Pemerintah Dilema Rakyat Pun Sama

Rabu, 29 Juli 2020

Oleh : Devita Deandra (Aktivis Muslimah)

Kembali lagi pedagang pasar di kota Balikpapan, positif corona. Alhasil Pemerintah Kota Balikpapan sepakat untuk menutup total sementara Pasar Muara Rapak yang berlokasi di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara.

Hal ini terkait dengan adanya sebanyak 4 orang pedagang di pasar tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dikutip dari TribunNews.com.

Keempat pedagang ini diduga merupakan penularan atau transmisi lokal di Pasar Muara Rapak. Adapun mereka adalah 3 pedagang warung nasi dan 1 orang pedagang ikan asin.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Tim Gugus Covid-19 Balikpapan Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarwana dalam konfrensi pers, Senin (20/7/2020).

Sementara upaya Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini, hingga kini yang Pemkot lakukan yaitu semprot desinfektan, tutup mal 1 hari, pasar 3 hari, tes swab ke 235 pedagang, akankah langkah ini mampu memutus rantai penyebaran? Terlebih Balikpapan hingga kini termasuk penyumbang kasus positif tertinggi di wilayah Kalimantan Timur. (Republika.co.id).

Mungkinkah Pemerintah dilema? seperti halnya problem pasar pandan sari. Antara pasar di tutup total namun tidak mampu menjamin kebutuhan pedagang dan pembeli.

Pasalnya pasar menjadi tempat bergantung sebagian masyarakat untuk mencari rezeki, pun bagi warga pasar sebagai tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun di satu sisi, ketika dibiarkan justru semakin banyak korban/kasus warga yang terinfeksi. Alhasil Pemerintah dalam mengambil langkah pun di anggap tak solutif.

Padahal dalam masalah ini, selain butuh ketegasan pemerintah juga butuh kedisiplinan masyarakat. Terlebih Masyarakat memang banyak yang tak disiplin apalagi semenjak New Normal.

Masyarakat pun semakin cuek, bahkan ada yang menganggap Corona sudah tidak ada. Seharusnya, Pemerintah terlebih negara wajib jalankan tanggung jawabnya, sehingga virus ini dapat segera berakhir, yang harus pemerintah lakukan adalah Mitigasi wabah.

Tes massal, dorong dan danai pakar untuk menemukan vaksin. Tidak hanya bergantung kepada negara lain untuk menemukan vaksin.

Menjadi tugas seorang khalifah ( pemimpin) di dalamnya, untuk memberikan perlindungan serta keamanan rakyatnya, termasuk dalam menyediakan vaksin dan kebutuhan hidup rakyatnya ketika terjadi wabah seperti saat ini.

Sebab, Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari). 

Pemerintah pun wajib mendengar aspirasi rakyat, terlebih para ahli yang mempunyai pemahaman terkait pencegahan dan pemutus rantai penyebaran virus tersebut.

Seperti hal nya pada masa itu, Ibnu sina yang merupakan seorang ilmuwan kesehatan muslim yang didengar pendapatnya oleh khalifah untuk mengarahkan rakyat melakukan social distancing, penutupan pasar dan masjid juga cuci tangan menggunakan cuka, berbeda dengan sistem sekarang dimana para Ahli terus kontradiksi dengan keinginan pemerintah terkait New Normal yang justru membuat jumlah kasus malah semakin melonjak.

Dalam sistem Islam, penjagaan terhadap rakyat selain dengan arahan lockdown dan social distancing, diikuti dengan penjaminan kehidupan oleh negara sehingga rakyat tidak akan dilema, “mati kelaparan atau mati karena corona."

Begitulah seharusnya kehidupan antara rakyat dan pemimpinnya, saling mendukung dan sama-sama mengupayakan kebaikan sebagai bentuk ketaatan seorang pemimpin terhadap Allah SWT, atas pertanggung jawaban yang ia pikul, begitu pula dengan rakyat melaksanakan arahan pemerintah dengan senang hati sebab adanya kepercayaan bahwa itulah yang terbaik.

Sangat jauh berbeda dengan kehidupan saat ini yang mana, rakyat justru seolah tidak percaya lagi dengan segala kebijakan pemerintah. Yang memang faktanya selalu merugikan rakyat.

Karena apa? saat ini pemimpin tidak menjadikan kepemimpinannya itu sebagai amanah yang akan di pertanggung jawabkan, sehingga untung rugi yang menjadi ukuran, bukan ridho dan tidaknya Allah terhadapnya.

Pun bukan Islam sebagai dasar dari sistem kehidupan individu hingga kehidupan bernegara, maka wajarlah seorang pemimpin dalam sistem Demokrasi sekular saat ini tidak lah seperti pemimpin dalam negara yang Islam sebagai ideologinya.

Padahal sesungguhnya Islam lah yang mampu menjadi solusi kedilemaan saat ini, pun sebagai solusi problematika hidup yang terus membelit.

Yakni dengan kembali kepada aturan Allah SWT, serta apa yang Rasulullah wariskan dan para khalifah sesudahnya contohkan.

Dalam membangun individu (rakyat) yang taat syariat pun taat terhadap pemimpinnya, juga membangun negara berdaulat yang mampu menerapkan Islam secara Kaffah. Dan wabah pun akan segera berakhir sebab ada keberkahan karena menjadikan Allah sebaik-baik pelindung dan tempat memohon pertolongan.

Wallahu A'lam