Sumsel Klaim Wabah PMK Mulai Bisa Dikendalikan, Ini Penjelasannya

Senin, 27 JUNI 2022

Ditulis Oleh: Anita Hestia

 (Aktivis Kampus Palembang)

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel mengemukakan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah sudah mulai bisa dikendalikan. Klaim tersebut terbukti dengan jumlah hewan yang terjangkit dapat diminimalkan dengan pengawasan ketat dan pengobatan.

Anita Hestia

"Jumlah hewan ternak, terutama sapi yang terkonfirmasi terserang PMK, sudah bisa dikendalikan. Dari 115 kasus kini berhasil ditekan menjadi 39 kasus hewan yang masih sakit," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Effendi, Selasa (14/6/2022).

Setelah beberapa hewan ternak yang masih terkonfirmasi terserang PMK, dia menjelaskan, saat ini dalam pengawasan bersama tim dinas peternakan daerah setempat agar tidak menularkan penyakitnya ke hewan ternak lainnya serta diupayakan pengobatan.

Hewan ternak yang dalam pengawasan dan proses penyembuhan itu tersebar di Kabupaten Musi Rawas enam kasus, PALI 12 kasus dan paling banyak di Kabupaten Lahat 21 kasus. Sementara di Kota Palembang yang sebelumnya terkonfirmasi beberapa sapi terjangkit PMK, kini sudah tidak ada lagi.

Setelah dilakukan pengecekan di dua tempat peternakan yang sebelumnya ditemukan kasus positif. Pada kasus selanjutnya dijelaskan pada tanggal 23 juni Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatra Selatan saat ini kembali menemukan 220 kasus hewan ternak terutama sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Meskipun provinsi ini berada di zona kuning PMK, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi tersebut karena penyakit hewan ternak itu bisa disembuhkan dengan beberapa obat dan jamu.

Selain itu pihaknya berupaya lebih gencar lagi melakukan tindakan pencegahan dan penanganan hewan ternak yang terjangkit PMK. "Agar kasusnya bisa segera dikendalikan dan tidak menyebar ke tujuh daerah Sumsel lainnya yang saat ini masih aman dari wabah penyakit tersebut," kata Ruzuan.

Dari kasus yang awalnya sudah hampir semua hewan yang dalam tahap penyembuhan dan sehingga bisa dikonfirmasi oleh mereka penyakit PMK ini sudah dapat dikendalikan, tetapi nyatanya dalam kasus selanjutnya telah ditemukan kembali 220 kasus yang masih terjangkit penyakit tersebut.

Sehingga di takutkan akan menyebar kembali di beberapa daerah dan kota palembang saat ini Karena penyakit PMK ini sangat berbahaya bagi kalangan peternak sapi akan mengakibatkan kematian pada sapi ternak sehingga mereka harus menyegerakan penyembuhan yang semaksimal mungkin dan harus segera dituntaskan

Memang sudah dapat dikendalikan dalam tahap penyembuhannya tetapi banyak sapi peternak tersebut belum benar-benar di pulihkan sehingga mengakibatkan kembali sakit.

Dari sini kita melihat bahwasanya PMK ini memang difokuskan oleh mereka untuk dikendalikan tetapi tidak sepenuhnya dituntaskan dalam masa penyembuhannya yang masih akan menimbulkan beberapa kasus lagi nantinya.

Hanya khilafah yang mampu bisa menuntaskan semuanya apa lagi menyangkut kepentingan umatnya.

Rasulullah SAW. bersabda, “Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat diurusnya.” (HR Muslim dan Ahmad)

Keberadaan PMk ini menjadi perhatian penting dalam masa khilafah baik dalam sisi vaksinasinya, pengobatannya maupun dari aspek medisnya akan menjadi tanggung jawab penuh oleh khilafah, yang akan menuntaskan dan memberi solusi dalam setiap masalah demi kesehatan ternak sapi serta kemashlahatannya umat.

Terlebih Islam juga memiliki syariat tentang Hari Raya Kurban, yakni hewan sehat adalah salah satu syarat hewan kurban sehingga pasti menjadi perhatian penuh penguasa Khilafah agar hewan ternak tersebut layak menjadi hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat luas.

Khilafahlah yang dibutuhkan pada saat ini untuk menuntaskan setiap wabah dan masalah yang menyangkut umat sehingga disegerakan dengan solusi islam yang dilandaskan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.