Kamis, 20 Agustus 2020
Oleh: Ade Farkah
Sesungguhnya, yang tidak pernah berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Begitulah kira-kira ungkapan yang dapat mewakili kondisi saat ini. Silih bergantinya siang dan malam, panas dan hujan adalah diantara tanda kekuasaan Allah SWT.

Demikian pula, perubahan yang terjadi pada manusia dan peradabannya. Allah pergilirkan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Begitu pula dengan rezim yang berkuasa di negri ini.
Sejak kepemimpinan presiden Soekarno hingga Jokowi, Indonesia mengalami gelombang pasang surut. Mulai dari masalah ekonomi, politik, sosial budaya, ketahanan dan keamanan hingga masalah pendidikan dan moral.
Puncaknya adalah saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 hingga saat ini. Para pakar menyebutnya sebagai krisis multidimensi.
Hal itu dikarenakan hampir semua sisi kehidupan masyarakat mengalami dampak yang sangat serius. Tingginya angka kematian akibat Covid-19, PHK besar-besaran, melonjaknya tindak kriminal, ketidakadilan hukum, hingga pembahasan beberapa RUU ditengah pandemi yang dinilai kontroversi membuat kondisi negri ini menjadi semakin karut marut.
Krisis multidimensi yang terjadi, tidak hanya melanda Indonesia. Bahkan negara adidaya Amerika Serikat pun mengalaminya. India, Rusia juga Italia turut merasakan hal yang serupa. Meski dengan situasi dan kondisi yang relatif berbeda.
Dr. Firman Kurniawan (Pendiri LITEROS.Org) yang dikutip dari antaranews.com, 9/4/2020 mengatakan bahwa, setidaknya krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19 menjadi semakin parah karena adanya perilaku panic buying, histeria massa hingga infodemi.
Adapun infodemi merupakan satu kondisi banjir informasi mengenai satu masalah tertentu sehingga kepastian terhadap masalah tersebut justru menjadi sulit.
Akibatnya, kondisi tersebut mengundang perhatian dan reaksi dari sejumlah tokoh. Seperti yang belum lama terjadi, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyatakan jati dirinya sebagai gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera (detiknews.com, 18/8/2020).
Tentu saja, karut marut yang sedang melanda Indonesia dan dunia harus segera diakhiri. Karenanya, eksistensi agen perubahan adalah sesuatu yang wajib adanya.
Berkaca dari fakta diatas, perubahan adalah satu hal yang harus dilakukan. Namun demikian, perubahan yang dilakukan haruslah bersifat fundamental dan mengakar.
Sehingga perubahan yang dilakukan benar-benar membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Bukan hanya berubah dari sisi ekonomi atau pendidikan saja yang sifatnya parsial.
Bukan pula sekedar biaya kesehatan gratis. Atau kembalinya beberapa perusahaan milik negara. Akan tetapi, lebih jauh dari itu. Perubahan taraf berpikir masyarakat dari pragmatis menjadi idealis. Dari peradaban materialisme menuju pada peradaban yang lebih tinggi, yakni tatanan kehidupan yang bersumber dari nilai-nilai ilahiyah.
Inilah puncak pencapaian dari segala perubahan. Sebagaimana yang terkandung di dalam kitab suci Al-Qur'an, bahwa : tidaklah Allah SWT. mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah apa-apa yang ada didalam diri mereka.
Jelaslah bahwa, harus ada upaya yang dilakukan untuk merubah keadaan masyarakat di suatu negri bahkan dunia. Untuk dapat merubah keadaan masyarakat dari keterpurukan menuju kemajuan, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah membangkitkan pemikirannya.
Merubah pola pikir serta merubah pandangan hidup. Sehingga kebangkitan pemikiran akan dicapai yang selanjutnya akan mendorong pada perubahan perilaku secara umum. Pandangan hidup yang benar akan memunculkan perilaku yang benar pula.
Pandangan hidup yang benar berasal dari tuntunan kitab suci dan teladan orang-orang suci. Sebagaimana terwujud dalam hukum-hukum syariah (agama). Itulah standar hidup yang sesuai dengan nilai-nilai ilahiyah. Tidak menyelisihi apa yang menjadi fitrah bagi manusia.
Jika hal ini dilakukan oleh semua elemen masyarakat dan pemerintah, maka perubahan yang fundamental akan terjadi. Selanjutnya, akan menghasilkan pada perubahan yang hakiki. Inilah sejatinya, perubahan dari kegelapan menuju cahaya.
Mengeluarkan manusia dari kungkungan materi yang fana. Maka, peradaban manusia yang luhur akan menghiasi dunia.
Kesejahteraan, keamanan dan ketentraman akan meliputi kehidupan umat manusia di seluruh penjuru dunia. Inilah sesungguhnya perubahan yang telah lama didamba.
Waallahu a'lam