang motifnya hanya untuk gagah-gagahan dilansir Regional Kompas.com

Aksi yang serupa juga terjadi di Jagakarsa Jakarta Selatan, 15 remaja melakukan tawuran dengan menggunakan sarung yang ujungnya diikat batu, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.45 WIB Jumat (24/3).

Deretan kasus yang banyak melibatkan remaja diatas, menunjukan kondisi sosial masyarakat sedang tidak ideal, buah dari diterapkannya sistem sekuler kapitalisme dengan kebebasan berprilaku, meninggalkan agama (islam) dan tidak ingin diatur oleh aturan yang ada didalamnya Alhasil remaja kehilangan arah dalam menuntaskan problematika hidup yang dialaminya, dan cenderung mengandalkan hawa nafsunya untuk mencapai dan mencari jalan keluar dalam setiap masalah yang dihadapi.

Standar perbuatan mereka hanya berdasarkan manfaat, tidak memiliki tolak ukur yang jelas, terkesan bertindak berdasarkan akal dan perasaan, serta apa-apa yang umum ada didalam kehidupan masyarakat sekitarnya.

Banyaknya tindak kriminal yang makin sadis dilakukan para remaja, sejatinya ini telah menjadi gambaran rusaknya sistem sekuler, yang perlahan mengikis nurani yang ada pada diri pemuda.

Terutama pemuda muslim, terlebih banyaknya kasus ini terjadi didalam bulan suci Ramadhan yang seharusnya merupakan momentum pembentuk kepribadian islam, yang jauh dari kata kekerasan dan anarkisme lingkungan merupakan faktor penentu kepribadian remaja, diantaranya lingkungan keluarga. suda seharusnya anak mendapatkan bekal ilmu yang cukup mengenai tsaqofah islam yang akan dijadikan pedoman dalam setiap tindak tanduknya.

Selanjutnya adalah lingkungan pendidikan, yang mana seharusnya menjadi ruang yang memberikan tsaqofah/pemahaman islam, hingga memberikan benteng dalam menangkal pemahaman-pemahaman asing yang berpotensi merusak kehidupan remaja namun pada kenyataannya kesemua itu mulai direnggut oleh kuatnya arus paham sekuler kapitalis, yang menjadikan lingkungan keluarga abai akan hal itu.

Lingkungan sekolah pun hanyut dalam pola yang serupa. sekolah hanya sebatas mencari nilai, dengan seabrek tugas yang membuat siswa stress, hingga sebagian besar mencari pelampiasan/hiburan melalui hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai moral hingga agama.

Begitupun dengan pengaruh yang datang dari lingkungan pertemanan, sering kali mengantarkan remaja pada prilaku yang buruk, terutama jika mereka tidak memiliki pemahaman atau sikap yang baik, dalam berprilaku.

Masuknya pemikiran asing, ditambah mudahnya akses dan penyebaran tsaqofah rusak terhadap kehidupan sosial masyarakat, terutama dunia remaja tidak lepas dari peran Negara yang telah lama lalai, mengenai hal ini.

Solusi Islam

Membangkitkan ummat, dan mengembalikan pemuda pada peradaban yang cemerlang membutuhkan usaha yang besar dan komprehensif, yakni kembali menerapkan kehidupan islam secara total dan menyeluruh.

Memantapkan kembali 3 peran pokok dalam membangun peradaban manusia yaitu peran keluarga, peran masyarakat, dan Negara. didalam keluarga, anak benar-benar dididik dan dibekali pemahaman islam melalui proses berfikir, hingga terbentuk prilaku terbiasa melakukan pemecahan masalah menggunakan standar baik buruk, halal haram sesuai syariat islam.

Dengan diterapkannya syariat islam secara kaffah akan membentuk masyarakat yang khas, satu pemikiran, perasaan dan peraturan, yang nantinya akan saling bersinergi membangun peradaban cemerlang gemar beramal ma’ruf nahi munkar.

Kemudian kontrol sosial yang tinggi di masyarakat terhadap kedzoliman dan kemaksiatan,saat dihadapkan oleh keduanya masyarakat akan saling menasehati,hingga melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Ditambah pemberian sanksi tegas dan sama pada semua lapisan masyarakat atas tindak kejahatannya, serta memberi efek jera bagi pelaku hingga masyarakat.

Negara juga memfilter aksi-aksi kekerasan, pelecehan, dan sikap merendahkan (bullying) dimedia sosial, yang berpotensi ditiru oleh anak, karena islam sangat menentang kekerasan/anarkisme dalam bentuk apapun. Aturan didalam islam telah sangat jelas, standar sikap dan perbuatan yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan, dengan aturan-aturan ini masyarakat akan memiliki rujukan didalam berprilaku ditengah-tengah aktifitasnya beramal.

Dengan diterapkannya sistem islam secara kaffah di bawah naungan daulah islam, maka Negara akan mampu menjadi junnah atau pelindung generasi, dari kerusakan pemikiran dan prilaku mereka hingga terwujud peradaban manusia yang luhur. Wallahualam bissawab