TBC Pada Anak Terus Mengalami Peningkatan

Sabtu 25 MARET 2023

Oleh : Enita Ria

Kasus TBC pada anak di Indonesia mengalami peningkatan hingga 200 persen. TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang organ paru-paru.

Enita Ria

TBC tidak hanya dapat diderita oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Penyakit ini terutama menyerang paru, tapi juga bisa mengenai organ lain seperti selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, tulang, dan kulit.

TBC ditularkan lewat udara dari pasien TBC ke orang yang ada di sekitarnya, melalui percikan air ludah pasien saat batuk, bicara, atau bersin tanpa menutup mulut dan hidung atau tanpa menggunakan masker.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan terjadi kenaikan sangat signifikan atas temuan kasus tuberkulosis (TBC) pada anak di Indonesia. Kenaikan itu bahkan melebihi 200 persen, (gowapost).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Imran Pambudi menilai kenaikan ini terjadi lantaran banyak orang tua yang tidak menyadari gejala TBC atau tidak segera mengobati penyakitnya sehingga berimbas penularan pada kelompok rentan seperti anak-anak. 

"Kasus TBC anak mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dari 2021 ada 42.187, kemudian 2022 ketemu 100.726, jadi ini naik lebih dari 200 persen," kata Imran dalam acara daring 'Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2023', Jumat (17/3) CNN Indonesia Imran melanjutkan hingga Maret 2023 ini, Kemenkes juga telah menerima laporan sebanyak 18.144 anak terinfeksi penyakit menular ini.

Sementara secara kumulatif, Kemenkes telah mendeteksi 443.235 kasus TBC pada 2021 dan naik menjadi 717.941 kasus pada 2022. Sebab menurutnya masih banyak kasus TBC di Indonesia yang belum muncul ke permukaan.

Ia mengatakan berdasarkan data Global TB Report 2022, Indonesia berada pada peringkat kedua dengan beban kasus TBC terbanyak di dunia setelah India, dengan perkiraan kasus baru sebanyak 969 ribu. Ada berapa faktor terjadi nya peningkatan kasus TBC pada anak Faktor lingkungan.

Mengutip laman Alodokter (10-6-2022), ada beberapa kelompok berisiko tinggi tertular TBC, salah satunya ialah orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh; orang lanjut usia dan anak-anak; orang yang mengalami kekurangan gizi; orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV, kanker, dan sebagainya.

Lingkungan dan sanitasi yang bersih sangat penting untuk mencegah penyakit TBC. Bahkan, ada anggapan di masyarakat bahwa penyakit TBC adalah penyakit orang miskin lantaran berkaitan dengan lingkungan kumuh dan sanitasi air yang buruk, meski tidak jarang ada sebagian kelompok menengah ke atas juga menjadi penderita TBC.

Namun, harus kita akui bahwa lingkungan dan sanitasi buruk memperberat kasus TBC pada kelompok masyarakat ekonomi ke bawah. Daerah dengan kondisi kumuh dan kurang terawat dapat menjadi faktor penyebaran TBC, terutama jika masyarakat cenderung abai terhadap gejala TBC yang dialaminya. TBC juga rentan menyerang anak-anak dengan kondisi gizi yang buruk.

Menurut berbagai faktor di atas, biang masalah dari meningkatnya penyakit menular seperti TBC ini adalah penerapan sistem kapitalisme.

Sistem ini meniscayakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dikapitalisasi dan dikomersialisasi dalam setiap kebijakan negara.

Masyarakat harus berusaha keras jika ingin memenuhi kebutuhan mereka. Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mencegah dan meminimalkan penularan TBC, jika persoalan kemiskinan belum terurai secara tuntas, kasus TBC bisa jadi terus meningkat.

Sekalipun negara menggandeng ormas, LSM, bahkan WHO untuk mencegah dan mengatasi TBC, jika pengaturan urusan rakyat masih menerapkan sistem kapitalisme, hidup sehat dan sejahtera hanya angan-angan belaka.

Solusi Dalam Islam

Bagi setiap masalah, Islam punya solusinya. Dalam menangani masalah TBC, Islam akan berfokus pada penyelesaian masalah pokoknya terlebih dahulu, yaitu penerapan sistem kapitalisme yang memiskinkan masyarakat secara terstruktur dan sistematis dalam paket kebijakan pemerintah pro kapitalis. Dalam hal ini, peran negara sangat penting selaku periayah urusan rakyat.

Negara juga akan memberi layanan pendidikan dan kesehatan secara gratis bagi seluruh warga negara. Dengan berbagai kemudahan tersebut, tidak sulit bagi warga menciptakan sanitasi dan lingkungan bersih serta gizi yang cukup untuk keluarganya.

Persoalan hari ini tidak akan tuntas selama kaum Muslim belum menerapkan syari'ah islami, solusinya juga telah Allah SWT jelaskan yaitu kembali kepada Al-Quran atau kembali pada syari'ah nya.

Saatnya kita bersegera untuk menerapkan syari'ah secara kaffah untuk mengatur semua urusan individu dan masyarakat. Wailahu a'lam bish shawab