Peran Masker dalam Memerangi Virus

Kamis, 22 Oktober 2020

Efa Faradillah (Mahasiswa IAIN Samarinda) 

Saat ini dunia sedang dilanda pandemi COVID-19. Hampir seluruh dunia mengalami krisis akibat virus ini. Sudah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli untuk menemukan vaksin yang tepat untuk mengatasi virus ini.

Efa Faradillah (Mahasiswa IAIN Samarinda)

Namun sampai saat ini belum juga ditemukan vaksin yang tepat. Banyak cara yang sudah dilakukan oleh setiap negara dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, seperti karantina wilayah, pembatasan sosial, dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya virus COVID-19 ini.

Salah satu hal yang sangat penting dalam memerangi virus ini adalah masker. Di Indonesia sendiri keberadaan atau stok masker saat awal pandemi memang sangat sulit didapatkan.

Sehingga harga masker pada saat itu sangat mahal. Tetapi untuk sekarang keberadaan atau stok masker sudah aman. Selain itu harganya pun mulai terjangkau baik untuk kalangan atas, menengah ataupun bawah.

Fungsi masker memang sangat penting, masker bisa mencegah virus yang masuk kedalam tubuh. Meskipun saat ini korban virus corona masih belum bisa terkontrol, tetapi dengan penggunaan masker diharapkan bisa mengurangi laju virus COVID-19 yang saat ini sedang melanda dunia.

Bahkan di Indonesia ada beberapa daerah yang sudah menerapkan sanksi sosial dan denda apabila ditemukan masyarakat yang tidak memakai masker.

Hal ini tentu patut diapresiasi karena untuk melawan pandemi COVID-19 harus melibatkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Namun dalam penerapannya, kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker masih sangat rendah.

Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan. Vaksin dari virus COVID-19 masih belum ditemukan. Berbagai sosialisasi juga telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker dan bahaya virus COVID-19.

Pemerintah juga telah membuat tim gugus tugas untuk mengatasi virus COVID-19 ini. Jumlah penambahan korban positif pandemi COVID-19 di Indonesia sendiri untuk setiap harinya masih mengkhawatirkan, dalam sehari penambahan korban positif mencapai 4000 korban jiwa dan korban meninggal akibat virus COVID-19 di indonesia sudah mencapai puluhan ribu korban jiwa.

Tentu perlu upaya lebih serius dalam menangani hal ini. Di Indonesia sendiri sudah banyak berbagai jenis masker, seperti masker n95, masker medis, scuba dan masker kain.

Salah satu masker yang menjadi polemik adalah masker berbahan scuba. Dimana masker berbahan scuba dinilai tidak sesuai dengan standar kesehatan, bahannya dianggap terlalu tipis dan tidak bisa mencegah virus untuk masuk ke dalam tubuh manusia.

Fungsi masker sendiri selain untuk mencegah virus masuk juga bisa untuk menghindari adanya paparan polusi udara. Tentu jika daya tahan tubuh terjaga bisa menahan virus COVID-19 untuk masuk ke dalam tubuh.

Masker juga memiliki manfaat bagi kesehatan terutama untuk mencegah penularan virus atau penyakit di antara para individu. Salah satu masker yang dianjurkan digunakan masyarakat saat ini adalah masker kain, masker kain bisa dicuci dan digunakan kembali.

Tetapi masker kain hanya dapat bertahan beberapa jam setelah digunakan. Penggunaan masker kain tentu sangat membantu tenaga medis dalam menjaga ketersediaan stok masker medis.

Karena masker medis digunakan untuk tenaga kesehatan yang jauh lebih membutuhkan dalam merawat pasien-pasien yang terpapar virus COVID-19 yang sedang melanda dunia.

Penggunaan masker di Indonesia saat pandemi ini sangat dibutuhkan karena penggunaan masker adalah salah satu cara yang ampuh dalam memerangi virus, namun sangat disayangkan masih kurangnya kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengunaan masker di Indonesia itu sendiri khususnya.

