Budaya Kekerasan Pada Generasi Cermin Bobroknya Sistem Kehidupan

Minggu, 5 MARET 2023

Oleh: Nurdianti

Tercatat di bulan februari ini ada beberapa kasus kekerasan yang terjadi yang dilakukan oleh remaja usia belia, media pun ramai memberitakan terkait kasus kekerasan tersebut, masih hangat kasus yang dilakukan oleh seorang remaja yang merupakan anak pejabat pajak yakni Mario Dandy satrio, terhadap seorang anak petinggi GP Ansor JonathanLatumahina, David .Penganiayaan yang dilakukan secara brutal di sebuah perumahan di pasanggarahan , Jakarta Selatan, Senin (20/2 )

 

Nurdianti

Sekitar pukul 20.30 WIB. Yang mengakibatkan David mengalami koma atau tidak sadarkan diri selama 4 hari. Akibat ulahnya, Mario dikenakan Pasal 76c juncto Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 351 ayat 2 Ternyata juga telah terjadi kasus kekerasan di awal februari oleh 5 orang anak remaja yang memperkosa siswi SMP di bone, Sulawesi Selatan, hingga meninggal dunia, belum sempat di mintai keterangan kondisi korban menurun saat di bawa ke RS dan akhirnya meninggal dunia .

Atas perbuatannya, MA dikenakan undang-undang perlindungan anak pasal 81 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dan di bulan yang sama terjadi lagi kasus kekerasan lainnya yang dilakukan oleh pelajar yakni di Purwakarta, pelaku sebanyak lima orang pemuda yang melakukan percobaan pencurian dengan kekerasan yakni penganiayaan pembacokan dengan senjata tajam. Para pelaku diamankan pada Senin, 20 Februari 2023.

Dan berhasil diamankan barang bukti berupa dua bilah celurit dan dua unit motor yang digunakan para pelaku. Para pelaku merupakan kelompok geng motor “sky moon” dan berstatus pelajar di salah satu SMK Swasta di Kabupaten Purwakarta, Demikian sederet fakta kekerasan yang dilakukan oleh remaja di bulan februari ini dan bisa jadi ada kasus lainya juga yang belum terekspos.

Karena kejadian seperti itu selalu berulang dari waktu ke waktu dan mirisnya sampai hilangnya nyawa, dan lebih mengejutkan lagi kejahatan tersebut dilakukan oleh anak remaja yang masih belia.

Ada apa dengan remaja kita??

Fakta Kondisi remaja saat ini kita dapati sering kali nampak emosi nya tak terkendali, berani melakukan hal hal yang negatif, nekad, sebatas mencari kepuasan dan eksistensi diri juga terkadang membahayakan dirinya sendiri bahkan orang lain, mereka berani melakukan kejahatan sampai menghilang kan nyawa, mengapa itu bisa terjadi?

Tidak di pungkiri bahwasannya kondisi remaja sangat di pengaruhi oleh lingkungan dimana dia tinggal dan hidup di dalamnya. Seperti apa sistem kehidupan di lingkungan tersebut sangat berkaitan erat dengan perilaku yang mereka miliki, baik itu di lingkungan keluarga nya, termasuk di dalamnya pola asuh kedua orang tua nya atau org di sekitarnya. Bagaimana pemahaman dan perilaku yang di bentuk, apa standar dan tolak ukur perbuatan nya.

Begitu juga apa yang ingin di bentuk dari kurikulum pendidikan nya. Dan lingkungan masyarakat sekitarnya seperti apa? Dan Makin banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemuda, menggambarkan ada yang salah dalam sistem kehidupan saat ini.

Mulai dari gagalnya sistem pendidikan membentuk anak didik yang beriman bertakwa dan berakhlak mulia, juga bertanggung jawab atas segala perilakunya, catatan akademik di ukur sebatas dengan angka angka, agama tidaklah menjadi pertimbangan dalam menilai prilaku baik atau buruk.

Lemahnya peran keluarga dalam meletakkan dasar perilaku terpuji hingga rusaknya masyarakat.kurangnya pemahaman dan bekal orang tua untuk mendidik anak, kehadiran orang tua hanya sebatas fisik.

Tetapi kering dari hal hal kebaikan, banyak orang tua yang juga orientasi hidupnya adalah materi sehingga menuntut kepada anak anaknya dari sisi materi.

Semua itu adalah buah dari kehidupan yang berdasar sekulerisme

Sekulerisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan, agama hnya di pandang sebatas sholat , zakat, puasa, haji saja, sedangkan dalam pengaturan kehidupan umum agama di campakkan. pengaturan kehidupan umum menggunakan akal manusia yang lemah dan terbatas.

Sehingga ketika akal menentukan hukum sesuai dengan kepentingan kepentingan manusia, contoh dalam kurikulum pendidikan saat ini seperti di SMK targetnya mencetak buruh yang siap kerja demi kepentingan para kapitalis, sehingga wajar jika siswa minim agama dan sering kali berperilaku amoral dan dalam sistem sekuler.

Menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu dan menilai baik, buruk, benar dan salah. Islam solusi masalah kekerasan yang dilakukan remaja

islam menjadikan aqidah Islam sebagai asas seluruh aspek kehidupan, Islam perintahkan orang tua untuk mendidik anak dgn aqidah Islam bukan nilai nilai materialistic.

Yang menjadikan anak sadar bahwa dirinya adalah hambanya Allah yang di ciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah.

Sehingga senantiasa terikat dengan aturan Allah, tidak berbuat semaunya, apalagi ketika menjelang baligh terkondisi sadar akan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim, karena kelak di akhirat perbuatan nya akan di mintai pertanggungjawaban nya oleh Allah SWT.

Sehingga menyadari dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk di panen di akhirat kelak, hal ini akan menjaga setiap individu untuk selalu menjaga perilaku selalu sesuai dengan aturan Allah dan rasul-Nya.

Dan tidak cukup hanya itu tapi masyarakat dalam sistem Islam adalah masyarakat yang saling melakukan amar makruf nahi mungkar.

Tidak berdiam diri terhadap kemaksiatan dan kejahatan yang terjadi di lingkungan sekitarnya dan negara dalam sistem Islam adalah negara yang menjadi pelindung bagi rakyatnya dari hal-hal yang dapat merusaknya dan senantiasa menjaga pemahaman dan perilaku masyarakat nya sesuai dengan aqidah Islam dan lewat penerapan syariat islam, saling bersinergi sebagai pilar yang menjaga umat selalu dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Dan hukum Islam di tegakkan secara kaffah, mulai dari sistem pergaulan dalam Islam, sistem sosial, sistem ekonomi, pendidikan, dan juga sanksi dalam Islam bagi pelaku kejahatan sebagai penebus dosa dan pencegahan tindakan kriminal, sanksinya mampu memberikan efek jera dengan sanksi yang tegas.

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun an ra’iyyatihi. Artinya : Setiap dari kalian adalah pemimpin dan tiap tiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban.