Bahagianya Hati Datangnya Ramadhan Dinanti

Kamis, 15 April 2021

Nur Haya S.S

(Pemerhati Masalah Sosial)

Hati riang berhias senyum bahagia, ramadhan kini tiba. Bahagia dan bersyukur, Allah masih memberi kesempatan bertemu bulan mubarak ini.

Sungguh nikmat yang sangat besar, karena tak semua orang bisa bertemu dengan bulan ramadhan mulia ini. Menyambutnya saja pahala mengalir deras pada tabungan amal hidup.

NUR HAYA

Apalagi sepanjang ramadhan menghabiskan waktu dengan aktivitas ibadah dan memperbanyak ibadah nafilah serta meninggalkan perkara yang Allah larang. Berlipat-lipat ganda ganjaran pahala hingga 10-700 kali lipat Allah berikan, yang akan memasukkan diri kita pada keridhoan Allah SWT.

Memang ramadhan ini masih sama dengan ramadhan kemaren ditemani wabah Covid. Namun yang terpenting kita bergembira, mempersiapkan hati dan fisik yang fit untuk melalui ramadhan bulan keberkahan dan kemuliaan.

Sebab kewajiban kita sebagai muslim menyambut ramadhan menghidupkannya dihati dan juga di suasana sekitar. Keberkahannya pun terasa semerbak mempesona, menarik hati pada ketaatan yang menyeluruh pada Robb tanpa berkeluh kesah. Marhaban Ya ramadhan.

Masya Allah, tak ada yang mewakili ekspresi bahagianya hati datangnya ramadhan kecuali memanfaatkan sebaik-baiknya masa ramadhan dengan mempersembahkan ibadah terbaik kita pada Allah SWT.

Menghiasi tiap sudut ramadhan dengan lantunan tasbih. Memperindahkannya bersama tadarus al Qur’an dan belajar islam. Waktu terbaik tuk titiskan airmata rindu keinsafan pada Allah Azza wajalla.

Mengadukan semua dosa pada Allah lalu hati tak lepas istighfar dan bersimpul bertaubat padaNya. Jika ramadhan lalu lewat dengan kelalaian, jangan biarkan ramadhan ini terlewat sia-sia tanpa ada syahdu kenikmatan iman.

Jika bukan ramadhan ini kapan lagi mau kembali kepadaNya, mau berapa kali ramadhan datang kemudian hati sadar dan menyegerakan sujud padaNya. Padahal dunia ini terlalu singkat mengapa masih menunda ketaatan.

Tidak kah bersyukur, masih diizinkan Allah bertemu Ramadhan bertabur Rahmat dan Ampunannya. Kesempatan emas menghapus semua dosa, meraih RahmatNya dan hidayahNya.

Sungguh rugi, jika diri masih sama berkecimpung dengan maksiat, tak terpercik hidayahNya padahal ramadhan telah ia lalui. Sungguh celaka, peringainya makin buruk dan hati makin keras padahal ia bertemu ramadhan.

Sangat sayang sekali, jika kita biarkan ramadhan lewat begitu saja tak ada ketakwaan terbentuk. Maka bangunlah dari kemalasan dan kemunduran.

Bangkitlah berjuang menjadi insan beriman dan bertakwa secara kaffah. Ramadhan itulah momentum yang tepat. Momentum perubahan memperbaiki diri dengan ketaatan, juga estafet berlomba-lomba melakukan kebaikan.

Saat suasana islami begitu kental, juga bulan yang paling banyak bertabur cinta Allah, maghfirah-Nya, dan kasihNya Allah.

Terlebih ada perintah Allah yang wajib tapi itu istimewa karena menjadi milikNya. Allah SWT berfirman dalam hadist Qudsi: “Semua amal manusia adalah bagi mereka sendiri. Kecuali puasa ramadhan karena sesungguhnya puasa ramadhan itu milik-Ku, aku sendiri yang akan memberikan pahala kepadanya tanpa lewat siapapun ( tidak bisa diukur seberapa besar pahalanya dan tidak bisa dipertanyakan)."

Disini Allah menyampaikan perintah Allah yang istimewa itu puasa ramadhan. Sebab saat berpuasa, tak bisa diketahui berapa kali lipat pahala yang diperoleh manusia, karena itu perkara Allah.

Maka itu, puasa Ramadhan atau puasa selain ramadhan memiliki keistimewaan yang besar disisi Allah swt. Nabi SAW bersabda dalam hadist yang lain: “Puasa itu benteng dari ancaman kepada diri manusia. Jika kamu diajak untuk berdebat atau berbicara yang kurang baik katakalah “aku sedang berpuasa."

Jelas dari sabda Rasulullah saw ini puasa memiliki kedudukan yang tak biasa. Tapi betapa luar biasa ibadah puasa, Rasulullah SAW menyampaikan puasa adalah jihad Akbar.

Sebab dalam puasa terdapat mengendalikan diri dan nafsu selain menahan lapar dan haus. Bukan hanya itu, doa orang puasa juga adalah makbul. itulah mengapa setiap orang berpuasa diperintahkan memperbanyak doa tatkala berpuka puasa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sungguh orang yang berpuasa mempunyai doa yang dikabulkan dan tidak akan ditolak tatkala berbuka puasa.” (HR Ibnu Majah)

Bukan hanya itu, orang yang berpuasa di bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, akan Allah ampuni dosa nya yang lalu.

Baginda Rasuluullah SAW, telah mengabarkannya: "Barang siapa yang berpuasa dibulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka dosa dimasa lalu pasti diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

Masya Allah, kemurahan Allah sangat melimpah ini masih kah tidak mengunggah hati untuk kembali padaNya. Bulan ramadhan bukan bulan biasa yang dilalui begitu saja tanpa menanam kebaikan.

Justru Ramadhan paling istimewa setelah bulan rajab dan sya’ban. Allah menghimpun kemurahan-Nya bagi hambaNya di bulan mulia ini. Pahala dilipat gandakan, Allah berikan kemudahan hati hambaNya untuk melakukan ketaatan, Allah rangkul tiap hambaNya yang bertaubat dan jamin ampunan baginya, keberkahan ditumpahkan dengan sangat melimpah.

Bahkan terdapat malam yang istimewa, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Maka jangan sia-siakan waktu, terkhusus bulan ramadhan kariem ini.

Walau ditengah pandemi yang belum usai dan derita umat makin kepanjangan setelah 100tahun tanpa penjagaan sistem islam.

Maka ramadhan tahun ini harus lebih istimewa dalam perjuangan. Menyiapkan diri untuk mengarahkan energi selama ramadhan lebih utuh memahami islam dan menebar kesadaran kaum muslimin pentingnya ketaatan yang kaffah.

Juga ramadhan ini kesempatan mencharger keimanan agar full siap mewarnai lingkungan kita dengan keimanan, agar terbentuk energi ghirah islam yang membara dan tidak menyerah pada waktu, juga tetap optimis mewujudkan kerinduan kehidupan islam.

Wallahu a’lam bissawab