Rabu, 1 MARET 2023
Oleh: Herliani S.Pd
(Pemerhati kebijakan Publik)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah melakukan kunjungan kerja ke jepang, salah satu agendanya adalah pemaparan kondisi perekonomian dan peluang investasi di Indonesia kepada para pengusaha jepang.
Menurut bendahara Negara itu, para investor jepang tertarik dengan proyek pembangunan ibu kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur.
Ia mengatakan salah satu sektor yang cukup menarik minat para investor jepang dalam proyek IKN adalah energy baru terbarukan (EBT).
Sri Mulyani juga menyampaikan terkait berbagai insentif fiskal bagi investor, baik asing maupun lokal yang mau menanamkan modalnya di Indonesia.
Sebelumnya kepala otorita IKN Bambang Susantono mengatakan, telah ada 142 investor yang menyatakan minat investasi di IKN, 90 diantaranya serius, dan 25 aktif menjalin komunikasi dengan otorita IKN. (dilansir kaltim tribunnews.com)
Disamping itu Pemerintah juga serius mematangkan pembangunan tol bawah laut di ibu kota Nusantara, diantaranya telah dirancang engineering design untuk infrastruktur berbentuk immersed tunnel, yang diketahui pembangunan tol bawah laut ini membutukan waktu yang cukup lama dan memakan biaya.
pembangunan tol bawah laut IKN bakal dimulai setelah perpindahan tahap pertama pada tahun 2024 mendatang, Tol bawah laut akan menjadi jalur menuju IKN dari sisi timur.
Sebagai informasi, pembangunan Tol bawah laut terbilang sensitif dan butuh kewaspadaan lebih karena melewati habitat bekantan dan pesut.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut tol ini akan menjadi yang terdalam didunia Selain itu banyak investor dari dunia internasional terus berdatangan ke IKN, salah satunya dari SpaceX, perusahaan teknologi milik Elon Musk, yang mengincar sektor jasa penyediaan internet cepat
Dimana diketahui rancangan IKN menjadi kota dengan konsep Smart Forest City alias kota cerdas berwawasan lingkungan Keterlibatan SpaceX.
Ini mungkin akan banyak membantu teknologi untuk IKN dan juga Indonesia secara keseluruhan, ujarnya dalam forum mandiri investment forum (MIF), kepada menteri investasi/BKPM Bahlil Lahadalia, kemudian dia meminta agar proses perizinan perusahaan milik Elon mask ini dipermudah untuk berinvestasi di IKN (dilansir kaltim tribunnews.com)
Fenomena serbuan investor di IKN ini mungkin akan banyak keuntungan yang bisa diperoleh Indonesia khususnya untuk pengembangan proyek IKN, akan tetapi banyak juga hal negatif yang nantinya akan mengintai, diantara manfaat yang bisa diambil.
Misalnya terbuka lapangan kerja baru, berkurangnya angka pengangguran serta meningkatnya pendapatan Negara melalui pajak, Seperti halnya yang diungkapkan pakar ekonomi syariah Dr. Arim Nasim, SE.,M.Si.,CA dibanding denga manfaat yang diterima, bahaya yang ada didepan mata jauh lebih banyak terutama bagi rakyat hingga kedaulatan Negara (dilansir mediaummat.com)
Kita menyadari bahwa sistem ekonomi yang saat ini diterapkan di Indonesia, adalah sistem kapitalis dengan sistem pemerintahan demokrasi, yang secara filosofis ekonomi, ia merupakan penjajah gaya baru atau neo imperialisme yang memang menjadikan utang dan investasi sebagai iming-iming dalam memperdaya suatu Negara sebelum kemudian meraup dan mengeksploitasi sumber daya alam untuk keuntungan.
Banyaknya investasi asing yang terlibat pada Proyek IKN, ditambah dengan Promosi masif yang dilakukan penguasa menggambarkan bahwa Negara belum mampu secara mandiri dalam mengelola dan mengembangkan Negara ini
Malah Indonesia semakin terjerat dalam investasi, yang hanya akan merugikan rakyat dan mengancam kedaulatan Pengelolaan sumberdaya dan energi, pembangunan infrastruktur, penyediaan jasa serta fasilitas umum hingga urusan pangan. Yang makin tinggi dominasinya oleh para kapitalis, merupakan awal dari tergadainya kedaulatan suatu Negara Masyarakat dan pemerintah secara berkala akan mengikuti kebijakan yang lahir dari kepentingan dan pertimbangan keuntungan para oligarki.
Pandangan Islam tentang Investasi
Sejarah mencatat bagaimana Nabi Muhammad menanam modal atau investasi dalam bentuk kemampuan dalam dirinya untuk berdagang dan menjalankan amanah dari orang lain yang kemudian menjadi istrinya.
Bentuk kerjasama ini kemudian dikenal dengan istilah mudharabah Namun seiring perkembangan zaman, mekanisme dan bentuk penanaman modal telah berubah menjadi alat bagi kapitalis untuk menguasai, menjajah dan meraup kekayaan yang ada di dalam wilayah tersebut.
Dengan iming-iming memberi bantuan atau turut mendukung untuk mewujudkan cita-cita bangsa hingga bertransformasi menjadi Negara berkembang dalam segala bidang, yang tidak disadari kemudian adalah hilangnya kedaulatan Negara karena terpantau lemah dalam membangun negaranya.
Meskipun tidak ada larangan investasi asing didalam islam, suda sepatutnya kita mewaspadai segala bentuk praktik ekonomi yang bisa menjerumuskan Negara pada lubang kehancuran Pemerintah suda sepatutnya kembali kepada pengaturan kepemilikan yang telah diatur oleh Allah, atas kepemilikan umum, Negara dan individu.
Negara harus mampu menekan praktek-praktek kecurangan yang mungkin akan terjadi selama jangka waktu penanaman modal tersebut.
Negara harus mampu menjadi pelindung atas segala harta milik Negara, umum dan individu, mengganti sistem yang lebih kuat untuk membentengi Negara dari bentuk penjajahan apapun yaitu sistem khilafah yang digunakan Rasulullah 1300 abad lamanya Wallahualam bissawab