Dengan kesadaran masyarakat yang tinggi akan penggunaan masker diharapkan bisa membantu upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi ini.

Agar korban yang terpapar virus COVID-19 dapat berkurang. Sehingga keadaan kembali normal. Contohnya para pedagang kaki lima masih banyak sekali yang tidak menggunakan masker, sangat disayangkan sekali betapa bahayanya virus COVID-19 itu.

Namun masih belum sepenuhnya dapat dipahami oleh seorang pedagang tersebut betapa pentingnya peran makser dalam memerangi banyaknya virus COVID-19 di Indonesia itu sendiri.

Tanpa mereka sadari ketika mereka tidak menggunakan masker akan banyak virus atau bakteri yang keluar dari setiap ucapan. Walaupun mereka tidak memiliki gejala COVID-19 tetapi otomatis virus atau bakteri akan menyebar ke orang lain.

Jumlah kasus COVID-19 semakin bertambah dan tanpa kita ketahui apakah seorang pedagang tersebut mengikuti atau menaati aturan protokol kesehatan. yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan menteri kesehatan itu sendiri.

Selain itu, penggunaan masker sangat berpengaruh dengan banyak dan berkurangnya kasus COVID-19. maka dari itu kita harus bisa mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa alangkah pentingnya sebuah peran dalam penggunaan masker itu sendiri pada umumnya.

Ketika kita tidak menggunakan masker maka secara tidak langsung virus atau penyakit dapat menular dari manusia ke manusia yang lain. Penularan virus corona dari manusia ke manusia itu bisa saja melalui sebuah percikan air liur.

Bagi penderita COVID-19 yang dikeluarkan pada saat mereka bersin, batuk atau bahkan ketika si penderita COVID itu sedang berbicara. Memakai masker tidak hanya di dalam ruangan terbuka saja tetapi juga di dalam ruangan tertutup. Misalnya, seperti kita berada di sebuah ruangan yang terdapat banyak orang, secara otomatis kita harus menggunakan masker agar terhindar dari virus.

Salah satu cara menghindari atau terkena virus selain menggunakan masker adapula aturan jaga jarak, dan selalu membawa antiseptik walaupun kita sedang berada di dalam ruangan jaga jarak dan menggunakan anti septic sekarang adalah kebutuhan pokok untuk diri kita selama adanya pandemi COVID-19 ini.

Ketika kita menggunakannya keliru maka akan meningkatkan atau mengakibatkan sebuah resiko penularan yang sangat tinggi. Ketika kita menggunakan masker usahakan jangan menyentuh atau buka tutup masker ketika saat sedang digunakan.

Maka selalu ditegaskan kembali tetaplah jaga jarak minimal 1 meter dengan siapapun itu orangnya, jangan menyentuh wajah dan harus rajin atau rutin mencuci tangan dengan memakai sabun sesering mungkin.

Maka sangat dianjurkan untuk kita semua harus memilih sebuah masker yang memiliki efektivitas yang lebih baik, agar kita dapat terhindar dari virus COVID-19 tersebut. Jadi, lebih ditegaskan bahwa tidak semuanya masker yang kita lihat bagus memiliki efektivitas yang baik dalam peran mencegah terpapar virus yang terjadi saat ini.

Sehingga masyarakat diharapkan agar lebih selektif dalam memilih masker yang akan digunakan. Untuk itu, maka kita harus menjadikan masker sebagai titik acuan untuk memerangi virus di Indonesia.

Caranya dengan menjadikan masker sebuah kebutuhan pokok ketika kita ingin berpergian dan tetap patuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. jangan lupa lakukan social distancing (jaga jarak), dan rajin mencuci tangan. (**)

Editor: Ahmad Yani

#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibuwajibpakaimasker #ingatpesanibuwajibjagajarak #ingatpesanibuwajibcucitangan #wajibpakaimasker #wajibjagajarak #wajibjagajarakhindarikerumunan #wajibcucitangan #wajibcucitangandengansabun