Rabu, 16 NOPEMBER 2022
Oleh: Desy Arisanti, S.Si
(Pemerhati Masalah Sosial)
Sungguh mengerikan. Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur terpapar virus HIV AIDS. Sedikitnya terdapat 309 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang masuk dalam program pendampingan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim. Tersebar di 18 kecamatan dengan penularan mencapai 821 kasus. (Kaltimpos.jawapos.com, 01/11/2022)
Angka ini merupakan kumulatif dari tahun 2006 hingga 2022. Tahun 2006, baru ada 1 kasus. Pernah tinggi di tahun 2019, yaitu 126 kasus. Dan tahun 2022 ini, ada penemuan 40 kasus. (Rumahkaryabersama.com, 29/08/2022)
Angka ini pun terbilang tinggi. Pasalnya, penyakit ini masuk dalam daftar penyakit yang mengancam Indonesia juga dunia dan resiko kematian yang disebabkan virus ini masih tergolong tinggi. Dimana penularan virus HIV/AIDS seperti yang telah diketahui yaitu melalui hubungan seks bebas dan penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian.
Penyebaran Virus Banyak pada Pekerja Swasta
Berdasarkan data, dari 309 ODHA yang didampingi, 42 persen adalah pekerja swasta, 28 persen ibu rumah tangga dan 11 persen pekerja seks komersial.
Senada dengan temuan di atas, pada laporan kementerian kesehatan di bulan Juni 2011, ditemukan kecenderungan baru penularan HIV/AIDS yakni transmisi seksual dengan kelompok terbesar pada pekerja laki-laki yang kebanyakan bekerja di sektor-sektor pertambangan, perkebunan, perhubungan, dan konstruksi yang bekerja di daerah terpencil seluruh Indonesia. (Beritasatu.com, 27/11/2011)
Terkait pekerja tambang, Yayasan Laras Indonesia untuk Samarinda menemukan perilaku para pekerja tambang yang gemar mampir ke lokasi prostitusi.
“Dalam pendampingan kami (pada pekerja seks), mereka katakan pelanggan mereka adalah orang-orang tambang. Biasanya datang setelah gajian,” kata Program Manager Laras Samarinda Ellie Hasan di peluncuran program Laras Balikpapan. (Regional.kompas.com, 01/09/2014)
Banyaknya pabrik tambang berkorelasi dengan bermunculannya lokasi prostitusi. Bahkan lokasi ini berdampingan atau tidak jauh dengan lokasi tambang. Dimana ada lokasi pertambangan maka di sana ada lokasi prostitusi.
"Yang resmi saja, seperti Solong, Loa Hui, Bayur, hingga di Km 24 Kutai Kartanegara dan Km 10 Samarinda, tak jauh-jauh dari tambang,” kata PM Laras Balikpapan, Adi Supriadi. (Regional.kompas.com, 01/09/2014)
Maka kondisi ini tidak jauh berbeda dengan Sangata. Banyak ditemukan lokasi tambang di sana, yakni milik PT. KPC (Kaltim Prima Coal), dengan jumlah pekerja yang tidak sedikit, yakni 4600 orang karyawan KPC dan 25.000 orang kontraktor, yang berasal dari perusahaan Thiess, Dharma Henwa, dan Pama Persada. (Aktualborneo.com, 28/10/2022)
Para pekerja tambang ini datang dari berbagai tempat di penjuru Nusantara. Mobilitas kerja mereka tinggi dengan gaji yang juga tinggi, bahkan jauh tinggi dibandingkan karyawan swasta perusahaan lain. Kondisi yang mungkin jauh dari keluarga dan penghasilan yang tinggi bisa memicu mereka untuk mendatangi lokalisasi prostitusi.
Upaya Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Kutim
Upaya penanggulangan terus menerus dilakukan oleh pemerintah mulai dari penyuluhan/sosialisasi, edukasi dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat termasuk perusahaan yang ada.
Meskipun HIV/AIDS sampai saat ini belum dapat disembuhkan, namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS dan tentunya menekan jumlah virus yang terdapat di dalam tubuh serta terus melakukan pendampingan.
Menurut Sekretaris KPAD Kutim Harmadji Partodarsono, meski ODHA tetap bisa hidup bermasyarakat, tetap saja harus dicegah.
