Kejar Konten Viral, Jadi Fatal

Senin 13 MARET 2023

Oleh: Ummu Saif

Seorang perempuan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor ditemukan tewas dengan kondisi leher menggantung di sebuah tali. Korban berinisial W (21 tahun) tersebut tewas saat membuat konten candaan gantung diri di hadapan teman-temannya via video call.

Ummu Saif

"Dari kata keterangan dari saksi, dia (korban W) itu lagi bikin konten gantung diri, gitu," kata Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto, Jumat (3/3) dikutip dari Detik.

Kasus diatas hanya sekelumit kisah yang Nampak di permukaan.

Sejatinya mereka adalah korban kemajuan teknologi di era globalisasi, inilah buah nyata dari sistem sekuler yang diterapkan saat ini, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan.

Konten yang disuguhkan di tengah umat cenderung negatif hingga berujung pada kesia-siaan. Kapitalisme menjadikan standar kebahagiaan hanya pada tercapainya kenikmatan materi. Kelimpahan materi serta pujian dan eksistensi seolah cukup untuk mengecap kebahagiaan.

Padahal, mereka hanya berlomba mendapat kebahagiaan semu tapi rela menghalalkan segala cara.

Masyarakat pun menjadi tidak peduli, bahkan tidak lagi mengindahkan aturan Ilahi. Seorang muslim, seyogyanya menjadikan agama sebagai standar dalam berbuat dan bertingkah laku.

Tak dipungkiri lingkungan keluarga, yaitu orang tua khususnya Ibu sebagai sekolah yang pertama dan utama bagi anak sangat bertangungjawab dalam mempengaruhi standarisasi anak-anaknya.

Apalagi di masa remaja, dimana mereka dalam fase mencari pengakuan diri, sangat penting bagi para orang tua memberikan apresiasi dan menanamkan tentang hakikat diri.

Orangtualah yang memiliki andil sangat besar dalam meletakkan dasar-dasar kepribadian Islam sejak awal, agar remaja memiliki cara berfikir dan bersikap yang dilandasi oleh akidah Islam.

Walhasil di saat mencapai usia baligh seperti remaja saat ini mereka telah memiliki prinsip dan sikap hidup yang kuat.

Mereka tahu pasti apa yang seharusnya mereka lakukan dan akan mereka capai di masa yang akan datang. Bahkan mereka tahu apa konsekwensi dari setiap perbuatan yang dilakukannya baik di dunia maupun di akhirat.