Minggu, 11 April 2021
Nila Sari Yani
(Mahasiswi)
Tak terasa bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari, tentu saja umat muslim se-dunia saat ini sedang bergembira menyambutnya. Sebab, beribu-ribu kebaikan ada di dalamnya yang kita jumpai hanya satu kali dalam setahun.
Allah pun telah memberikan ganjaran pahala berkali-kali lipat bagi kita yang mengamalkan kebaikan di dalam bulan ini.
Allah SWT juga menyebutkan dalam sebuah hadis qudsi “semua amal manusia adalah bagi mereka sendiri. Kecuali puasa Ramadhan karena sesungguhnya puasa Ramadan itu milik-Ku. Aku sendiri yang akan memberikan pahala kepadanya tanpa lewat siapapun.”
Melalui hadis ini jelas bulan Ramadhan sangat istimewa, berbeda dengan bulan lain. Ketika puasa di bulan Ramadhan, Allah secara langsung memberikan pahala kepada manusia tanpa melalui perantara.
Dan hal itu kemudian diperkuat dengan pernyataan Rasulullah yang menyebutkan bahwa amalan manusia yang baik akan mendapat ganjaran 10 hingga 700 kali lipat pada bulan Ramadhan.
Amalan baik tersebut salah satunya membaca Al-Qur’an karena Rasul menyebutkan sebaik-baik amal umat adalah membaca Al-Qu’an, karena itu bahasa Allah.
Bukan hanya itu, saat akan menjelang bulan Suci Ramadhan Allah memperindah surga-surganya dengan Cahaya.
Allah memerintah Malaikat serta bidadari-Nya menghiasi surga dengan cahaya gemerlapan demi memuliakan bulan suci Ramadhan.
Karena akan menyambut kedatangan orang-orang yang bertakwa, dan Allah tidak melihat lagi siapa kita makhluk penuh aib dan kesalahan, namun Dia hanya melihat tamu-Nya yang datang bersama bulan Ramadhan.
Mendengar Allah sudah memberikan begitu banyak keistimewaan tentu kita sangat gembira meyambutnya, dan sudah semestinya kita mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh berkah ini.
Dengan mempersiapkan keimanan, mempersiapkan ilmu seputar Ramadhan dan program-program yang akan dilakukan selama Ramadhan agar waktu tidak terbuang sia-sia di bulan suci ini.
Dan bulan ini kita masih menyambut Ramadhan dengan kondisi pandemi yang belum reda, serta umat muslim dibeberapa negara masih harus menyambut dengan kondisi wilayah mereka terus dijajah oleh kaum kafir.
Tidak bisa tenang, dan harus was-was jika ada serangan dari luar. Ini bukan hal baru, sudah 100 tahun sejak runtuhnya kepemimpinan Islam, maka umat Islam harus kehilangan pelindungnya.
Tidak ada lagi yang bisa menjaga kemuliaan dan kehormatan kaum muslim, yang ada saat ini kaum muslim kehilangan wibawanya, ulama direndahkan, pemikiran kaumnya disesatkan dengan pemikiran yang liberal.
Bahkan Nabi pun turut dilecehkan. Hal ini sungguh sangat memilukan, tatkala mengingat masa kejayaan Islam dahulu, sangat memuliakan Islam dan kaum muslimin.
Bahkan dahulu ketika ada wanita muslimah yang dilecehkan oleh orang Romawi pada masa daulah Abasiyah pemimpin/khalifah Al-Mu’tasim billah sampai memanggil ribuan pasukan untuk menyerbu Kota Ammuriah.
Yang tidak ada putusnya sepanjang gerbang istana khalifah di Baghdad hingga kota Ammuriah, hanya demi untuk menjaga kehormatan seorang wanita muslimah yang hijabnya tersingkap. Yang jika dibandingkan dengan saat ini sangat jauh berbeda, kaum muslim yang menjadi minoritas di suatu negara kebanyakan didiskriminasi, ditindas bahkan ada di sebagian wilayah yang melarang kaum muslim berpuasa selama bulan Ramadhan dan dilarang melakukan aktivitas keagamaan.
Na’udzubillah. Inilah akibat tidak adanya pelindung yang dapat melindungi kaum muslim saat ini. Derita umatpun masih berkepanjangan selama 100 tahun.
Umat saat ini bagai anak yang kehilangan Induknya. Namun, kejadian ini bukan menjadi alasan lunturnya umat untuk menyambut Ramadhan, bahkan dibulan ini bisa dilakukan dengan menyiapkan diri untuk memahami Islam secara menyeluruh.
Bukan hanya mempersiapkan kesiapan ibadah pribadi tapi juga pemahaman mengenai Islam secara menyeluruh, mengenai kejadian -kejadian yang mendera kaum muslim saat ini.
Maka, hendaknya kita menjadikan Ramadhan ini momen untuk menyadarkan umat bahwa saat ini, Islam sedang tidak baik-baik saja. Bukan hanya karena pandemi yang tak kunjung selesai, tapi perkara besar lainya, yakni jauhnya umat dari Islam.
Serta, jadikan Ramadan saat ini momen istimewa untuk terus belajar dan mendakwahkan Islam kaffah kepada umat. Karena banyak muslim sendiri tidak sadar bahwa agamanya mempunyai seperangkat peraturan yang sempurna.
Dan aturan itu berasal dari Allah SWT sang pembuat peraturan, sehingga tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan aturan-Nya. Selain itu senantiasa berdoa kepada Allah agar diberi pertolongan.
Melalui keutamaan-keutamaan yang telah Allah berikan pada bulan Ramadan, selain melakukan amalan-amalan terbaik, Ramadhan menjadi kesempatan untuk terus berdoa meminta pertolongan Allah dan semoga dibulan Suci Ramadan ini doa kaum muslim terwujud.
Karena selain dakwah, hanya doa yang bisa dilakukan oleh kaum muslim saat ini.
Wallahu’alam Bi Shawab