Senin, 11 Mei 2020
BALIKPAPAN-RS Kanujoso Djatiwibowo kembali menerima bantuan cartridge untuk Tes Cepat Molekuler (TCM) dari Kementerian Kesehatan sebanyak 60 cartridge.

Direktur RS Kanujoso Djatiwibowo dr. Edy Iskandar mengatakan, penggunaan TCM akan lebih simpel untuk mendiagnosa infeksi COVID-19. Setelah sampel lendir diambil dengan swab lalu dimasukkan cartridge untuk selanjutnya diproses dalam alat TCM.
Pemeriksaan lewat TCM tidak menggunakan pereaksi reagen seperti yang dilakukan pada proses melalui Polymerase Chain Reaction (PCR).
Akurasi untuk mendiagnosa infeksi COVID-19 pada TCM juga berkisar 95-98 persen atau sama dengan akurasi PCR. Dengan adanya TCM, maka pemeriksaan status terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dapat selesai dalam sehari.
"Sebelumnya proses ini bisa menunggu berhari-hari karena sampel harus dikirim ke BBLK Surabaya atau Puslitbangkes Jakarta," ungkapnya.
Ia menjelaskan, Jika status segera didapat, maka penanganan bisa dilakukan dengan cepat.
Tim laboratorium RS Kanujoso Djatiwibowo, dr. Ivana SpMK menambahkan, dalam satu kali operasional TCM bisa menampung empat cartridge.
"Satu cartridge digunakan untuk satu sampel pasien. Mulai besok TCM dan cartridge khusus COVID-19 akan diinstal untuk segera bisa dioperasionalkan," kata Ivana.
Selain TCM yang sudah ada, RS Kanujoso Djatiwibowo telah memesan satu alat TCM Genexpert dengan 200 cartridge yang juga segera dioperasionalkan rumah sakit.
Rilis: Gugus Tugas COVID-19 Balikpapan
Editor: Ahmad Yani
