Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Solusi Ubah Nasib

Senin, 25 JULI 2022 

Oleh : Nilawati Wahab

Persoalan pemberdayaan ekonomi perempuan ini, sebenarnya bukan persoalan yang baru. Di Indonesia, program ini sudah dilaksanakan sejak 1978 hingga era reformasi.

Nilawati Wahab

Bermula dari jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan penyebarannya yang tidak merata serta kemiskinan semakin meningkat, apalagi dampak dari pandemi covid- 19, menjadikan ini sebagai faktor penyebab timbulnya permasalahan pekerjaan.

Bukan hanya terjadi dilaki-laki saja tapi juga diperempuan bahkan perempuan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Berdasarkan hal ini, permasalahan perempuan dalam mencari pekerjaan telah dipandang perkara yang besar disebagian pihak.

Hal ini dilihat dari peraturan -peraturan di Indonesia yang memfasilitasi perempuan dalam memperoleh kesetaraan, bahkan pemerintah mengalokasikan dana untuk pemberdayaan perempuan dalam salah satu UU yang terbit tahun 2002.

karena perempuan dinilai memiliki potensi untuk berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga, (https://www.kemenkopmk.go.id,).

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen.PPPA) juga mendukung terwujudnya Pemberdayaan Perempuan wirausaha ditingkat ASEAN yang katanya untuk meningkatkan perekonomian antar bangsa, dengan jalan ASEAN Women Entrepreneurship Network (AWEN), yang ketuanya bangsa Indonesia dan dimasa jabatan tahun 2021 - 2023.

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan ini dilaksanakan disemua pilar ASEAN Economic Community (AEC) Jakarta,26/05 /2021.

Dalam acara serah terima jabatan ketua AWEN. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga dan juga dihadiri Deputi Bidang kesetaraan Gender Kemen PPPA Lenny Rosalin, mengatakan Indonesia berkomitmen utk meningkatkan peran AWEN dalam regional untuk membawa perempuan kegaris depan sektor ekonomi."

Istilah pemberdayaan ekonomi perempuan ( PEP ) memang makin kencang disuarakan sejalan dengan makin rapuhnya fundamental ekonomi kapitalis yang nampak dari fenomena kian akutnya problem kemiskinan di berbagai belahan dunia.

Bahkan pelibatan perempuan dalam sektor ekonomi terus dipropagandakan melalui berbagai sarana dan bentuk sehingga tidak ada yang bisa menolaknya, dengan cara membuka peluang bisnis tanpa ada batas dan juga propaganda ini membuat perempuan menjadikan daya saing dan mendongkrak serta memperluas peran perempuan dalam pembangunan ekonomi.

Pergeseran peran perempuan dan program pemberdayaan perempuan tidak lain akibat dari penerapan sistem kapitalisme, yang memperlakukan perempuan tidak baik seperti dijadikan atau dimanfaatkan untuk memasarkan produk milik kapitalis dengan memanfaatkan kecantikan perempuan sebagai capture paling depan lengkap dengan caption seksi untuk menarik konsumen.

Karena kapitalisme memandang perempuan hanya layak dieksploitasi dan mendatangkan materi, juga mengukur keikutsertaan perempuan dalam pembangunan bangsa cuma dari kontribusi materi.

Kapitalis juga membuat perempuan tidak sadar siapa dirinya dan untuk apa ia diciptakan didunia ini, karena dalam hal PEP ini kapitalis mengambil ide dari Marx ( pandangan tentang ekonomi dan sosial politik yang berdasarkan pada karya Karll marx) yang mendokrin mereka berfikir kalau perempuan adalah kaum yang diciptakan untuk dinikmati.

Tentu saja yang terjadi ini sangat bertentangan dengan Islam dan berbahaya bagi umat. Pemberdayaan perempuan ini justru membuka celah kerusakan - kerusakan lebih dalam lagi Selain eksplotasi penopang hegemoni kapitalis dan lain - lain.

Proyek - proyek itu akan melunturkan fitrah perempuan sebagai pilar keluarga dan penyangga masyarakat. Padahal justru perempuan dibutuhkan untuk membangun peradaban islam cemerlang.

Lambat laun, proyek PEP ini akan meruntuhkan struktur bangunan keluarga dan masyarakat hingga tak ada jaminan lagi lahirnya generasi terbaik pembangun peradaban yang seharusnya perempuan bukan menjadi peran perekonomian tapi perempuan harus fokus menjadi Ummu Wa Rabbatul Bait.

Sebagus apa pun solusi yang ditawarkan Kapitalisme untuk menyelesaikan problematika perempuan, ia tak akan pernah mampu menuntaskannya. Karena paradigma Kapitalisme salah dalam memandang kehidupan, termasuk dalam memandang perempuan.

Kapitalisme sudah terbukti rusak dan membawa kerusakan dan solusi satu satunya adalah sistem Islam. Sistem Islamlah satu - satunya sistem yang sudah terbukti mampu mewujudkan kesejahteraan selama belasan abad. Tidak hanya bagi umat muslim, tapi juga non muslim.

Tidak hanya laki laki, tapi juga perempuan. Dalam sistem Islam, kaum perempuan benar - benar terjamin hak haknya, termasuk hak finansial dan hak politik. strategisnya sebagai ibu, arsitek generasi pemimpin peradaban cemerlang. Wassalam