Makanya dia mengimbau masyarakat agar memegang teguh norma agama, adat dan budaya ketimuran. Agar bisa menghindari budaya negatif seks bebas. Sebab, hal itu menjadi faktor utama penularan.
Termasuk pemakaian narkoba dengan alat suntik yang dipakai bersama-sama. (Kaltimpos.jawapos.com, 01/11/2022)
HIV AIDS Merebak Akibat Gaya Hidup Serba Bebas
Sejak kemunculannya, virus HIV AIDS tidak pernah menunjukkan penurunan angka penularan. Semakin ke sini, penularannya semakin masiv.
Penularan terbesar diakibatkan oleh seks bebas karena suka gonta-ganti pasangan. Kebutuhan biologis disalurkan bukan pada pasangan halalnya atau menyalurkannya melalui pernikahan yang sah.
Inilah gambaran kehidupan masyarakat saat ini yang serba bebas. Tidak mengindahkan aturan agama ketika berbuat. Dampak penerapan sistem sekuler kapitalisme yang semakin kuat mencengkram dalam kehidupan.
Sistem yang menihilkan peran agama ini, nyata-nyata telah membuat masyarakat semakin jauh dari agamanya. Sehingga tidak ada rasa takut dalam dirinya ketika melakukan keburukan ataupun maksiat.
Lebih parah lagi, dengan mengatasnamakan HAM dan kebebasan bertingkah laku, bukan hanya seks bebas saja yang merebak tapi seks sesama jenis pun kian marak (homoseks dan lesbi).
Bahkan mereka tidak malu menjadikan itu sebagai gaya hidup yang dipertontonkan. Seks sesama jenis inipun berdasarkan penelitian, sebagai penyumbang terbesar penularan HIV/AIDS.
Dan, sistem kapitalisme yang diemban oleh negara saat ini, sangat menjunjung tinggi HAM. Maka, atas nama HAM pula berbagai perilaku bejat (seks bebas dan penyuka sesama jenis) ini bebas berkembang.
Sungguh sistem sekuler kapitalisme ini telah mencabut iman dari akarnya. Sudah tidak ada rasa takut juga tidak tersisa rasa malu berbuat maksiat juga dosa pada diri seseorang. Alhasil, sistem ini menghantarkan pada kerusakan masyarakat.
Islam Solusi Tuntas Penyebaran HIV/AIDS
Islam adalah sistem kehidupan. Aturannya lengkap dan sempurna, berasal dari Rabb semesta alam. Perihal perbuatan, Allah telah memerintahkan manusia untuk terikat dengan hukum syara.
Yaitu, hukum-hukum yang telah diturunkan Allah untuk mengatur perbuatan atau tingkah laku manusia. Jadi semua perbuatan harus disandarkan pada Islam karena semua ada hukumnya. Islam memandang pergaulan bebas atau seks bebas sebagai salah satu penyebab penularan HIV AIDS adalah haram.
Ini disandarkan pada QS. Al-Isra: 32 yang artinya: _" dan janganlah mendekati zina.."_ Jadi setiap individu yang beriman akan menjauhi segala aktivitas yang akan menghantarkan pada perbuatan zina.
Adapun masyarakatnya adalah masyarakat yang terbiasa melakukan kontrol/dakwah terhadap sesama agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan.
Hal ini semata-mata lahir dari keimanan yang kuat dan rasa sayang antar sesama mukmin. Dan negara akan menerapkan aturan Islam secara menyeluruh.
Di bidang pendidikan yang berlandaskan Islam akan dihasilkan generasi atau pemuda yang beriman dan memiliki kepribadian Islam yang luhur.
Tidak mudah tergelincir dalam lubang kemaksiatan. Di bidang ekonomi, negara akan menjamin kebutuhan pokok seluruh rakyatnya termasuk kesehatan dan keamanan. Rakyat miskin pun dijamin oleh negara.
Sehingga tidak ada yang terpaksa bekerja sebagai penjaja seksual. Dan negara dalam Islam juga akan menerapkan hukuman sanksi agar manusia jera untuk melakukan perbuatan maksiat.
Demikianlah pengaturan Islam dalam menyelesaikan penyebaran HIV/AIDS secara totalitas. Yakni, dengan menerapkan aturan Islam dalam kehidupan secara menyeluruh.