Selasa, 28 JUNI 2022
Oleh : Astina
Pemilihan calon Presiden sudah mulai tercium, para pemimpin partai sudah mulai memilih dan mencari calon Presiden yang akan diusung oleh partainya.
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan bahwa PKS masih terbuka kepada siapa saja tokoh calon presiden (capres) untuk didukung Pilpres 2024.
Menurut Aboe, PKS membantah jika dinilai orang cenderung mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres.
"PKS wait and see sampai sekarang. Kita tunggu sampai ada perkembangan yang menarik. Enggak (cenderung mendukung Anies) enggak ada, enggak ada," kata Aboe dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Tribun Network, Senin (13/6/2022).
Sekertaris jenderal PKS ini juga mengatakan bahwa mereka belum memilih calon untuk pilpres nantinya, karena PKS masih dalam proses pemilihan Capres.
Kesiapan itu diantaranya adalah soal membangun kedekatan dan program yang hendak disampaikan capres agar sejalan dengan keinginan partai. Menurut Aboe, kader dan simpatisan PKS memang dekat dengan sosok Anies.
Ia pun menilai Anies memang layak untuk maju sebagai calon presiden. Namun, Aboe menegaskan, calon presiden yang akan diusung oleh partainya merupakan kewenangan Majelis Syuro PKS.
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang belakangan kerap diserang justru dari partainya sendiri yang dikatakan apa prestasinya, orang ganteng yang nggak bisa kerja, cuma ada di medsos!.Bahkan Ganjar disebut kemlinthi oleh Trimedya, sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya congkak, sombong, angkuh.
Tak berhenti di sini, sebelumnya, Ketua DPR yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P, Puan Maharani, menyebut seseorang dengan istilah ganteng tapi tak bisa bekerja.
Pernyataan ini disampaikan saat kunjungannya ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Wonogiri, Jawa Tengah, pada April lalu. Jokowi saat bertemu dengan Megawati beberapa hari lalu sempat memamerkan foto dua jarinya dari foto yang dibagikan Biro Pers Sekretariat Presiden.
Ada apa sih? Kita tahu saat ini ada dua bakal calon kuat di internal PDI-P yakni Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.
Pilpres memang masih jauh, tapi gaungnya sudah nyaring hingga saat ini. Bagaimana kiprah bukan saja Ganjar, tapi juga yang lain, ada Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, bahkan Jenderal Andika Perkasa yang mulai muncul namanya di sejumlah survei Capres?
Menarik untuk disimak kinerja nyata mereka dan itu positif bagi demokrasi Pemilihan presiden akan dilakukan kembali beberapa tahun ke depan. Karena presiden Joko Widodo telah mencapai kepemimpinan selama 2 (dua) periode maka presiden Joko Widodo tidak akan mencalonkan kembali.
Sehingga beberapa partai mulai mengusung calon Presiden yang akan didukung di pilpres 2024, dari hiruk pikuk pencalonan, nampak nyata bahwa dalam demokrasi semua partai/pihak memilih calon yang bisa menang tanpa peduli apakah calon yang benar karena kapabilitas dan komitmennya terhadap rakyat apalagi terhadap Islam.
Sayangnya, secara empiris dibuktikan yang bisa menang hanya calon yang didukung kaum kapitalis ini bobrok sistem demokrasi karena menghasilkan kepemimpinan pro kapitalis tanpa peduli kebenaran dan kemampuan.
Pergantian pemimpin yang selalu dilakukan tiap 5 tahun bukanlah solusi untuk perbaikan Indonesia yang lebih baik. Setiap 5 tahun rakyat akan memilih pimpinan yang menurut mereka memiliki visi misi yang kemungkinan dapat merubah Indonesia lebih baik dan dapat membantu kesejahteraan rakyat.
Tetapi biasanya para capres akan memberikan janji-jani yang menggiurkan untuk masyarakat padahal pada saat sudah menjadi presiden mereka seolah tidak mengingat janji tersebut. Sehingga rakyat menjadi semakin terpuruk.
Negara bukan membutuhkan pemimpin yang baru, tapi membutuhkan sistem yang bisa mengatur negara sesuai dengan kebutuhan rakyatnya.
Negara dengan sistem kapitalis hanya fokus kepada keuntungan pribadi atau kelompoknya, tanpa fokus kepada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Negara kini membutuhkan sistem yang mengatur agama dan juga kehidupan yaitu sistem Khilafah yang bisa mengatur kehidupan secara menyeluruh dan berpihak kepada umat. Wallahu a'lam.